spot_imgspot_img
Rabu 1 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 122

Kenangan Indah Garut Tempo Doeloe

0
Garut tempo doeloe fokusjabar.id
(Dok: Pemda Garut)

GARUT, FOKUSJabar.id: Garut tempo doeloe adalah sebuah kenangan indah yang tak terlupakan. Kota kecil ini di kelilingi gunung dan sawah yang hijau dengan udara yang sejuk dan bersih.

Di Garut tempo doeloe, kita bisa menemukan keindahan alam yang luar biasa. Seperti Kawah Kamojang dan Gunung Papandayan.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Dukung Kegiatan Pagelaran Seni HJG ke-213

Pada malam hari, kita bisa menikmati suasana kota yang tenang dan damai yang di iringi suara jangkrik dan hembusan angin lembut.

Selamat datang di ruang waktu, tempat ingatan visual membawa kita kembali ke Garut pada dekade 1910–1920-an. Di mana sebuah masa ketika tanah Priangan di kenal luas sebagai “Swiss van Java.”

Melalui lensa kamera para fotografer masa kolonial, kita di ajak menelusuri wajah Garut tempo doeloe.

Bentang alamnya yang memesona, hotel-hotel megah yang menjadi persinggahan kaum elite serta bangunan-bangunan yang menandai transformasi kota di bawah administrasi Hindia Belanda.

Pada awal abad ke-20, kawasan Cipanas telah berkembang menjadi tujuan wisata unggulan. Pemandian air panas di kaki Gunung Guntur dan panorama pegunungan yang mengelilingi kota menghadirkan lanskap eksotis yang di promosikan secara luas oleh pemerintah kolonial.

Foto-foto yang di pamerkan memperlihatkan hamparan kebun, jalan-jalan tanah yang membelah perbukitan serta suasana pedesaan yang masih alami.

Salah satu ikon kejayaan pariwisata masa itu adalah Hotel Papandayan yang merupakan hotel termewah di Priangan pada masanya.

Bangunan bergaya arsitektur kolonial dengan sentuhan tropis ini berdiri megah, menjadi simbol eksklusivitas dan kemewahan.

Tidak jauh dari Hotel Papandayan, berdiri juga Hotel Ngamplang di kawasan dataran tinggi.

Hotel tersebut menawarkan pemandangan lapangan golf dan pegunungan yang memukau.

Melalui foto-foto hitam putih yang tersaji, kita dapat melihat bagaimana hotel-hotel tersebut bukan sekadar tempat menginap. Namun juga ruang sosial tempat bertemunya pejabat kolonial, pengusaha perkebunan dan wisatawan Eropa.

BACA JUGA:

SPPG Sindanggalih 10 Karangpawitan Garut Beroperasi

Bangunan-bangunan pemerintahan dan fasilitas umum yang muncul dalam dokumentasi visual ini mencerminkan tata kota yang mulai tertata rapi.

Jalan raya yang lebar, jembatan kokoh serta kantor-kantor administrasi menunjukkan hadirnya sistem kolonial yang terstruktur.

Garut tempo doeloe fokusjabar.id
(Dok: Pemda Garut)

Di balik kemegahan arsitektur itu, tersirat dinamika sosial. Yakni, kerja paksa, sistem perkebunan dan stratifikasi masyarakat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah masa tersebut.

Pameran ini tidak semata menghadirkan romantisme visual. Namun mengajak kita untuk membaca ulang sejarah.

Foto-foto ini adalah arsip, jejak yang membekukan waktu. Mereka menjadi saksi bagaimana identitas Garut di bentuk oleh interaksi antara alam, kolonialisme dan masyarakat lokal.

Di antara lanskap indah dan bangunan megah, tersimpan kisah tentang daya tahan, adaptasi dan perubahan.

Melalui pameran ini, kami mengundang Anda untuk tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan denyut zaman itu.

Membayangkan suara delman di jalanan kota, percakapan dalam bahasa Belanda di beranda hotel serta aktivitas masyarakat pribumi yang menjadi bagian penting dari denyut kehidupan Garut tempo doeloe.

Garut hari ini adalah hasil perjalanan panjang sejarahnya. Dengan menatap foto-foto dari era 1910–1920-an, kita tidak sekadar mengenang masa lalu. Namun juga merawat ingatan kolektif agar sejarah tetap hidup dan memberi makna bagi generasi kini dan mendatang.

(Bambang Fouristian)

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun Ibunda Wali Kota Bandung Tutup Usia

0
Wali Kota Bandung fokusjabar.id
Duka menyelimuti keluarga Wali Kota Bandunh Muhammad Farhan. Ibunda tercinta, Nani Rubiyani menunggal dunia pada Selasa (17/2/2026) pukul 22.58 WIB di Kota Bogor (foto: Ist)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Duka menyelimuti keluarga besar Wali Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Muhammad Farhan. Ibunda tercintanya, Nani Rubiyani meninggal dunia pada Selasa (17/2/2026) pukul 22.58 WIB di Kota Bogor.

Kepergian almarhumah turut menghadirkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar Atur Jam Masuk ASN Saat Ramadan

Almarhumah di semayamkan di kediaman keluarga di Jalan Penggalang Nomor 1, Kompleks Pertanian Loji, Kota Bogor.

Rencananya, prosesi pemakaman akan di laksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di TPU Kompleks Pertanian Loji, Kota Bogor.

Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Bandung, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya ibunda Muhammad Farhan.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami keluarga besar Pemerintah Kota Bandung turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Nani Rubiyani, ibunda dari Bapak Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Semoga almarhumah husnul khatimah, di ampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Iskandar.

Ia juga mendoakan agar keluarga yang di tinggalkan. Khususnya Wali Kota Bandung di berikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Soroti Penipuan Transfer Booking Hotel Lewat Kontak Palsu

“Kami mendoakan agar Bapak Wali Kota dan seluruh keluarga besar di berikan kesabaran, ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi ujian ini. Semoga segala amal ibadah almarhumah di terima dan menjadi cahaya di alam kuburnya,” ucap Dia.

Pemkot Bandung turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhumah agar memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang di tinggalkan senantiasa di berikan ketabahan.

(Yusuf Mugni)

Persikotas FC Dapat Amunisi Baru, Mitsubishi Dipo Tasikmalaya Resmi Jadi Sponsor Utama

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Para pemain Persikotas FC bersama pihak Dealer Mitsubishi Dipo Internasional Pahala Otomotif Tasikmalaya, foto bersama usai penandatanganan kerja sama sponsor (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Perjalanan Persikotas FC menuju Liga 4 Nasional 2026/2027 mendapat suntikan energi baru. PT Dipo Internasional Pahala Otomotif Tasikmalaya resmi bergabung sebagai sponsor utama dan memperkuat langkah Laskar Dadaha menatap kompetisi nasional.

Kerja sama kedua belah pihak mengemuka melalui penandatanganan nota kesepahaman di Dealer Mitsubishi Motors Dipo Tasikmalaya, Jalan HZ Mustofa, Kecamatan Cihideung, Selasa (17/2/2026) sore. General Manager Dipo Tasikmalaya sekaligus Koordinator Dipo Jawa Barat, Neneng Neyawati, menandatangani kesepakatan bersama Ketua Umum Persikotas FC, Ecep S. Yasa. Manajemen dealer, pelatih, pemain, dan ofisial tim turut menyaksikan momen tersebut.

Baca Juga: Persikotas FC Pesta Gol 6-0 ke Gawang RKC Nusantara, Sinyal Kuat ke Liga 4 Nasional

Dalam kerja sama ini, Dipo Tasikmalaya menyediakan satu unit Mitsubishi Canter Bus sebagai armada resmi tim. Fasilitas tersebut akan menunjang mobilitas skuad selama mengarungi Liga 4 Nasional musim 2026/2027.

Neneng Neyawati menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung kemajuan olahraga, khususnya sepak bola yang memiliki basis penggemar besar di masyarakat.

“Kami bangga melihat Persikotas FC melangkah ke level nasional. Dukungan ini menjadi bentuk kontribusi nyata kami agar tim terus berprestasi dan membawa nama baik Tasikmalaya,” ujarnya.

Ia menilai Persikotas memiliki potensi besar untuk bersaing dan membuka peluang promosi ke Liga 3 Nusantara. Menurutnya, dunia sepak bola kini berkembang sebagai industri yang membutuhkan kolaborasi antara klub dan dunia usaha.

“Kami tidak hanya berbisnis di Tasikmalaya, tetapi juga ingin berperan dalam mendorong kemajuan olahraga. Persikotas merupakan tim asli daerah yang wajib kita dukung bersama,” tambahnya.

Amunisi Penting Dalam Mempekuat Fondasi Tim

Ketua Umum Persikotas FC, Ecep S. Yasa, menyambut kerja sama tersebut dengan optimisme tinggi. Ia menyebut dukungan sponsor sebagai amunisi penting dalam memperkuat fondasi tim, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.

“Sepak bola hari ini menuntut manajemen profesional. Dukungan Dipo Tasikmalaya menjadi kontribusi besar bagi perjalanan kami di Liga 4 Nasional,” katanya.

Ecep mengungkapkan saat ini sudah ada sepuluh sponsor yang mendukung Persikotas FC. Kehadiran Dipo Tasikmalaya semakin memantapkan keyakinan tim untuk tampil kompetitif dan menargetkan tiket promosi ke Liga 3 Nusantara.

Dengan dukungan armada dan sponsor baru, Persikotas FC kini menatap musim kompetisi dengan semangat lebih tinggi dan tekad membawa harum nama Tasikmalaya di pentas nasional.

(Seda)

Persikotas FC Pesta Gol 6-0 ke Gawang RKC Nusantara, Sinyal Kuat ke Liga 4 Nasional

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Friendly match Persikotas FC lawan RKC Nusantara Cianjur di Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Persikotas FC mengirim pesan tegas jelang bergulirnya Liga 4 Nasional. Laskar Dadaha menggulung RKC Nusantara dengan skor telak 6-0 dalam laga uji coba di Stadion Wiradadaha, Selasa (17/2/2026).

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persikotas langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan mereka lancarkan ke jantung pertahanan tim tamu. Strategi agresif itu membuahkan hasil cepat.

Baca Juga: Pelatih Bandung bjb Tandamata Ingin Adaptasi Giulia Angelina Lebih Cepat

Junjun tampil trengginas dengan mencetak hattrick. Mano menyusul lewat dua gol, sementara Wanggai melengkapi pesta gol di babak pertama. Enam gol tanpa balas membuat tribun stadion bergemuruh oleh sorak ratusan pendukung tuan rumah.

Memasuki babak kedua, pelatih Ronny Remon merombak total susunan pemain. Ia menurunkan seluruh pemain pelapis termasuk kiper serta sejumlah rekrutan anyar. Meski tetap menguasai jalannya laga dan menjaga intensitas permainan, skuad babak kedua gagal menambah gol hingga pertandingan usai.

Ketua Umum Persikotas FC, Ecep S. Yasa, menilai laga tersebut sebagai momentum menyatukan chemistry tim jelang putaran Liga 4 Nasional pada April 2026.

“Kami ingin membangun kekompakan pemain, terutama striker dan gelandang baru. Skema permainan mulai terlihat, tetapi kami masih perlu penyempurnaan,” ujarnya.

Ia memastikan manajemen akan menjadwalkan uji coba dengan lawan yang lebih kuat, bahkan dari kasta di atasnya. Langkah tersebut bertujuan mengukur soliditas lini pertahanan, kreativitas gelandang, hingga ketajaman lini depan.

“Kami ingin menghadapi tim Liga 3 bahkan Liga 2 agar kekuatan tim benar-benar teruji. Target utama saat ini tentu lolos ke Liga 3 Nusantara,” tegasnya.

Menguji Perkembangan Individu dan Kolektif Pemain

Ronny Remon juga memanfaatkan laga ini untuk menguji perkembangan individu dan kolektif pemain hasil latihan rutin. Ia mengakui kualitas permainan babak pertama lebih padu dibanding babak kedua karena beberapa pemain baru masih beradaptasi.

“Kami ingin melihat progres semua pemain. Kerangka tim inti mulai terbentuk, tetapi kami masih butuh tambahan stopper, kiper, bek kiri, dan satu gelandang,” jelasnya.

Ronny menekankan bahwa kompetisi tingkat nasional menghadirkan tantangan lebih berat. Karena itu, tim harus memperkuat fisik, mental, dan kualitas permainan sebelum Liga 4 Nasional dimulai.

Di sisi lain, pelatih RKC Nusantara, Afga Aditia Marsal, menjadikan laga ini sebagai ajang evaluasi dan seleksi pemain. Ia sengaja memilih lawan dengan level lebih tinggi untuk mengasah mental serta kekompakan timnya.

“Babak kedua kami bisa menahan permainan lebih seimbang. Itu menjadi catatan positif untuk pembenahan tim ke depan,” katanya.

Afga memuji pressing ketat dan efektivitas serangan Persikotas. Ia mengakui beberapa pemainnya sempat gugup karena baru menjalani debut kompetitif.

Laga persahabatan ini memberi dua makna berbeda. Persikotas memupuk kepercayaan diri menuju pentas nasional, sementara RKC Nusantara membawa pulang pelajaran berharga untuk membangun skuad yang lebih solid.

(Seda)

Dedi Mulyadi Tanggapi Keluhan Ambulance Desa Berbayar di Ciamis

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Surce: Jabarprov

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sebuah video yang beredar luas di media sosial memantik perhatian publik terkait biaya penggunaan ambulans desa di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis. Rekaman tersebut menampilkan keluhan warga yang mengaku keberatan dengan tarif transportasi medis saat kondisi darurat.

Dalam tayangan itu, keluarga pasien menyampaikan kesulitan membayar biaya sewa kendaraan desa yang biasa mengantar warga ke rumah sakit. Situasi mendesak membuat dua warga lanjut usia yang sakit akhirnya menempuh perjalanan puluhan kilometer menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Banjir Pamarican Ciamis, Ratusan Rumah dan Lahan Pesawahan Terendam

Informasi yang beredar menyebutkan tarif sekali perjalanan berada di kisaran Rp350.000 hingga Rp400.000. Nominal tersebut memicu diskusi publik mengenai skema pembiayaan ambulans desa, terutama di wilayah pedesaan yang akses kesehatannya masih terbatas.

Banyak warga menilai layanan transportasi darurat seharusnya mudah dijangkau, mengingat fungsinya yang krusial dalam menyelamatkan nyawa. Perbincangan pun meluas karena persoalan ini menyangkut hak dasar masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Menanggapi polemik tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons terbuka. Ia menjelaskan tarif sering kali berkaitan dengan kebutuhan operasional seperti bahan bakar dan honor pengemudi yang belum sepenuhnya tertutupi anggaran.

Menurut Dedi, desa perlu merumuskan solusi berbasis kebersamaan agar layanan tetap berjalan tanpa membebani warga saat situasi darurat. Ia mendorong konsep gotong royong, salah satunya melalui gagasan iuran harian kecil bertajuk “rereongan sapoe sarebu” untuk menopang operasional ambulans.

Selain itu, Dedi menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut bersama pemerintah desa guna memastikan akar persoalan serta mencari formula kebijakan yang lebih adil dan transparan.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi mengenai struktur tarif dan mekanisme pembiayaan ambulans desa. Kasus ini sekaligus menjadi momentum evaluasi agar layanan transportasi medis di daerah benar-benar hadir sebagai fasilitas darurat yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

(Jingga Sonjaya)

Banjir Rutin Hantui Anggaraksan Pangandaran, Warga Desak Normalisasi Sungai Ciseel

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; Kondisi banjir di Anggaraksan Pangandaran (istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Banjir kembali mengepung permukiman warga Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Selama empat hari terakhir, air menggenangi rumah dan halaman warga dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 40 sentimeter.

Genangan tidak hanya menutup pekarangan, tetapi juga merangsek ke dalam rumah. Aktivitas harian warga pun tersendat, terutama saat debit air meningkat pada malam hingga dini hari.

Baca Juga: Warga Tolak Penataan Parkir di Kawasan Pantai Pangandaran

Kepala Dusun Anggaraksan, Kartim, menjelaskan wilayahnya berada di dataran lebih rendah dari daerah sekitar. Saat hujan deras mengguyur kawasan Priangan Timur, air kiriman dari desa tetangga mengalir dan tertahan di Anggaraksan.

“Kalau curah hujan tinggi, air kiriman datang dan tertampung di sini karena elevasinya lebih rendah,” ujar Kartim, Selasa (17/2/2026).

Selain faktor topografi, Kartim menyoroti pembangunan tanggul di perbatasan Desa Paledah dan Maruyungsari yang memengaruhi aliran air. Ia juga menilai pendangkalan Sungai Ciseel memperparah situasi karena aliran tidak lagi berjalan optimal.

Menurutnya, proyek normalisasi sungai sempat berjalan namun tidak berlanjut hingga tuntas. Kondisi tersebut membuat kapasitas sungai menurun dan memperbesar potensi luapan saat hujan deras turun.

Pemerintah daerah sebelumnya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy untuk mencari solusi jangka panjang. Namun warga masih menanti langkah konkret agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Kartim berharap pemerintah segera merealisasikan normalisasi dan penyodetan Sungai Ciseel hingga ke hilir. Langkah itu mampu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi kecemasan warga yang setiap tahun menghadapi ancaman serupa.

“Warga ingin sungai segera dinormalisasi sampai ke hilir supaya tidak terus-menerus waswas,” tegasnya.

(Sajidin)

Muhammadiyah Kota Banjar Gelar Tarawih Perdana Malam Ini, Ramadan 1447 H Dimulai 18 Februari

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Muhammadiyah Kota Banjar Gelar Tarawih Perdana Malam Ini (Ilustrasi)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Warga Muhammadiyah di Kota Banjar menyambut Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar Salat Tarawih perdana, Selasa (17/2/2026) malam. Keputusan tersebut mengikuti penetapan awal puasa Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan jatuh, Rabu (18/2/2026).

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjar, Saifuddin, melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumberdaya Insani, Gerry Garyadina Mauluddin, menegaskan bahwa Tarawih merupakan ibadah sunah khusus di bulan Ramadan.

Baca Juga: Ikhtiar Petani Menjaga Lingkungan di Kota Banjar

“Tarawih berjemaah berstatus sunah kifayah. Namun, jika seseorang menunaikannya sendiri di rumah, salatnya tetap sah,” jelasnya.

Meski memiliki pilihan untuk melaksanakan secara mandiri, banyak jamaah memilih masjid sebagai tempat ibadah karena menghadirkan nuansa kebersamaan dan memperkuat ikatan sosial. Sejumlah masjid Muhammadiyah di Kota Banjar telah menyiapkan imam dan penceramah untuk mengisi rangkaian Tarawih selama Ramadan.

Daftar Masjid Muhammadiyah yang Menggelar Tarawih

Banjar & Purwaharja

  • Masjid Multazam PUSDAI Kota Banjar

Pataruman

  • Masjid Jami’ Baiturrochman (SMK Muhammadiyah Banjar)
  • Masjid Pelita Hidup (diasuh Ustaz Aan Alamsyah)
  • Masjid Al Ukhuwah (Perum Dobo Regency)

Langensari

  • Mushola Nurul Iman Muktisari
  • Masjid Al Manaar (SMP Muhammadiyah Langkaplancar)
  • Masjid Khulafaur Rasyidin Kujangsari

Masjid-masjid tersebut tersebar di Kecamatan Banjar, Langensari, Pataruman, dan Purwaharja, sehingga memudahkan warga menentukan lokasi terdekat untuk beribadah.

Mengacu pada keterangan resmi Muhammadiyah, pelaksanaan Tarawih berjemaah membawa sejumlah keutamaan, antara lain menambah pahala, menumbuhkan kecintaan terhadap masjid, menghadirkan pembelajaran melalui tausiyah, menyemarakkan Ramadan, mempererat silaturahmi, serta mengikuti anjuran Rasulullah SAW.

Dengan dimulainya puasa pada 18 Februari 2026, umat Islam di Kota Banjar diharapkan menjadikan malam pertama Tarawih sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menghidupkan atmosfer Ramadan di tengah masyarakat.

(Budiana Martin)