spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 117

Karhutla di Ciganjeng Pangandaran Mencapai 10 Hektare

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Ciganjeng Kabupaten Pangandaran. (Foto: Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Pangandaran. Kali ini api melalap perkebunan di Blok Bedahan Dusun Pasar, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Minggu (6/9/2026). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.

‎Kepala Dusun Pasar, Adang Misbah, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WIB. Padahal satu jam sebelumnya, kondisi masih aman.

‎”Kurang lebih terjadi pukul 11.30. Karena pukul 11.00 saya masih lewat daerah sini, belum ada kejadian kebakaran. Tahu-tahu ada informasi katanya sudah mulai kebakaran,” ujar Adang di lokasi, Minggu (6/9/2026).

BACA JUGA: Lahan Bekas Galian Seluas 1 Hektare di Lakbok Ciamis Kebakaran

‎Warga bersama perangkat desa langsung melakukan pemadaman secara manual. Namun upaya itu terkendala medan dan cuaca kemarau.

‎”Sangat-sangat terjal. Kita nggak bisa naik ke atas karena batuan semua cadas. Masih ada sekitar 50 meter lagi ke lokasi yang belum padam,” ucap Adang.

‎Kondisi kemarau membuat sumber air di sekitar lokasi mengering. Warga terpaksa memadamkan api dengan peralatan seadanya.

‎”Pemadaman manual menggunakan seadanya. Di sini juga kemarau, jadi susah air. Di sungainya juga sudah kering. Kita sebisa-bisanya menggunakan pohon yang masih hijau, daun-daun untuk memukul supaya api tidak menjalar,” ujarnya.

‎Sebagian titik api berhasil dipadamkan. Namun sejumlah titik di area perbukitan masih sulit dijangkau.

‎Adang berharap petugas pemadam kebakaran segera dikirim ke lokasi untuk mencegah api merambat lebih luas.

‎”Sebaiknya secepatnya kirim pemadam kebakaran (Damkar) untuk bisa menghalau agar api tidak menjalar lebih luas lagi,” katanya.

Diduga Akibat Puntung Rokok

‎Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Adang menduga api berasal dari kelalaian pembakaran atau puntung rokok.

‎”Dugaannya bisa saja karena kelalaian habis bakar-bakar atau orang ke kebun mencari kayu bakar kemudian membuang puntung rokok. Bisa saja terjadi, tapi yang pastinya belum tahu,” ucap Adang.

‎Ia menjelaskan lahan tersebut merupakan kebun kayu racuk. Kondisi tanah yang didominasi batuan cadas membuat tanaman lain sulit tumbuh.

‎”Ini sebenarnya kebun kayu racuk. Karena memang ditanami kayu lain juga susah karena terlalu banyak batuan, cadas,” ujarnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman oleh warga masih terus dilakukan. 

(Sajidin)

Angin Kencang Terjang Sukadana Ciamis, Pohon Kelapa Timpa Gudang

0
Sukadana Ciamis
Pohon kelapa timpa gudang warga di Sukadana Ciamis. (Foto: Husen)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang wilayah Dusun dan Desa Margaharja Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis, Jawa Barat Minggu (6/9/2026). Peristiwa ini mengakibatkan sebuah pohon kelapa berukuran besar roboh dan menimpa bangunan gudang milik lansia bernama Utar Supriatna (67).

Hantaman batang pohon kelapa tersebut membuat konstruksi atap bagian gudang rumah korban rusak parah dan hancur berantakan.

Kronologi Kejadian dan Estimasi Kerugian

Danposmil Sukadana, Serma Sailan, mengonfirmasi bahwa insiden pohon tumbang ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat angin kencang mendadak melintasi kawasan pemukiman warga Desa Margaharja. Terjangan angin yang cukup kuat memicu pohon kelapa di dekat pemukiman tersebut roboh ke arah atap gudang.

BACA JUGA: Lahan Bekas Galian Seluas 1 Hektare di Lakbok Ciamis Kebakaran

“Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materiil hingga Rp3.000.000 akibat atap gudang yang hancur total tertimpa batang pohon,” kata dia.

Menerima laporan dari warga setempat pada petang harinya, personel TNI dari Posmil Sukadana langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memimpin proses evakuasi.

“Menurut laporan angin itu menerjang wilayah Desa Margaharja cukup kencang sehingga bisa menyumbangkan pohon Kelapa itu,” ucapnya.

Sailan melanjutkan, beberapa saat setelah kejadian pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk membantu melakukan penanganan dengan mengevakuasi pohon kelapa itu dari rumah korban.

“Kami bersama unsur terkait dan masyarakat telah bergotong royong mengevakuasi batang pohon kelapa itu dan kejadian itu dilaporkan ke pimpinan atas serta ke instansi terkait,”

ungkapnya. 

(Husen Maharaja)  

Lahan Bekas Galian Seluas 1 Hektare di Lakbok Ciamis Kebakaran

0
kebakran lahan
Kebarakan lahan bekas galian terbakar di kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis. (Foto: Husen)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Lahan bekas galian seluas satu hektar milik warga di Dusun Jamban Desa Sidaharja Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kebakaran, Minggu (6/9/2026). Insiden kebakaran lahan yang melanda properti milik tiga warga Waris, Dulgani, dan Sanmawang ini diduga akibat aktivitas pembakaran sampah tanpa pengawasan.

Kobaran api cepat merembet dan membesar akibat membakar rimbunan ilalang kering di area bekas galian tersebut.

Respon Cepat Tim Damkar WMK Banjarsari

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Ciamis, Rd Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, membenarkan adanya kebakaran yang terjadi Desa Sidaharja sekitar pukul 15.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel dari Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari langsung menuju ke lokasi untuk memadamkan api.

BACA JUGA: Tukang Becak Pasar Ciamis Tak Dapat Bagian Becak Listrik

“Kami Dengan menerjunkan 1 unit mobil tangki pancar beserta 3 petugas pemadam kebakaran dan Personel TNI-Polri dan perangkat desa setempat ikut membantu,” kata dia

Kerjasama yang solid antar petugas berhasil mengisolasi kobaran api sehingga tidak meluas ke pemukiman atau area lahan sekitar.

Himbauan Waspada Bahaya Kebakaran Lahan

Pihak pemadam kebakaran mengapresiasi kesiapan perangkat desa yang segera melapor, sehingga penanganan api cepat terkendali oleh para petugas.

Trisyanto mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar lebih berhati-hati saat mengelola sampah rumah tangga maupun lahan pertanian. 

“Kami imbau keras untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama meninggalkan kobaran api tanpa pengawasan di area yang rapi vegetasi kering,” ujar dia.

(Husen Maharaja)

Tukang Becak Pasar Ciamis Tak Dapat Bagian Becak Listrik

0
becak listrik
Distribusi becak listrik di Pendopo Kabupaten Ciamis. (Foto: Husen)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Harapan belasan pengayuh becak di lingkungan Pasar Manis Kabupaten Ciamis, Jawa Barat untuk mendapatkan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto berujung kekecewaan. Meski telah melengkapi berkas administrasi, mayoritas dari mereka justru tidak terdaftar sebagai penerima saat penyaluran bantuan berlangsung di Pendopo Bupati Ciamis, Minggu (6/9/2026).

Penyaluran program bantuan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) ini memicu tanda tanya besar pada kalangan penarik becak lokal.

Kronologi Pendataan Berkas di Pasar Manis

Salah seorang tukang becak di Pasar Manis Tarso, mengatakan bahwa ia sempat mengumpulkan data rekan-rekan profesinya. Dari proses pendataan awal, terkumpul 14 nama pengayuh becak yang biasa beroperasi di kawasan tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 orang lolos administrasi karena melampirkan fotokopi KTP dan nomor telepon, sedangkan 4 orang lainnya gugur akibat tidak menyerahkan berkas.

BACA JUGA: 155 Warga Ciamis Terima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo

Namun, setelah masa penantian tanpa kepastian informasi, Tarso terkejut saat mengetahui penyerahan bantuan sudah terlaksana. Dari 10 orang yang telah memenuhi persyaratan lengkap, hanya dua orang yang akhirnya menerima unit becak listrik, sementara Tarso dan tujuh rekan lainnya tidak mendapatkan apa-apa.

“Yang mendapatkan bantuan itu hanya dua orang, sedangkan Saya dan rekan lainnya tidak,” ujar Tarso dengan nada kecewa.

Tanggapan YGSN: Total 260 Unit di Ciamis

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen (Purn) Firman Dahlan, menjelaskan bahwa pihak yayasan telah menyalurkan sebanyak 260 unit becak listrik di Kabupaten Ciamis berdasarkan data awal penerima.

Firman menegaskan bahwa distribusi ini sesuai dengan ketersediaan stok produksi saat ini. Pihaknya masih membuka peluang penambahan kuota bagi pengayuh becak yang belum menerima pada tahap selanjutnya, seiring dengan berjalannya proses produksi unit baru.

BACA JUGA: 155 Warga Ciamis Terima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo

“Kami (YGSN) masih membuka kemungkinan untuk menambah bantuan karena polanya sudah diterapkan di sejumlah Kabupaten lain,” katanya.

Firman menjelaskan, distribusi awal bagi penerima bantuan becak listrik di Kabupaten Ciamis  bisa saja ditambah apabila produksi dan stok becak listrik sudah tersedia rencana nya masih  akan ditambah lagi seperti di kabupaten lain.

“Dengan pola itu jumlah penerima di Kabupaten Ciamis masih bisa saja  bertambah,” ungkapnya.  

(Husen Maharaja)

NCFS 2026 Dorong Budaya Riset dan Literasi Keolahragaan untuk Kemajuan Sepak Bola Indonesia

0
NCFS 2026
NCFS 2026 Dorong Budaya Riset dan Literasi Keolahragaan untuk Kemajuan Sepak Bola Indonesia. (Foto: Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 40 lebih presenter dari kalangan akademisi dan praktisi turut ambil bagian dalam National Conference of Football & Science (NCFS) 2026 di Grand Pasundan Convention Hotel, Kota Bandung, 5–6 September 2026

Kegiatan ini digelar lantaran sepak bola Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar talenta, pengalaman, dan intuisi untuk berkembang menuju level yang lebih tinggi. 

Penguatan budaya penelitian, pemanfaatan data, serta pertumbuhan ilmu pengetahuan keolahragaan menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang semakin modern, terukur, dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Ezechiel Cetak Gol, PSGC Ciamis Ditahan Imbang Persiba, Eka Ramdani Soroti Konsentrasi Pemain

Mengusung tema “Integrating Science and Elite Performance Towards National Football Glory”, NCFS 2026 mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan sepak bola.

Konferensi tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan nyata yang dihadapi dunia sepak bola di lapangan.

Sejumlah institusi pendidikan ikut ambil bagian dalam kegiatan ini di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), STKIP, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED).

Penelitian dan gagasan yang dipresentasikan mencakup empat bidang utama, yakni Football Performance, Physiology, and Conditioning; Football Sports Medicine, Biomechanics, and Rehabilitation; Football Coaching, Psychology, and Talent Development; serta Technology, Nutrition, Management, and Football Industry.

NCFS 2026 tidak hanya diarahkan sebagai forum akademik, namun menjadi upaya untuk memperkuat iklim penelitian dalam ekosistem sepak bola Indonesia

Hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi diharapkan dapat berkembang dalam bentuk applied research yang mampu menjawab persoalan nyata di lapangan. 

Sehingga, proses penelitian, representasi dan interpretasi data, hingga penerapan hasil riset dapat semakin dekat dengan kebutuhan pelatih, atlet, klub, federasi, maupun pemangku kepentingan olahraga lainnya.

“Dari hasil NCFS yang awal saat ini diinisiasi di Jambi, itu menurut saya legasinya sangat luar biasa. Karena di Jambi sekarang berdiri pusat penelitian sepak bola, di mana di situ akan ada digarap khususnya mungkin di area Sumatera,” kata Ratu Tisha Destria Wakil Ketua Umum PSSI dan Pendiri Grha Gemah Nusa Foundation, Minggu (6/9/2026).

“Beberapa data untuk implementasi penelitian yang nantinya kita akan coba dibutuhkan pusat penelitian itu di bawah Universitas Jambi,” kata Ratu Tisha menambahkan.

Lebih lanjut ia mengatakan pada saat NCFS 2025 salah satu peserta terbaiknya yang mempersentasikan mengenai implementasi statistik berdasarkan artificial intelligence (AI) sudah masuk ke area industri sepak bola. 

“Kemarin saya pantau mereka bekerja sama dengan PSF di beberapa lapangannya untuk mengimplementasikan hasil riset mereka, sehingga orang-orang yang bermain bola bisa juga mendapatkan data pribadi sendiri dan juga bisa membantu coachnya,” ungkapnya.

Penelitian Menjawab Kebutuhan

Menurutnya, ketika penelitian mampu menjawab kebutuhan nyata, ilmu pengetahuan tidak hanya menjadi referensi, tetapi dapat menjadi alat untuk menyelesaikan persoalan dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Di sisi lain, konferensi ini juga membawa misi yang lebih luas, yakni mendorong pertumbuhan literasi dan keilmuan keolahragaan di Indonesia.

“Jadi harapannya ini bisa konsisten terus kita jalankan, sehingga tiap tahunnya itu ada paper-paper yang kemudian turun menjadi warna-warna baru di industri keolahragaan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Belajar dari Persib, Panpel PSGC Ciamis Siapkan Sistem Tiket Online-Offline untuk Laga Kandang Liga 2

Sementara itu, NCFS 2026 turut menghadirkan sejumlah pembicara internasional dan nasional dengan pengalaman di bidang olahraga, ilmu keolahragaan, kesehatan, nutrisi, kepelatihan, serta manajemen sepak bola.

Mereka di antaranya Profesor Robbie Wilson dari The University of Queensland, Australia, yang merupakan kampus dua teratas dunia untuk sports science.

Kemudian Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, Head of Dietitian Professional Study Program Universitas Gadjah Mada; Profesor Raja Mohammed Firhad Raja Azidin, Dean Faculty of Sports Science and Recreation Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia; serta dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, Lecturer Sports Medicine Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia.

(Arif)

Bandara Husein Sastranegara Bandung Ditutup, Farhan Siapkan Mitigasi

0
Bandung@fokusjabar.id
Ribuan Penumpang di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung Gagal Berangkat Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Minggu (6/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menyiapkan langkah mitigasi menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah memasuki wilayah Bandung.

Dampak sebaran abu vulkanik tersebut turut menyebabkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dihentikan sementara.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung tengah menyusun langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik apabila sebarannya terus memasuki wilayah Kota Bandung.

Baca Juga: Penumpang Kecewa, Penerbangan Dibatalkan Bandara Husein Sastranegara Bandung

Menurutnya, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi yang berkaitan langsung dengan potensi dampak abu vulkanik, yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), AirNav Indonesia, serta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Kalau itu nanti kami sedang menyusun sebuah mitigasi apabila memang abu vulkaniknya sampai ke Bandung. Kami akan koordinasi yang pertama tentunya dengan BMKG, kedua dengan BPBD, ketiga dengan AirNav, dan keempat dengan KCIC,” kata Farhan, Minggu (6/9/2026).

Farhan menjelaskan, sebaran abu vulkanik berpotensi memengaruhi berbagai aktivitas dan layanan transportasi.

Perlu Jadi Perhatian

Karena itu, Pemkot Bandung perlu memastikan informasi mengenai perkembangan kondisi tersebut dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

Farhan juga menyoroti aktivitas anak-anak sekolah yang menggunakan sepeda motor. Menurutnya, apabila kondisi udara terdampak abu vulkanik, penggunaan kendaraan roda dua perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan paparan abu vulkanik.

“Termasuk juga penyampaian informasi kepada anak-anak, khususnya yang bersekolah yang juga pakai kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. Itu berbahaya sebenarnya,” katanya.

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung masih menunggu masukan dari instansi terkait sebelum mengeluarkan imbauan lebih lanjut kepada masyarakat, termasuk mengenai penggunaan masker.

Selain mengantisipasi potensi dampak abu vulkanik, Pemkot Bandung juga terus mendorong penguatan mitigasi terhadap ancaman bencana lainnya, termasuk gempa bumi.

Hentikan Aktivitas Penerbangan

Sementara itu, Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim mengatakan operasional penerbangan di Bandara Husein Sastranegara dihentikan sementara pada Minggu.

“BDO menghentikan aktivitas penerbangan dari pukul 12.07-16.00 WIB,” kata Arie.

Baca Juga: Bandara Husein Sastranegara Bandung Batalkan Penerbangan, Ini Penyebabnya

Penghentian operasional tersebut dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan sebaran abu vulkanik telah memasuki wilayah Bandung.

“Sudah terpapar volcanic ash (abu vulkanik),” ujarnya.

Arie mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum memutuskan pembukaan kembali aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara.

“Statusnya sama kaya Soekarno Hatta, akan dimonitor lebih lanjut sebarannya,” ungkapnya.

(Yusuf Mugni)

Penumpang Kecewa, Penerbangan Dibatalkan Bandara Husein Sastranegara Bandung

0
Bandung@fokusjabar.id
Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung menuju Denpasar, Bali, mendadak dibatalkan setelah para penumpang berada di dalam pesawat selama hampir 30 menit. Pembatalan terjadi di tengah gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung menuju Denpasar, Bali, mendadak dibatalkan setelah para penumpang berada di dalam pesawat selama hampir 30 menit.

Pembatalan terjadi di tengah gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Salah satu penumpang, Rosa Yusriana mengaku, sejak awal sudah menanyakan kemungkinan penerbangannya mengalami keterlambatan kepada petugas check-in.

Baca Juga: Bandara Husein Sastranegara Bandung Batalkan Penerbangan, Ini Penyebabnya

Hal itu dilakukan karena Rosa sebelumnya mendengar adanya penerbangan yang dibatalkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Sebetulnya saya sudah tanya dari awal. Kemarin juga sempat dengar ada cancel flight. Makanya tadi saya sempat tanya sama check-in, ada kemungkinan delay?” kata Rosa saat ditemui di lokasi Minggu (6/9/2026).

Namun, petugas saat itu memastikan penerbangannya masih sesuai jadwal.

“Katanya, enggak, still on schedule,” ujarnya.

Rosa kemudian bersama penumpang lainnya tetap mengikuti proses keberangkatan hingga masuk ke dalam pesawat. Namun, setelah hampir setengah jam berada di dalam pesawat, penumpang justru mendapat pengumuman bahwa penerbangan dibatalkan.

“Semua penumpang sudah masuk pesawat, kurang lebih hampir setengah jam di dalam pesawat. Tiba-tiba langsung diumumkan kalau penerbangannya dibatalkan,” ungkapnya.

Belum Ada Kepastian

Setelah pembatalan, para penumpang menanyakan kepada pihak maskapai mengenai kelanjutan perjalanan mereka.
Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan mereka dapat kembali diberangkatkan.

“Setelah itu kami tanya bagaimana kelanjutannya. Katanya akan diinformasikan dalam waktu yang belum ditentukan. Jadi sekarang kami masih menggantung,” katanya.

Rosa menduga kondisi tersebut juga berkaitan dengan penumpang dari penerbangan sebelumnya yang masih menunggu keberangkatan.

“Kemungkinan penerbangan yang dibatalkan kemarin juga masih menumpuk dan penumpangnya masih pending untuk hari ini,” ucapnya.

Rosa sempat mempertimbangkan mencari penerbangan alternatif melalui Surabaya. Namun, opsi tersebut belum dipilih karena masih mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik.

“Tadi saya sempat ngobrol dengan penumpang pesawat yang lain. Katanya kalau mau berangkat, mungkin harus melewati Jawa Barat dulu. Ada yang menyarankan penerbangannya dari Surabaya. Tapi itu juga belum tahu, karena mungkin bisa terbawa angin dan abu vulkaniknya juga. Jadi mungkin kami hold dulu. Kalau untuk jalur darat, kayaknya enggak,” ungkap Rosa.

Menunggu Kondisi Kondusif

Karena tidak terburu-buru, Rosa memilih menunggu hingga kondisi kembali kondusif.

“Karena tidak terburu-buru, kayaknya saya tunggu sampai situasinya kondusif saja,” ucapnya.

Rosa mengaku, kecewa karena pembatalan baru disampaikan setelah seluruh penumpang berada di dalam pesawat.

“Mendadak sekali,” katanya.

Menurut Rosa, informasi mengenai potensi gangguan penerbangan seharusnya disampaikan lebih awal sehingga penumpang dapat menyiapkan alternatif perjalanan.

“Kecewa, ya, kecewa banget. Seharusnya kalau sudah tahu situasinya memang sedang seperti ini, terus dengar juga di Cengkareng katanya di-close, seharusnya sudah tahu plan-nya harus seperti apa,” ujarnya.

Pembatalan Setelah Dalam Pesawat

Ia berharap, penumpang tidak baru mendapat informasi pembatalan setelah berada di dalam pesawat.

“Jangan sampai semua penumpang sudah masuk ke dalam pesawat, kemudian baru diinformasikan. Pokoknya kecewa pasti,” tegasnya.

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bandung, Penerbangan Terdampak

Sebelumnya, Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) akibat indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Penutupan berdasarkan NOTAM AirNav Indonesia tersebut berlaku mulai pukul 12.07 hingga 16.00 WIB.

Akibat penutupan tersebut, delapan penerbangan terdampak, terdiri dari empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan. Total sekitar 1.344 penumpang turut terdampak.

(Yusuf Mugni)