spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 116

Persikotas FC Akuisisi Lampung Nusantara FC, Bidik Tiket Liga 2 Nasional

0
persikotas FC
Ketua Umum Persikotas FC Nusantara Ecep S.Yasa, bersama pemainnya, memperkenalkan ke publik saat sesi Konferensi Pers di Cafe & Resto Crown Hotel Tasikmalaya. (Foto: Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Manajemen Persatuan Sepakbola Kota Tasikmalaya (Persikotas) FC, mengambil langkah besar untuk bisa berlaga di kasta liga 2 sepak bola tanah air.

Manajemen dengan langkah strategis mengakuisisi Lampung Nusantara FC yang kemudian berganti nama menjadi Persikotas Nusantara agar bisa berlaga di Liga 3 musim 2026/2027 dengan peluang mampu promosi ke Liga 2 Nasional. 

Ambisi tim kebanggaan Kota Santri di sampaikan langsung Ketua Umum Persikotas Nusantara, Ecep Suwardani Yasa atau Ecep S Yasa, dalam Press konferensi di Caffe and Resto Hotel Crown, Jalan R.E. Martadinata Cipedes Kota Tasikmalaya, Sabtu (6/9/2026).

BACA JUGA: Bawa Pulang Piala Gubernur, Persikotas FC Torehkan Sejarah untuk Kota Tasikmalaya

Bersamaan dengan pengumuman akuisisi klub, Ketua Umum juga memperkenalkan 3 orang pemain handal yang akan memperkuat lini tengah Persikotas Nusantara di liga 3 tanah air sekaligus memperkenalkan Jersey  tim untuk musim liga 3 Nusantara 2026/2027.

Punggawa tim yang di kenalkan yakni Dijan Polista, gelandang kelahiran Malang berusia 22 tahun, Reza Juhro eks pemain Barito Putera dan Boateng yang berasal dari Pantai Gading dan kini berstatus Warga Negara Indonesia.

“Ini langkah strategis kita untuk memperkuat tim. Kualitas pemain di Liga 3 sekarang sudah setara. Kami tidak boleh tertinggal. Tiga pemain ini di harapkan bisa langsung nyetel dengan kebutuhan skuad Persikotas Nusantara,” kata Ecep.

Ia menuturkan, bergabungnya sejumlah pemain baru di Persikotas Nusantara bukan sekadar menambah kekuatan dan ketajaman skuad. Tapi juga menjawab tuntutan kompetisi yang semakin ketat dan kompetitif. 

“Tentu dengan skuad yang kini telah terbentuk, di perkuat sejumlah pemain yang pernah merumput di liga 2 serta kerja keras dan kekompakan tim, kita optimis Persikotas mampu naik kasta di persepakbolaan nasional,” ujarnya.

Ia memastikan, meskipun nantinya lolos ke Liga 2, nama klub tidak akan berubah. Identitas Persikotas akan tetap di pertahankan dan di jaga sebagai bentuk penghormatan kepada sejarah dan pendukung setia Persikotas di Tasikmalaya.

Dukungan finansial dan sponsor menguat. Mulai Telkomsel, bank bjb dan Zestien telah resmi menjadi Sponsor Utama Persikotas Nusantara untuk musim ini.

“Selama dua bulan terakhir, tim sudah menjalani latihan intensif untuk menguji kekompakan dan merapatkan barisan. Ke depan, manajemen berencana menggelar laga uji coba melawan tim dengan level yang seimbang, sebelum liga 3 Nusantara bergulir,” ucap Ecep.

Soal home base, ia  menyebutkan Stadion Banjarsari di Kota Banjar masuk dalam opsi utama. Namun pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu. 

“Nanti kita survei dulu ke lokasi. Apakah layak dari sisi rumput, tribun, dan akses. Yang jelas kami ingin stadion yang nyaman untuk pemain dan penonton,” kata dia.

Ecep mengungkapkan,  kesiapan manajemen Persikotas untuk mengelola Stadion Wiradadaha jika mendapat izin dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. 

“Jika kami di izinkan dan MoU-nya jelas, kami siap mengelola Stadion Wiradadaha untuk menjadi basecamp tim agar lebih representatif dan layak untuk pertandingan profesional,” ucapnya.

Dirinya pun meminta, Pemkot Tasikmalaya bisa lebih memperhatikan fasilitas dan kelayakan Stadion Wiradadaha. Pasalnya, stadion yang representatif dan berstandar adalah penunjang utama kemajuan sepak bola di kota Tasikmalaya.

Sementara Boateng, pemain Persikotas Nusantara asal Pantai Gading, mengaku senang bisa bergabung dan memperkuat Persikotas Nusantara. 

“Saya siap bekerja keras dan membawa Persikotas Nusantara naik kasta ke Liga 2 ke depan. Atmosfer di Tasikmalaya luar biasa,” ucapnya.

BACA JUGA: Persikotas FC Raih Juara Kompetisi Liga 4 Seri 1 Jabar 2025

Hal senada juga di sampaikan Resa Zuhro, mantan pemain Barito Putera itu mengaku, tertantang bermain di liga 3 Nusantara. 

“Ini tantangan besar bagi saya.Target saya pribadi dan tim sama, bisa mengantarkan Persikotas Nusantara ke Liga 2 ke depan,” katanya.

Koordinator Tasik City Society, (Pendukung Fanatik Persikotas) Riki Hermawan, turut memberikan dukungan. Ia mengapresiasi keputusan dan langkah manajemen Persikotas FC dengan mengakuisisi Lampung Nusantara FC, demi membawa Persikotas bisa promosi ke liga 2 Nasional.

“Kami siap jadi pemain ke-13 di pinggir lapangan. Dukung penuh agar Persikotas agar bisa naik kasta mendatang. Sehingga bisa mengharumkan nama Kota Tasikmalaya, bukan hanya di Jawa Barat tapi juga di level nasional,” ujarnya. 

(Seda)

BKPRMI Ciamis Kenang Perjuangan Para Pendiri

0
BKPRMI Kabupaten Ciamis.
Kabag Kesra Setda Kabupaten Ciamis Anwar Solahudin (tengah) saat acara Milad BKPRMI Kabupaten Ciamis. (Foto: Husen)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perjalanan panjang Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Ciamis hingga usianya yang hampir menyentuh setengah abad tidak terlepas dari rekam jejak perjuangan yang penuh dinamika.

Hal tersebut di tegaskan oleh Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Ciamis, Munawar Hadiatin saat memberikan sambutan di sela-sela peringatan Milad ke-49 BKPRMI di Kabupaten Ciamis, Minggu (6/9/2026).

Dalam momentum bersejarah tersebut, Munawar mengenang masa-masa awal berdirinya organisasi yang di penuhi tantangan besar demi mempertahankan eksistensi dakwah kepemudaan.

Pada masa awal pendirian, para pengurus bahkan harus menghadapi tekanan berat dari aparat hingga berhadapan dengan hukuman penjara.

BACA JUGA: Tukang Becak Pasar Ciamis Tak Dapat Bagian Becak Listrik

“BKPRMI dalam perjalanannya juga mengalami perubahan dalam hal asas organisasi. Namun Pancasila saat ini menjadi pijakan yang dapat menaungi seluruh anggota BKPRMI di Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan BKPRMI senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai keislaman yang moderat dan merangkul seluruh elemen bangsa, tanpa memicu eksklusivitas dalam kehidupan bermasyarakat.

“Islam nya adalah Islam yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Apresiasi tinggi atas kiprah panjang organisasi pemuda masjid ini turut di sampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang di wakili oleh Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Ciamis, Anwar Solahudin menilai, BKPRMI telah menjadi pilar penting dalam pembinaan mental dan moral generasi muda.

BACA JUGA: Ezechiel Cetak Gol, PSGC Ciamis Ditahan Imbang Persiba, Eka Ramdani Soroti Konsentrasi Pemain

“BKPRMI secara konsisten terus mendorong lahirnya generasi yang Qurani, berakhlak mulia dan mencintai masjid,” jelasnya.

Anwar menuturkan, tantangan masa depan menuntut remaja masjid untuk tidak hanya unggul secara rohani dan pemikiran. Tetapi juga bugar secara fisik.

Oleh karena itu, penguatan potensi pemuda masjid di Ciamis harus di lakukan secara seimbang antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan kesehatan jasmani.

“Acara milad ini juga tadi telah di langsungkan pertandingan bola voli,” ungkapnya.

BACA JUGA: Nyiar Lumar Kembali Hidupkan Astana Gede Kawali Ciamis

Rangkaian peringatan Milad ke-49 BKPRMI di Ciamis ini di warnai dengan nuansa kebersamaan dan kegiatan olahraga antarpengurus serta kader pemuda masjid.

(Husen Maharaja)

Mobil Pickup Terbakar di Kota Banjar, Pengemudi Luka Berat

0
kota banjar
Kondisi mobil pick up yang terbakar di Kota Banjar. (Foto: Budiana Martin)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Sebuah mobil pickup terbakar di Jalan Pengairan, Kelurahan Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Minggu (6/9/2026). 

Api pertama kali terlihat dari bagian mesin sekitar pukul 05.40 WIB, membuat pengemudi panik hingga kendaraan masuk ke saluran drainase.

Kepala UPTD Penanggulangan Kebakaran Kota Banjar, Aam Amijaya, menyebut dugaan awal kebakaran di picu hubungan arus pendek. 

“Mobil pickup milik Nana Kusmana (51), warga Dusun Pananjung, ludes terbakar dengan kerugian di taksir mencapai Rp25 juta,” kata Aam saat di hubungi.

BACA JUGA: Ada Perbaikan Pipa HDPE, Ini Imbauan Perumdam Tirta Anom

“Akibat insiden ini, pengemudi mengalami luka berat dan langsung mendapat penanganan medis. Tidak ada korban jiwa lain dalam kejadian tersebut,” tambahnya.

Sebagai informasi petugas damkar tiba di lokasi 14 menit setelah kejadian tersebut.Satu unit pancar dan satu tangki air dikerahkan untuk memadamkan api. 

Proses pendinginan dan asesmen berlangsung sekitar 30 menit.Selain regu damkar, unsur TNI, Polri, tenaga medis, dan warga sekitar ikut membantu penanganan.

(Budiana Martin)

Pengalaman Pertama Bocah 8 Tahun Naik Helikopter di Pangandaran AirShow 2026

0
Pangandaran Airshow 2026
Raka bocah yang pertama naik helikopter setelah menikmati langit Pangandaran. (Foto: Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Senyum lebar dan langkah lari kecil mengiringi Raka (8), warga Pangandaran, usai menjajal helikopter dalam agenda Joy Flight Pangandaran AirShow 2026 di Susi International Beach Strip, Sabtu (5/9/2026).

Bagi Raka, ini adalah pengalaman pertama kalinya mengudara dengan helikopter. Bersama empat anak lainnya, ia diajak mengelilingi kawasan Pantai Pangandaran selama beberapa menit menggunakan helikopter jenis Robinson.

Usai mendarat, Raka langsung turun dan berlari dengan raut wajah penuh kegembiraan. Di tangannya, tergenggam bingkisan bingkisan (goodie bag) yang diberikan oleh panitia.

BACA JUGA: Dedi Mulyadi Sebut Susi Pudjiastuti ‘Ratu Laut Kidul’ Saat Buka Pangandaran AirShow 2026

Raka mengaku perasaannya campur aduk saat pertama kali terbang di udara.

“Senang, tapi deg-degan. Di atas rasanya deg-degan,” ujar Raka sumringah.

Meski sempat merasa tegang, bocah berusia 8 tahun ini mengaku ketagihan dan ingin mencoba terbang kembali.

“Pengin, pengin naik lagi. Iya, dapat hadiah juga,” ucapnya sambil menunjukkan bingkisan dari panitia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan bahwa ajang Pangandaran AirShow akan terus digelar setiap tahun dan resmi masuk ke dalam agenda rutin Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kegiatan Pangandaran AirShow ini menjadi kegiatan rutin. Tadi Bu Susi bilang ke saya katanya tidak di-support oleh Pemprov. Mulai sekarang saya support,” tegas Dedi di hadapan Susi Pudjiastuti.

Saat ditanya mengenai bentuk dukungan yang akan diberikan, Dedi merespons dengan nada bercanda.

“Ya, kalau support itu kan ada yang kontan, ada yang kredit. Yang penting sudah support,” katanya diselingi tawa.

Dedi berharap Pangandaran AirShow tidak sekadar menjadi pertunjukan atraksi pesawat, melainkan mampu memacu minat masyarakat terhadap dunia kedirgantaraan sekaligus menjadi daya tarik utama wisatawan.

“Semoga kegiatan hari ini memacu adrenalin kita memahami kedirgantaraan dan luasnya alam Indonesia. Semoga ini menjadi event yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang-orang untuk datang ke Pangandaran,” tutur Dedi.

BACA JUGA: Kapolda Jabar Hadiri Pangandaran AirShow 2026, 60 Pesawat Tampil dalam Atraksi Udara

Ia juga menitipkan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk terus membenahi penataan lingkungan kawasan wisata.

“Semoga bupatinya terus membersihkan lingkungannya, yang kumuh-kumuh segera dibenahi. Karena bupatinya kinclong, maka Pangandaran tidak boleh ada kekumuhan,” tambahnya.

Selain menyajikan fasilitas Joy Flight, Pangandaran AirShow 2026 turut memanjakan pengunjung dengan berbagai atraksi udara pesawat Susi Air, paralayang, pameran alutsista, hingga panggung konser musik gratis yang berhasil menyedot ribuan penonton.

(Sajidin)

KKP Turun Tangan Usut Dugaan 6 SHM di Harim Laut Pantai Madasari Pangandaran

0
Pantai Madasari
Tim Pengawas KKP saat melakukan pendataan di kawasan Pantai Madasari, Pangandaran. (Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun langsung ke Pantai Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Minggu (6/9/2026). 

‎Kedatangan tim untuk mengusut dugaan adanya sertifikat hak milik (SHM) di kawasan yang diduga masuk harim laut atau sempadan pantai.

‎Pengawas Kelautan/Polsus PWP3K Pangkalan PSDKP Jakarta, Sugeng Riyadi, mengatakan pihaknya datang menindaklanjuti aduan masyarakat.

‎”Kami mendapat tugas dari PSDKP Jakarta karena ada aduan mengenai tanah harim atau sempadan Pantai Madasari yang memiliki sertifikat tanah milik pribadi,” kata Sugeng di lokasi.

BACA JUGA: Misteri Nama “Tuti Nurhaeti” di Peta Blok Lahan Pantai Madasari Pangandaran

‎Tim tidak hanya melakukan pengecekan lapangan, tetapi juga menggali keterangan dari masyarakat, nelayan, hingga Pemerintah Desa Masawah. Tujuannya memastikan posisi bidang tanah bersertifikat terhadap batas kawasan pesisir.

‎Berdasarkan pengamatan awal, Sugeng menyebut sebagian bidang tanah yang dipersoalkan secara kasat mata berada di kawasan sempadan pantai. Acuan yang digunakan adalah jarak 100 meter dari titik pasang tertinggi.

‎”Kalau secara kasat mata saat ini, terlihat dari 100 meter dari ombak pasang tertinggi, yang diduga bersertifikat ini masuk ke dalam harim laut atau sempadan pantai,” ungkapnya.

‎Namun ia menegaskan hasil itu belum final. Tim masih akan melakukan pemetaan berbasis data koordinat dan mencocokkannya dengan garis pantai Jawa Barat serta data pertanahan.

‎”Untuk hasilnya nanti kami lakukan pemetaan, kemudian kami konfirmasi dengan garis pantai Jawa Barat. Dari situ akan diketahui apakah secara hukum masuk ke dalam harim laut atau sempadan pantai,” kata dia.

‎Dalam pendataan awal, tim menemukan sedikitnya 6 sertifikat. Jumlah itu masih berpotensi bertambah.

‎”Sertifikat itu menumpuk karena kami hanya memetakan koordinat untuk titik yang bersinggungan dengan harim laut atau sempadan pantai,” kata Sugeng.

‎KKP tidak memetakan seluruh bidang tanah, melainkan fokus pada titik yang diduga bersinggungan dengan kawasan harim laut.

BACA JUGA: Viral Papan SHM di Pantai Madasari, Bupati Pangandaran Libatkan BPN Telusuri Legalitas Sertifikat

‎Seluruh data dan keterangan yang dikumpulkan akan dibawa ke Jakarta untuk dilaporkan ke pimpinan PSDKP. Langkah lanjutan akan menunggu arahan.

‎”Untuk selanjutnya kami akan melaporkan dulu hasil ini ke pimpinan di Jakarta dan kami menunggu arahan kembali dari pimpinan,” ujar Sugeng.

‎Polemik SHM di kawasan pesisir Madasari ini menjadi sorotan karena menyangkut ruang laut dan hak masyarakat nelayan yang menggantungkan hidup di pantai tersebut. 

(Sajidin)

Karhutla di Ciganjeng Pangandaran Mencapai 10 Hektare

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Ciganjeng Kabupaten Pangandaran. (Foto: Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Pangandaran. Kali ini api melalap perkebunan di Blok Bedahan Dusun Pasar, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Minggu (6/9/2026). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.

‎Kepala Dusun Pasar, Adang Misbah, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WIB. Padahal satu jam sebelumnya, kondisi masih aman.

‎”Kurang lebih terjadi pukul 11.30. Karena pukul 11.00 saya masih lewat daerah sini, belum ada kejadian kebakaran. Tahu-tahu ada informasi katanya sudah mulai kebakaran,” ujar Adang di lokasi, Minggu (6/9/2026).

BACA JUGA: Lahan Bekas Galian Seluas 1 Hektare di Lakbok Ciamis Kebakaran

‎Warga bersama perangkat desa langsung melakukan pemadaman secara manual. Namun upaya itu terkendala medan dan cuaca kemarau.

‎”Sangat-sangat terjal. Kita nggak bisa naik ke atas karena batuan semua cadas. Masih ada sekitar 50 meter lagi ke lokasi yang belum padam,” ucap Adang.

‎Kondisi kemarau membuat sumber air di sekitar lokasi mengering. Warga terpaksa memadamkan api dengan peralatan seadanya.

‎”Pemadaman manual menggunakan seadanya. Di sini juga kemarau, jadi susah air. Di sungainya juga sudah kering. Kita sebisa-bisanya menggunakan pohon yang masih hijau, daun-daun untuk memukul supaya api tidak menjalar,” ujarnya.

‎Sebagian titik api berhasil dipadamkan. Namun sejumlah titik di area perbukitan masih sulit dijangkau.

‎Adang berharap petugas pemadam kebakaran segera dikirim ke lokasi untuk mencegah api merambat lebih luas.

‎”Sebaiknya secepatnya kirim pemadam kebakaran (Damkar) untuk bisa menghalau agar api tidak menjalar lebih luas lagi,” katanya.

Diduga Akibat Puntung Rokok

‎Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Adang menduga api berasal dari kelalaian pembakaran atau puntung rokok.

‎”Dugaannya bisa saja karena kelalaian habis bakar-bakar atau orang ke kebun mencari kayu bakar kemudian membuang puntung rokok. Bisa saja terjadi, tapi yang pastinya belum tahu,” ucap Adang.

‎Ia menjelaskan lahan tersebut merupakan kebun kayu racuk. Kondisi tanah yang didominasi batuan cadas membuat tanaman lain sulit tumbuh.

‎”Ini sebenarnya kebun kayu racuk. Karena memang ditanami kayu lain juga susah karena terlalu banyak batuan, cadas,” ujarnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman oleh warga masih terus dilakukan. 

(Sajidin)

Angin Kencang Terjang Sukadana Ciamis, Pohon Kelapa Timpa Gudang

0
Sukadana Ciamis
Pohon kelapa timpa gudang warga di Sukadana Ciamis. (Foto: Husen)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang wilayah Dusun dan Desa Margaharja Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis, Jawa Barat Minggu (6/9/2026). Peristiwa ini mengakibatkan sebuah pohon kelapa berukuran besar roboh dan menimpa bangunan gudang milik lansia bernama Utar Supriatna (67).

Hantaman batang pohon kelapa tersebut membuat konstruksi atap bagian gudang rumah korban rusak parah dan hancur berantakan.

Kronologi Kejadian dan Estimasi Kerugian

Danposmil Sukadana, Serma Sailan, mengonfirmasi bahwa insiden pohon tumbang ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat angin kencang mendadak melintasi kawasan pemukiman warga Desa Margaharja. Terjangan angin yang cukup kuat memicu pohon kelapa di dekat pemukiman tersebut roboh ke arah atap gudang.

BACA JUGA: Lahan Bekas Galian Seluas 1 Hektare di Lakbok Ciamis Kebakaran

“Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materiil hingga Rp3.000.000 akibat atap gudang yang hancur total tertimpa batang pohon,” kata dia.

Menerima laporan dari warga setempat pada petang harinya, personel TNI dari Posmil Sukadana langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memimpin proses evakuasi.

“Menurut laporan angin itu menerjang wilayah Desa Margaharja cukup kencang sehingga bisa menyumbangkan pohon Kelapa itu,” ucapnya.

Sailan melanjutkan, beberapa saat setelah kejadian pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk membantu melakukan penanganan dengan mengevakuasi pohon kelapa itu dari rumah korban.

“Kami bersama unsur terkait dan masyarakat telah bergotong royong mengevakuasi batang pohon kelapa itu dan kejadian itu dilaporkan ke pimpinan atas serta ke instansi terkait,”

ungkapnya. 

(Husen Maharaja)