spot_imgspot_img
Selasa 31 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 116

Pemkot Bandung akan Tertibkan PKL Musiman yang Langgar Zona Larangan

0
bandung@fokusjabar.id
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Bambang Sukardi.(FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung memastikan akan bertindak tegas. Terhadap pedagang kaki lima (PKL) musiman yang berjualan di zona larangan selama bulan suci Ramadan.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi pedagang. Yang berjualan di kawasan yang telah di tetapkan sebagai zona larangan atau bukan peruntukan berdagang.

“Untuk tempat-tempat yang memang di larang, kalau dulu di sebut zona merah, sekarang zona bukan peruntukan. Kami akan tetap tegas dan tidak memberikan toleransi untuk berdagang di sana.
Namun kami akan tetap melakukan pendekatan persuasif, sekaligus tegas terhadap pedagang musiman yang meningkat selama Ramadan,” kata Bambang Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Kota Bandung Penyumbang Terbanyak Kedua Kasus TBC di Jabar

Menurutnya, keberadaan PKL musiman kerap memicu kemacetan, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Sehingga perlu di lakukan pengawasan bersama oleh aparat kewilayahan.

“Kenyamanan warga masyarakat adalah yang paling utama. Kami juga menghimbau jajaran kewilayahan untuk membantu pengawasan. Karena biasanya aktivitas tersebut dapat menimbulkan kemacetan, terutama saat menjelang waktu berbuka puasa,”katanya.

Bambang menyebut, bahwa pedagang masih di perbolehkan berjualan. Selama berada di lokasi yang sesuai peruntukannya dan tetap mematuhi aturan yang berlaku.

“Pada prinsipnya, untuk tempat-tempat yang memang di larang, jelas kami akan melarang. Namun untuk tempat yang sesuai peruntukannya, silakan berjualan, tetapi tetap harus tertib. Jangan sampai menimbulkan kemacetan atau dampak yang lebih luas,”ucapnya.

Peran Aktif Satgas Linmas

Ia juga meminta peran aktif Satgas Linmas, aparat kelurahan, serta tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW. Untuk membantu mengatur penempatan lapak dan parkir agar tidak meluas hingga mengganggu badan jalan.

Baca Juga: Jangan Asal Murah! Ini Cara Tepat Memilih Vendor Penangkal Petir Profesional

Selain itu, kawasan yang rutin menjadi pusat aktivitas pedagang musiman seperti sekitar Pusdai dan Masjid Istiqomah. Akan menjadi perhatian khusus melalui koordinasi dengan aparat kewilayahan.

Sementara itu, untuk kawasan Lengkong Kecil yang di kenal sebagai sentra kuliner, Satpol PP memperbolehkan aktivitas usaha. Selama para pelaku usaha mengikuti kebijakan pemerintah, menjaga ketertiban, dan tidak menimbulkan kemacetan.

“Lengkong Kecil memang kawasan kuliner. Selama pelaku usaha mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah, menjaga ketertiban, serta tidak menimbulkan kemacetan, silakan beroperasi. Sejauh ini belum ada laporan negatif kepada jajaran Satpol PP,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Kota Bandung Penyumbang Terbanyak Kedua Kasus TBC di Jabar

0
bandung@fokusjabar.id
Ilustrasi Penyakit TBC -Ist-

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat sebanyak 18.846 warga terdiagnosis tuberkulosis (TBC) sepanjang 2025.

Angka tersebut menempatkan Kota Bandung sebagai daerah dengan jumlah penderita TBC terbanyak kedua di Jawa Barat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih mengatakan, tingginya kasus TBC menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan memerlukan upaya penanggulangan yang lebih intensif.

Baca Juga: Innalillahi wa Innailaihi Rojiun Ibunda Wali Kota Bandung Tutup Usia

“Di Jawa Barat sendiri, Bandung itu kedua terbanyak penderita TBC. Ini menjadi perhatian kami Pemerintah Kota Bandung bahwa memang harus ada upaya penanggulangan yang lebih,”kata Dadan Kamis (19/2/2026).

Sebagai langkah penanganan, Dinkes Kota Bandung mengundang seluruh camat se-Kota Bandung untuk terlibat aktif dalam upaya penanggulangan TBC, khususnya melalui penguatan koordinasi di tingkat kewilayahan.

Menurutnya, respons dari pihak kecamatan cukup positif dan seluruh unsur kewilayahan siap bekerja sama untuk menekan angka penyebaran TBC.

“Kami mengundang camat se-Kota Bandung untuk ikut serta dalam penanggulangan TBC ini. Respons dari teman-teman kewilayahan sangat baik dan kita semua siap bekerja sama berkoordinasi untuk penanggulangan TBC di Kota Bandung,” katanya.

Kasus TBC Ibu Hamil

Dadan menjelaskan, bahwa kondisi pasien saat datang ke fasilitas kesehatan beragam. Sebagian pasien sudah menunjukkan gejala khas TBC, namun ada pula yang tidak bergejala dan baru terdeteksi melalui skrining kesehatan.

“Ada yang tanpa gejala, kemudian saat skrining ternyata TBC. Tapi umumnya yang bergejala itu batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, dan keringat pada malam hari,” jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Atur Jam Masuk ASN Saat Ramadan

Selain itu, pihaknya  juga menemukan kasus TBC pada ibu hamil yang sebelumnya tidak memiliki keluhan, namun terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan rutin.

Dadan menambahkan, bahwa kasus TBC di Kota Bandung tergolong merata. Meski demikian, beberapa wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Kecamatan Kiaracondong dan Babakan Ciparay.

“Sebarannya merata di Kota Bandung. Tapi di daerah padat penduduk seperti Kiaracondong dan Babakan Ciparay itu lebih banyak, meskipun selisihnya tidak terlalu jauh dengan wilayah lain,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Guru Harus Bisa Belajar Dengan Mau Mendengarkan Peserta Didik

0
guru belajar @fokusjabar.id
Deputy CEO Bidang Pendidikan Idrisiyyah Tasikmalaya, Adang Nurdin M.S., M.Pd,.(Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tiga modal yang Allah SWT berikan kepada setiap manusia adalah sama. Yakni berupa potensi pendengaran, penglihatan dan hati nurani. Modal yang sama teresebut akan menghasilkan sebuah ilmu pengetahuan apabila modal itu di kelola dengan sikap syukur.

Hal tersebut di sampaikan Deputy CEO Bidang Pendidikan Idrisiyyah Tasikmalaya, Adang Nurdin M.S., M.Pd, melalui tulisan yang di terima FOKUSJabar.id.

Bentuk dari mengelola modal dan karunia besar dari Allah SWT ialah dengan bersyukur. Pendengarannya di gunakan untuk mendengarkan berbagai hal yang bermanfaat dan menambah wawasan, kajian, pembinaan, seminar.

Baca Juga: Menjadi Seorang Guru, Pendidik dan Motivator

Bahkan lebih dari itu Guru dan Pendidik bisa belajar dengan mau mendengarkan peserta didik. Mendengarkan rekan sepforesi, orangtua dengan berbagai problematika di dalamnya sebagai sebuah pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005. Tentang Guru dan Dosen pasal 10 ayat (1), ada 4 kompetensi yang wajib di miliki seorang guru. Yaitu kompetensi pedagodik, kepribadian, sosial dan profesional.

Kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan atau keterampilan guru yang bisa mengelola suatu proses pembelajaran. Atau interaksi belajar dan mengajar dengan peserta didik.

Kompetensi pedagogik lahir dari kompetensi pribadi seorang guru yang mampu mengambil ibrah (pelajaran) dari setiap kendala yang di hadapi. Ketika proses belajar mengajar, menghadapi permasalahan anak-anak yang sulit belajar, malas, hiperaktif. Maka dapat membuat problem di olah menjadi sebuah solusi.

Itulah buah dari mendayagunakan modal yang Allah SWT berikan berupa pendengaran, penglihatan dan hati nurani. Lahir sebuah kreativitas guru dalam mendidik dan selalu menemukan solusi dari setiap permasalahan pembelajaran di kelas.

Wujud dari Kompetensi Sosial

Menjadi guru yang memiliki ‘Sense of Care and Sense of Belonging’ adalah wujud dari kompetensi sosial. Peduli terhadap perkembangan siswa, peduli terhadap perkembangan lembaga, sekolah bukan di jadikan semata-mata tempat bekerja saja.

Lebih dari itu sekolah di jadikan sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT. Dalam rangka memperoleh tiket anugrah Allah SWT sebagai orang yang berilmu dan bermanfaat ilmunya.

Dengan mendayagunakan modal yang Allah SWT berikan dengan baik dan maksimal. Maka akan lahir guru profesional yang memiliki jiwa pembelajar dan jiwa pengabdi.

Sebagaimana dokter bertugas mengobati penyakit pasien, guru bertugas mengatasi berbagai keluhan belajar yang di hadapi siswa. Keduanya di tuntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugas.

Guru yang dekat dengan siswa dan berpengalaman mengajar bertahun-tahun akan mengetahui berbagai ‘penyakit’ yang biasa di derita siswa. Dengan demikian, guru tersebut tak akan kesulitan menemukan solusi yang tepat.

Penyakit Siswa Rendahnya Motivasi

Sehingga sangat tidak wajar jika guru yang sudah mengajar bertahun-tahun kemudian menemukan permasalahan belajar yang sama. Tapi tidak memiliki ‘obat’ dengan resep yang pas sebagai solusinya. Seharusnya pengalaman guru mampu di jadikan berbagai formulasi resep untuk setiap penyakit belajar siswa.

Salah satu ‘penyakit’ yang biasa di hadapi siswa adalah rendahnya motivasi. Itu terlihat dari aktivitas siswa dalam KBM dan saat mengerjakan tugas yang di berikan guru. Padahal, motivasi merupakan pilar keberhasilan dalam belajar.

Baca Juga: Suasananya Indah, Situ Gede Tasikmalaya Cocok Jadi Tempat Ngabuburit

Tanpa motivasi yang kuat, KBM tak akan berhasil. Ketika guru melihat siswa kehilangan motivasi belajar, perlu di telusuri penyebabnya, lalu di carikan solusi. Guru jangan menunggu siswa datang untuk sharing.

Guru harus peka terhadap kondisi siswanya. Tak jarang pula, minat baca siswa rendah. Siswa lebih betah berjam-jam di depan televisi daripada membaca. Untuk membangkitkan minat baca siswa, guru bisa menunjukkan betapa banyak manfaat membaca.

Misalnya, membangkitkan kreativitas, memberikan hiburan yang sehat, bahkan (bagi seorang muslim) perintah agama. Selain itu hal ini juga di sebabkan oleh rendahnya minat baca guru-guru di sekolah. Yang tidak menjadi uswah bagi budaya literasi sekolah.

(Nanang Yudi)

Menjadi Seorang Guru, Pendidik dan Motivator

0
guru pendidik motivator@fokusjabar.id
Deputy CEO Bidang Pendidikan Idrisiyyah Tasikmalaya, Adang Nurdin M.S., M.Pd.(Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Deputy CEO Bidang Pendidikan Idrisiyyah Tasikmalaya, Adang Nurdin M.S., M.Pd, dalam tulisannya menyampaikan. Bahwa, semua mungkin pernah mendengar atau membaca sebuah ungkapan yang sangat luar biasa.

Ungkapan itu adalah, “Guru memang bukan orang hebat, tapi semua orang hebat berkat jasa seorang guru”. Ungkapan ini menyadarkan kita bahwa guru memiliki peranan besar terhadap keberhasilan orang-orang yang sukses.

Tugas guru bukan hanya sebatas mengajar di dalam kelas, tapi guru adalah pendidik yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didiknya. Baik perkembangan intelektualnya, perkembangan fisiknya dan juga perkembangan akhlaknya.

Baca Juga: Suasananya Indah, Situ Gede Tasikmalaya Cocok Jadi Tempat Ngabuburit

Selain itu juga sebagai motivator. Guru harus mampu memberikan motivasi kepada para peserta didiknya, sehingga peserta didik bukan hanya menjadi pribadi yang siap di ajari. Namun lebih dari itu mereka menjadi pribadi yang siap belajar dan siap berubah untuk lebih baik.

Perkembangan dan kemajuan zaman memberikan banyak kemudahan untuk para peserta didik bisa belajar. Akses internet yang mudah sesungguhnya mempermudah belajar. Sehingga seakan-akan guru tidak di butuhkan lagi keberadaannya, karena merasa bisa belajar dari sumber-sumber yang ada.

Padahal pemahaman seperti ini adalah hal yang salah, karena mungkin para peserta didik bisa belajar di mana saja melalui internet.

Akan tetapi ada hal yang tidak bisa di dapatkan dari pembelajaran lewat internet. Yaitu contoh hidup atau uswah seorang guru yang hadir di tengah-tengah para peserta didik.

Yang mampu mentransfer nilai-nilai kehidupan dari perilaku kesehariannya yang langsung di lihat peserta didik. Motivasi yang mampu membangkitkan semangat dan ruh perjuangannya.

Keberadaan guru di tengah-tengah peserta didik harus menjadi contoh atau uswah yang baik bagi para peserta didik. Dan ini menjadi tugas bagi guru, karena peserta didik adalah peniru yang baik.

Maka kewajiban seorang guru untuk terus meningkatkan kompetensi diri adalah dengan terus belajar, karena ketika seorang guru berhenti belajar. Maka berhentilah karir seorang guru untuk menjadi contoh atau uswah yang baik bagi peserta didiknya.

Reading Habit Guru

Sebagai seorang Guru dan Pendidik yang dapat di jadikan teladan bagi peserta didik. Reading habit guru harus selalu meningkat sebagai sarana penambahan wawasan.

Jangan sampai anak didik selangkah lebih maju daripada gurunya dari aspek pengetahuan. Sebagai dampak derasnya informasi melalui media sosial yang di terima oleh anak-anak.

Dalam persfketif Islam Allah SWT memberikan modal yang luar biasa kepada setiap manusia untuk terus belajar dan mengambil pelajaran. Seperti informasi yang datang melalui penglihatan, pendengaran akan turun ke hati.

Baca Juga: Dugaan Pelanggaran KDB, TPS Desak Pemkot Tasikmalaya Bersikap Tegas

Hati yang merasa dan tersambung kepada Allah SWT. Sehingga mampu mengolah informasi menjadi sebuah pembelajaran.

Apa yang di lihat dan di dengar bukan hanya berlalu begitu saja. Namun ada proses olah rasa dan olah hati yang menjadikan pribadi guru yang pandai merasa, bukan merasa pandai. Dari sana akan tumbuh kenginan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri.

Al-Qur’an menyebutkan “Dan Allah SWT mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur” (QS.An-Nahl:78).

(Nanang Yudi)

Andrew Jung Kecewa, Pelatih Persib Fokus Liga Domestik

0
Andrew Jung Persib fokusjabar.id
Andrew Jung (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Striker Persib Bandung, Andrew Jung mengaku kecewa timnya tereliminasi dari AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026.

Menurut Andrew Jung, Persib Bandung mengawali laga dengan performa yang cukup menjanjikan. Di mana, tim tampil dominan dan berhasil menciptakan beberapa peluang hingga membuahkan gol di babak pertama.

BACA JUGA:

Kalah Agregat, Persib Bandung Gagal Tembus 8 Besar ACL 2

“Seperti kata pelatih, babak pertama kami bermain bagus. Kami punya peluang, kami mencetak gol,” kata Andrew ujar Jung.

Namun, pemain yang dinobatkan sebagai man of the match ini mengatakan, situasi pertandingan berubah menjadi lebih sulit setelah Ratchaburi bermain dengan strategi bertahan total.

Apalagi di babak kedua, Maung Bandung harus bermain dengan 10 orang setelah Uilliam Barros mendapatkan kartu merah di ujung babak pertama.

“Setelah itu, situasi 10 lawan 11 membuat kemenangan menjadi lebih sulit,” ungkapnya.

Jung menegaskan, akar masalah terhentinya langkah Persib sebenarnya terjadi pada pertemuan pertama di Thailand. Dia merasa beban kekalahan pada leg pertama adalah faktor utama kegagalan secara agregat.

BACA JUGA:

“Itu saja, kami tereliminasi. Tapi seperti kata pelatih, kami kalah di pertandingan pertama, bukan sekarang, bukan hari ini,” tegas Jung.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Bojan Hodak menilai, para pemain sebenarnya tampil cukup baik selama 45 menit pertama.

Meski lawan bertahan, Persib bandung mampu mencetak gol dan menciptakan beberapa peluang.

Pada laga tersebut, satu gol Persib lain harus dianulir oleh wasit. Hodak meyakini, jika situasi pertandingan berjalan normal 11 lawan 11, timnya memiliki peluang besar untuk lolos ke babak berikutnya.

Bojan mengakui, penyebab utama kegagalan bukan hanya terjadi di laga ini. Melainkan performa buruk pada leg pertama.

Dia menyebut, pada pertemuan pertama tidak berada di level permainan yang seharusnya.

Usai tersingkir dari kancah Asia, Bojan menginstruksikan timnya  segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik.

(Bambang Fouristian)

Suasananya Indah, Situ Gede Tasikmalaya Cocok Jadi Tempat Ngabuburit

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Situ Gede Kota Tasikmalaya.(Nanang Yudi/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Objek wisata Situ Gede yang berada di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Merupakan tempat yang cocok bagi warga untuk ngabuburit saat bulan puasa ramadan.

Dengan suasana danau yang menyajikan pemandangan yang indah dengan view gunung galunggung. Warga yang ngabuburit di Situ Gede akan merasakan sensasi beda.

Selain ngabuburit, para pengunjung juga bisa melakukan wisata religi. Dengan menyebrangi danau menuju sebuah pulau kecil di sana terdapat beberapa makam yang di keramatkan.

Baca Juga: Dugaan Pelanggaran KDB, TPS Desak Pemkot Tasikmalaya Bersikap Tegas

Tidak hanya itu, untuk mengisi waktu ngabuburit, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alam yang sejuk. Dengan menggunakan perahu untuk mengeliligi Situ Gede.

Jika maghrib tiba dan waktunya berbuka puasa, di sekitar Situ Gede tersedia hidangan kuliner khas. Yaitu ikan bakar dengan kelapa mudanya.

Objek wisata Situ Gede telah di revitalisasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023. Dengan sumber anggaran dari APBD Jabar 2022 senilai Rp6,3 miliar pada saat Gubernurnya masih Ridwan Kamil.

Situ Gede memiliki luas sekitar 48 hektar, dengan kedalaman air danau sekitar 1,5 sampai dengan 6 meter. Dan lokasinya pun berada di tengah Kota Tasikmalaya dengan di kelilingi hutan pinus.

Baca Juga: Joging Track dan Pesona Indah Situ Gede Kota Tasikmalaya

“Situ Gede memang cocok untuk tempat ngabuburit, pemandanga yang indah. Kalau sore hari warna air danau seperti perak yang begitu cerah,” ungkap Didin seorang warga Cipedes, Kota Tasikmalaya, Kamis (19/2/2026).

Sehingga dengan suasana yang membuat represh, lanjut dia, Situ Gede memang memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi saat bulan suci ramadan tiba.

“Ngabuburit ke Situ Gede kan pulangnya bisa bawa kelapa muda atau ikan bakar untuk berbuka puasa. Menikmati pemandangan di sana waktu tidak terasa. Puasa tahun kemarin juga sering kesini,” ujarnya.

(Nanang Yudi)

Gagal di ACL 2, Pelatih Persib Bandung Fokus Super League

0
Persib Bandung ACL 2 fokusjabar.id
Bojan Hodak (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Tim asal Thailand berhasil menghentikan langkah Perib Bandung di AFC Champions League Two (ACL 2).

Tim besutan Bojan Hodak terhenti di babak 16 Besar setelah kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC.

BACA JUGA:

Meski Berat, Federico Barba Tetap Optimistis

Pada pertandingan leg pertama di Thailand, Persib Bandung menyerah 3-0. Sementara di leg kedua, Thom Haye dan kawan-kawan hanya mampu mencetak 1 gol.

Menurut penilaian Bojan Hodak, para pemain sebenarnya tampil cukup baik selama 45 menit pertama.

Meski lawan bertahan, Persib bandung mampu mencetak gol dan menciptakan beberapa peluang.

Pada laga tersebut, satu gol PERSIB lain harus dianulir oleh wasit. Hodak meyakini, jika situasi pertandingan berjalan normal 11 lawan 11, timnya memiliki peluang besar untuk lolos ke babak berikutnya.

Bojan mengakui, penyebab utama kegagalan bukan hanya terjadi di laga ini. Melainkan performa buruk pada leg pertama.

Dia menyebut, pada pertemuan pertama tidak berada di level permainan yang seharusnya.

BACA JUGA:

Persib Bandung versus Ratchaburi FC, Ini Janji Bojan Hodak

Usai tersingkir dari kancah Asia, Bojan menginstruksikan timnya  segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik.

Dengan jadwal padat yang menanti, yakni dua pertandingan dalam delapan hari ke depan, pemulihan dan konsentrasi menjadi prioritas utama.

“Sekarang kami fokus liga Indonesia,” tutup Hodak.

(Bambang Fouristian)