spot_imgspot_img
Selasa 31 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 111

Mobil Pick Up Tabrak Tiang Listrik di Kota Banjar

0
banjar@fokusjabar.id
Kondisi mobil pick up menabrak tiang listrik di Banjar. (Budiana Martin/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Brigjen M Isa Blok Katapang, Purwaharja, Kota Banjar, Jumat (20/2/2026).

Sebuah mobil pick up hitam bernomor polisi G 9044 VG menabrak tiang listrik setelah di duga sopir mengantuk.  

Mobil yang datang dari arah barat menuju timur itu tiba-tiba oleng ke kanan dan menghantam tiang listrik tepat di depan bengkel variasi mobil. 

Baca Juga: Dinonaktifkan Kemensos, 32 Warga Banjar Ajukan Reaktivasi PBI JKN

Muatan berupa makanan ringan yang di bawa dari Tasikmalaya menuju Salem, Kabupaten Brebes, berhamburan akibat benturan keras. 

Sopir mengalami luka parah di bagian kaki kanan karena tergencet kabin mobil yang ringsek. Proses evakuasi berlangsung dramatis sebelum korban di bawa ke rumah sakit.  

Seorang warga sekitar, Ani, mengatakan mobil sempat terlihat melaju tidak stabil sebelum menabrak. “Mobilnya sempat kelihatan oleng, kayaknya sopirnya ngantuk. Tiba-tiba langsung banting ke kanan dan nabrak tiang listrik,” ujarnya.  

Suara benturan keras sempat mengagetkan warga sekitar. Beruntung, tidak ada kendaraan lain yang melintas di samping pick up saat kejadian.

Baca Juga: Syarat Rumah Makan di Kota Banjar Bisa Buka Saat Ramadan

“Untungnya nggak sampai nabrak mobil yang lagi di variasi di bengkel. Kalau sampai kena, mungkin kerugiannya bisa lebih besar,”kata Ani.  

Pantauan di lapangan, bagian depan mobil mengalami kerusakan parah, sementara muatan berserakan di jalan. Tiang listrik yang tertabrak pun ikut rusak.

Kasus kecelakaan tunggal ini kini di tangani Unit Gakkum Satlantas Polres Banjar untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti terjadinya laka lantas.  

(Budiana Martin)

Bupati Garut Ingatkan 42 Pejabat Struktural, Jabatan adalah Amanah

0
Bupati Garut amanah fokusjabar.id
Bupati Garut,Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin melantik dan mengambil sumpah 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Jabatan Struktural di Gedung Pendopo, Jumat (20/2/2026).

‎42 pejabat tersebut di tugaskan untuk mengemban amanah baru guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:

Legalisasi Aset, Bupati Garut Datangi ATR/BPN

‎Menurut Bupati Garut, pelantikan bukan sekadar acara seremonial. Namun merupakan bagian dari proses panjang manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di jalankan secara ketat berdasarkan aturan yang berlaku.

‎”Saya selalu menitipkan pesan bahwa apa yang di lakukan senantiasa mengikuti peraturan yang berlaku melalui pendekatan talent management system (sistem manajemen talenta),” kata Bupati.‎

Syakur menegaskan, penerapan sistem ini di lakukan untuk memberikan kesempatan kepada setiap ASN untuk mengembangkan karier sesuai dengan kapasitas serta kemampuannya masing-masing.

Bupati menaruh harapan besar kepada para pejabat yang baru di lantik. Ia menegaskan, ASN di Kabupaten Garut harus memiliki sikap yang responsif, penuh tanggung jawab serta peka terhadap berbagai dinamika dan kebutuhan yang terjadi di tengah masyarakat.

BACA JUGA:

3 Kebersihan di Bulan Ramadan jadi Pesan Krusial Bupati Garut

Bupati mengingatkan, jabatan adalah sebuah amanah yang harus di jalankan dengan sebaik-baiknya. Terlebih karena tantangan birokrasi dan pelayanan publik ke depan akan semakin kompleks.

‎”Tidak semua orang mendapatkan kesempatan sebaik Anda untuk bisa mengabdikan diri pada bangsa dan negara,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

TPT Longsor Timpa Kolam Warga Desa Mekarjaya Ciamis

0
ciamis@fokusjabar.id
TPT ambrol di wilayah Desa Mekarjaya Kecamatan Baregbeg Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tembok penahan tebing (TPT) sepanjang 10 meter, tinggi 7 meter yang berada di wilayah Dusun Balemoyan Desa Mekarjaya Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Jawa Barat longsor.

Longsornya tembok penahan tanah (TPT) yang tersebut di duga tanahnya labil dan tidak kuat menahan curah hujan yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Baregbeg dan sekitarnya.

Akibat TPT longsor sejumlah kolam milik warga tertimbun material longsor.

Baca Juga: Rentetan Bencana Akibat Cuaca Ekstrem Catatan BPBD Ciamis

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani, membenarkan, kejadian longsor yang terjadi di wilayah Desa Mekarjaya.

“Tadi kami telah menerima laporan dari Pemdes Mekarjaya, bahwa ada kejadian TPT longsor,” ungkapnya. Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Bawang Merah Naik Rp44 Ribu per Kg, Warga Ciamis Resah Sambut Ramadan

BPBD Kabupaten Ciamis langsung, kata Ani, langsung menindaklanjuti laporan dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melalukan asesmen.

“Personnel BPBD sudah di terjunkan ke lokasi kejadian, tembok penahan tanah (TPT) itu harus segera di perbaiki. Untuk menjaga longsor susulan karena saat ini masih ada retakan di atasnya,” tegasnya.

(Husen Maharaja) 

Dinonaktifkan Kemensos, 32 Warga Banjar Ajukan Reaktivasi PBI JKN

0
banjar@fokusjabar.id
Kartu BPJS Kesehatan. (Web)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Sebanyak 32 warga Kota Banjar, Jawa Barat, mengajukan reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN). 

Sebelumnya, status kepesertaan mereka di nonaktifkan oleh Kementerian Sosial RI, karena di anggap sudah mandiri. Dan tidak lagi masuk kategori warga tidak mampu desil 1-5 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).  

Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar, Hani Supartini, mengatakan dari total 5.433 peserta PBI JKN yang di nonaktifkan. Ada 32 orang yang mengajukan reaktivasi.  

Baca Juga: Syarat Rumah Makan di Kota Banjar Bisa Buka Saat Ramadan

“Berdasarkan data yang masuk ke kami, sejauh ini sudah 32 orang yang sudah mengajukan reaktivasi,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).  

Hani menjelaskan, proses verifikasi dan validasi lapangan akan di lakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). 

Namun, peserta yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan bisa langsung mengajukan reaktivasi. Dengan membawa surat keterangan dari fasilitas kesehatan atau rumah sakit.  

Baca Juga: Retribusi Parkir Banjar Naik, Dishub Optimistis Capai Target 100 Persen

“Kalau memang kondisinya sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan, apalagi kontinyu bisa melakukan reaktivasi,” tegasnya.  

Direktur RSUD Banjar, Eka Lina Liandri, menegaskan pihak rumah sakit tidak menolak pasien, baik umum maupun BPJS. Menurutnya, rata-rata pasien baru mengetahui status kepesertaan BPJS nonaktif saat mendaftar di bagian administrasi.  

“Pada saat di konfirmasi non aktif, nanti kita kasih surat pernyataan untuk memilih pasien umum. Atau kita berikan surat keterangan ke Dinsos untuk reaktivasi,” jelas Eka.  

(Budiana Martin)

Legalisasi Aset, Bupati Garut Datangi ATR/BPN

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin silaturahmi sekaligus koordinasi ke Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler.

Tujuan silaturahmi tersebut untuk percepatan inventarisasi dan legalisasi aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut serta aset pemerintah desa.

BACA JUGA:

3 Kebersihan di Bulan Ramadan jadi Pesan Krusial Bupati Garut

Bupati Garut mengapresiasi dukungan ATR/BPN yang telah menyerahkan 401 sertifikat tanah sebagai bentuk kepastian hukum kepemilikan aset daerah.

“Selanjutnya juga ada beberapa aset yang perlu kita rapihkan kembali. Aset-aset yang bersebaran di beberapa tempat,” ungkap Syakur.

Selain aset kabupaten, Bupati juga menyoroti pentingnya penataan administrasi aset di tingkat desa. Menurut Dia, masih pelu perbaikan format dan pendataan.

“Yang tidak kalah penting juga kita coba inventarisasi aset-aset miliki desa. Kita melihat bahwa aset-aset desa itu masih belum teradministrasikan dengan baik,” kata Bupati.

Bupati Garut menegaskan, proses sertifikasi sisa aset lainnya akan terus di komunikasikan secara intensif. Namun, ia menekankan perlunya prinsip kehati-hatian. Terutama pada lahan yang telah lama di okupasi oleh masyarakat.

“Karena semua kan butuh waktu kehati-hatian. Ada beberapa lokasi yang sudah di okupasi oleh masyarakat dan kita juga harus hati-hati menyampaikannya,” imbuhnya.

Kepala ATR/BPN Garut, Eko Suharno menjelaskan, 401 sertifikat yang telah diserahkan merupakan hasil capaian target tahun 2025 yang mencakup berbagai fasilitas publik.

BACA JUGA:

Kenangan Indah Garut Tempo Doeloe

“(Yang 401) Itu di antaranya untuk sekolah, kemudian fasilitas umum, jalan, semuanya. Dan 2026 nanti datanya sesuai usulan dari Pemda,” jelas Eko.

Melalui sinergi ini, Pemkab Garut berharap seluruh aset daerah. Baik yang berada di wilayah utara maupun selatan dapat segera teradministrasikan dengan baik guna menghindari sengketa lahan di masa depan.

(Bambang Fouristian)

Ketua Perbasi Jabar Bahas Beasiswa Atlet dengan STHB

0
Beasiswa Perbasi jabar fokusjabar.id
Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara DPD Perbasi Jabar dengan STHB terkait beasiswa pendidikan bagi atlet bola basket Jabar. (FOTO: Istimewa/DOK. Perbasi Jabar)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Epriyanto Kasmuri langsung bergerak cepat menuntaskan janji dan program prioritasnya usai terpilih sebagai Ketua Umum DPD Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat masa bakti 2026-2030.

Salah satu program prioritasnya yakni menyeimbangkan antara prestasi olahraga dengan pendidikan.

Hal itu Dia buktikan melalui rencana kerja sama dengan Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB).

BACA JUGA:

Musda Diwarnai Walkout, Epriyanto Kembali Pimpin Perbasi Jabar

Sepekan usai terpilih pada Musda, Epriyanto langsung melakukan penjajakan awal melalui audiensi dengan STHB.

Pada audiensi yang membahas kerja sama beasiswa pendidikan bagi atlet bola basket Jabar, Epriyanto Kasmuri langsung di temui Ketua STHB Mas Putra Zeno beserta jajaram pimpinan.

“Pada audiensi ini kita bahas secara rinci mekanisme kerja sama yang di rancang untuk satu masa periode kepengurusan Perbasi Jabar yakni sampai 2030. Ini komitmen saya merealisasikan apa yang saya janjikan,” kata Epriyanto.

Epriyanto menegaskan, pendidikan akan menjadi salah satu pilar utama dalam kepemimpinan keduanya di Perbasi Jabar.

Dengan demikian, atlet bola basket di Jabar tidak hanya unggul di lapagan. Namun  juga memiliki fondasi akademik kuat sebagai modal masa depan.

Antara mengejar prestasi di olahraga dan melanjutkan pendidikan kerap menjadi dilema bagi sebagian besar atlet.

Dengan kerja sama beasiswa yang di lakukan Perbasi Jabar dengan sekolah tinggi dan atau perguruan tinggi di harapkan menjadi jawaban dan solusi konkret bagi atlet yang ingin terus berprestasi tanpa harus mengorbankan pendidikan.

“Program beasiswa pendidikan melalui kerjasama dengan sekolah tinggi merupakan visi besar kami dalam pembinaan olahraga bola basket di Jabar yang berkelanjutan. Kami ingin bangun ekosistem olahraga yang sehat, terstruktur dan memperhatikan kesejahteraan atlet secara menyeluruh,” Epriyanto menegaskan.

Ketua STHB, Mas Putra Zeno menyambut baik inisiatif kerja sama dari Perbasi Jabar. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan olahraga di nilainya menjadi langkah strategis yang saling menguntungkan.

BACA JUGA:

JNE Dukung Prestasi Olahraga Nasional Hingga Level Asia

“Melalui kerja sama dengan Perbasi Jabar, kami berharap STHB tidak hanya di kenal sebagai sekolah tinggi hukum. Tapi juga punya atlet dan tim bola bakset yang tangguh serta kompetitif. Kami ingin hadirkan keseimbangan antara prestasi akademik dengan olahraga,” katanya.

Selain itu, kehadiran atlet berprestasi di lingkungan kampus di yakini mampu memberikan warna dan semangat baru. Termasuk mendorong budaya disiplin, kerja keras dan sportivitas di kalangan mahasiswa.

“Kerja sama di rencanakan mencakup skema beasiswa khusus bagi atlet basket berprestasi yang mendapat rekomendasi DPP Perbasi Jabar. Nanti akan di atur pula terkait seleksi, kuota serta dukungan akademik yang akan di bahas dan di muat dalam perjanjian resmi antara Perbasi Jabar dan STHB,” pungkasnya.

(ageng)

Anggaran Jalan Rp300 M, Wali Kota Bandung Cegah Korupsi

0
kota bandung fokusjabar.id
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menaikkan anggaran infrastruktur jalan secara signifikan dari Rp130 miliyar menjadi Rp300 miliyar pada 2026.

Hal itu di lakukan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik.

BACA JUGA:

Pajak Restoran Motor Kenaikan PAD Kota Bandung

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, besarnya anggaran harus di imbangi dengan perencanaan yang matang. Dengan begitu, pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan berkualitas.

“Perencanaan kita harus sangat matang. Sehingga terserap Rp300 milyar. Jangan cuma besar di angka, tapi tidak berkualitas,” kata Farhan, Jumat (20/2/2026).

Meski begitu, pihaknya mengakui masih terdapat catatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait ketidaksesuaian antara perencanaan dan inspeksi pekerjaan.

Karena itu, Pemkot Bandung berupaya meningkatkan skor pencegahan korupsi melalui perbaikan sistem penganggaran dan pengawasan agar pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Kita harus meningkatkan lagi scoring pencegahan korupsi supaya bisa menjalankan amanat APBD dengan baik,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur jalan, pengelolaan sampah juga menjadi fokus pembenahan.

Farhan menilai, arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup merupakan bentuk dukungan agar pengelolaan sampah di Kota Bandung menjadi lebih terukur dan sistematis.

Saat ini, terdapat sejumlah parameter kuantitatif yang menjadi acuan. Mulai dari penganggaran, kapasitas sumber daya manusia (SDM), ketersediaan lahan hingga kualitas pengolahan sampah.

BACA JUGA:

Dedi Mulyadi Klaim Jawa Barat Makin Aman dan Tertib

Pemkot Bandung masih mencatat skor rendah pada aspek kapasitas SDM, partisipasi masyarakat serta kualitas daur ulang.

Oleh karena itu, perbaikan sistem terus di lakukan agar pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada pengurangan volume. Namun juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan pelibatan masyarakat.

“Bukan hanya sampah di olah, tapi bagaimana prosesnya ramah lingkungan dan melibatkan banyak orang,” jelasnya.

Upaya tersebut di harapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sekaligus mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di tingkat lokal.

Farhan menegaskan, peningkatan anggaran infrastruktur, penguatan tata kelola serta pembenahan sistem pengelolaan sampah merupakan bagian dari komitmen membangun Kota Bandung yang transparan, sehat dan berkelanjutan.

“Tantangan banyak. Tapi alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Tinggal kita tingkatkan kualitas eksekusinya,” pungkas Farhan.

(Yusuf Mugni)