spot_imgspot_img
Selasa 31 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 108

Kritik Keras GMNI Kota Banjar, Kartu Berdaya Hanya Slogan

0
GMNI Kota Banjar Fokusjabar.id
Ketua GMNI Kota Banjar, Septian Lestari. (Foto: Istimewa).

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-23, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Banjar menilai arah kebijakan pemerintah daerah belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat. 

Ketua DPC GMNI Kota Banjar, Septian Lestari menyoroti program Kartu Berdaya yang di gadang sebagai simbol utama kepemimpinan saat ini. 

“Apakah kartu ini benar-benar di rasakan manfaatnya oleh masyarakat. Atau hanya sebatas slogan kebijakan dan alat pencitraan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

BACA JUGA: Dinonaktifkan Kemensos, 32 Warga Banjar Ajukan Reaktivasi PBI JKN

Dalam bidang pendidikan, GMNI menilai masih ada warga Banjar yang putus sekolah sejak tingkat SD maupun SMP karena keterbatasan ekonomi.

Meski pemerintah telah menyalurkan bantuan dan membangun fasilitas, kebutuhan sehari-hari yang memungkinkan anak-anak tetap bersekolah belum sepenuhnya terjawab.  

Sementara di sektor kesehatan, akses layanan dasar dan fasilitas darurat di nilai belum merata. Program BPJS memang hadir, namun sejumlah masyarakat masih menghadapi kendala dalam mendapatkan pelayanan yang lancar.  

Septian menegaskan, keberpihakan kebijakan tidak bisa di ukur dari jumlah kartu yang di bagikan. Melainkan dari perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. 

“Sepertinya yang tidak berdaya itu bukan kartu bapak, tetapi saya yang tidak berdaya melihat kartu bapa,” katanya.

BACA JUGA: Syarat Rumah Makan di Kota Banjar Bisa Buka Saat Ramadan

Ia menambahkan, GMNI tidak menolak Kartu Berdaya, tetapi menolak jika kebijakan itu berhenti sebagai simbol tanpa dampak nyata.

“Masyarakat tidak membutuhkan kartu bernama ‘berdaya’. Masyarakat membutuhkan kebijakan yang benar-benar berpihak dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.  

(Budiana Martin)

Pelatih Persib Bandung: Adam Prybek Pulang ke Wales

0
Adam Prybek fokusjabar.id
Bojan Hodak (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak buka suara soal nasib penjaga gawang asal Wales, Adam Prybek.

Persib Bandung tersingkir dari AFC Champions League Two 2025/2026, setelah kalah agregat dari tim asal Thailand, Ratchaburi FC.

BACA JUGA:

Gagal di ACL 2, Pelatih Persib Bandung Fokus Super League

Dengan kegagalan melangkah ke babak selanjutnya di AFC Champions League Two 2025/2026, maka Adam Przybek otomatis tidak akan bermain lagi di pertandingan Persib.

Lantaran, setelah berakhirnya putaran pertama kompetisi Super League 2025/2026, Adam Przybek hanya di daftarkan untuk ACL Two.

“Dia didaftarkan untuk hanya bermain di Champions League tapi sekarang kami sudah tersingkir,” kata Bojan Hodak.

Bojan Hodak mengatakan, setelah Persib tersingkir dari AFC Champions League Two 2025/2026, Adam Przybek memutuskan pulang kampung.

Penjaga gawang yang bergabung dengan Persib di awal musim 2025/2026, pulang ke negaranya karena ada keperluan keluarga.

“Dia pulang (ke Wales) karena keperluan keluarga, tapi saya sudah tahu itu sebelumnya,” ucap Bojan Hodak.

Setelah pulang ke Wales, Bojan Hodak belum bisa memberikan jawaban mengenai masa depan Adam Przybek di skuat Maung Bandung.

“Jadi kita lihat nanti, apakah dia akan lanjut atau tidak,” jelas Bojan Hodak.

BACA JUGA:

Kalah Agregat, Persib Bandung Gagal Tembus 8 Besar ACL 2

Persib sendiri setelah gagal melangkah ke babak 8 Besar AFC Champions League Two 2025/2026, kembali fokus untuk tampil di kompetisi Super League.

Laga terdekat skuat Maung Bandung di kompetisi Super League 2025/2026 menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (22/2/2026).

(Arif)

Jalan Raya Menuju Cibatu Garut ‘Bikin Bete’ Pengendara

0
Jalan Raya Cibatu fokusjabar.id
Kondisi jalan di turunan Kampung Pabrik Desa Wanakerta

GARUT, FOKUSJabar.id: Sepanjang Jalan Letjen H. Mashudi (Cibatu-Garut) bergelombang (tidak rata). Panjangnya sekitar 2 km dari arah Kampung Pabrik Desa Wanakerta hingga eks Pasar Cibatu Desa Keresek.

Kondisi tersebut bisa menjadi pemicu kecelakaan jika para pengendara, khususnya pemotor tidak/kurang hati-hati.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ingatkan 42 Pejabat Struktural, Jabatan adalah Amanah

Penyebabnya, selain jalan sudah turun juga banyak tambalan. Sehingga kondisi jalan menjadi tidak rata (bergelombang).

“Sudah mulai turun dan banyak tambalan. Jika tidak hati-hati bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” kata seorang tukang Ojek, Ajang, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Dia, memasuki belokan Kampung Pabrik, para pengendara sudah mulai mengurangi laju kendaraanya. Jika terlalu kencang, maka akan oleng ke arah kiri maupun kanan.

Jalan tersebut sudah lama di biarkan bergelombang. Untuk itu, Dia meminta Bupati dan Wakil Bupati Garut segera memperbaikinya. Jika tidak, kondisinya akan semakin parah.

“Saya berharap ada kerja nyata dari Pak Bupati dan Wakil Bupati. Khususnya pembangunan jalan menuju Kecamatan Cibatu,” ungkapnya.

Senada di sampaikan warga Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening, Dewi Rosita. Menurut pengakuannya, hampir setiap hari menggunakan jalan tersebut saat akan belanja ke Pasar Cibatu.

“Saya tidak nyaman saat berkendara. Kondisi jalannya bikin bete. Guncangan begitu terasa kalau naik sepeda motor. Punggung dan pegelangan tangan terasa pegal,” tegas Dewi kepada FOKUSJabar.

BACA JUGA:

Legalisasi Aset, Bupati Garut Datangi ATR/BPN

Dewi menyebut, yang paling membahayakan berada di pertigaan arah Sasakbeusi dan Bandrek. Di dekat lokasi eks Pasar Cibatu, kondisi jalan turun cukup dalam.

Dia meminta Pemkab Garut melalui Dinas PUPR segera melakukan perbaikan jalan raya. Jika tidak, khawatir menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Sudah lama kondisi jalan raya di biarkan bergelombang. Pemkab Garut terkesan tutup mata,” kata Dewi kesal.

“Besar harapan saya Pemkab Garut segera merehabilitasi jalan bergelombang ini,” tutup Dewi Rosita.

(Bambang Fouristian)

1 Tahun Memimpin, Ini Capaian Bupati Bogor

0
1 Tahun Bupati Bogor fokusjabar.id
(Foto: bogorkab.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Satu tahun pertama kepemimpinan Bupati Bogor Jawa Barat (Jabar), Rudy Susmanto di warnai percepatan pembangunan infrastruktur.

Fokus utama di arahkan pada perbaikan konektivitas antarwilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kurun waktu tersebut, pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten mencapai 516,83 kilometer. Capaian tersebut di nilai memperkuat akses transportasi warga sekaligus mempercepat distribusi barang dan jasa.

BACA JUGA:

Fenomena Langka, Bunga Bangkai Setinggi 1,4 Meter Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor

Pemerintah Kabupaten Bogor juga merealisasikan pembangunan serta rekonstruksi 499 meter jembatan.

Selain itu, 20 kilometer drainase d ibangun untuk meminimalkan genangan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Upaya peningkatan infrastruktur turut di barengi pemenuhan sarana air bersih dan sanitasi bagi 2.631 rumah yang tersebar di 59 desa pada 25 kecamatan.

Program tersebut berdampak pada meningkatnya kualitas kesehatan lingkungan warga.

Pembangunan jalan menyentuh wilayah barat Kabupaten Bogor. Seperti Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Nanggung hingga Gunung Sindur.

Akses menuju sentra pertanian, pertambangan rakyat dan permukiman kini semakin terbuka.

Di kawasan timur, sejumlah ruas strategis turut di tingkatkan untuk memperlancar arus distribusi antarkecamatan.

Beberapa ruas yang di selesaikan antara lain Sukamakmur–Arca, Puncak Dua Sukawangi, Lingkar Singajaya–Cibodas, Cibucil Sukamaju serta Poj Perum Asabri di Jonggol.

Pemerintah daerah juga membangun drainase Jonggol–Sukamakmur dan Jembatan Ciranjaya di Tanjungsari. Infrastruktur tersebut memperkuat jalur penghubung dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

BACA JUGA:

Bogor Diterjang Bencana, Kemensos Kirim Bantuan Logistik

Melalui Program Satu Miliyar Satu Desa, percepatan pembangunan jalan desa terus di gulirkan agar manfaatnya menjangkau hingga pelosok.

Aduan warga terkait jalan rusak pun di tindaklanjuti melalui perbaikan di berbagai titik.

Bupati Bogor menegaskan, infrastruktur merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

“Pembangunan harus di rasakan merata. Di barat ada jalan yang di bangun. Termasuk wilayah Parung Panjang hingga Gunung Sindur. Begitupun di timur, ada jalan yang di tingkatkan,” tegasnya.

Bupati Bogor menambahkan, jalan yang memadai mampu menekan biaya logistik sekaligus membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru.

Dampaknya di rasakan petani, pelaku usaha kecil dan pekerja karena distribusi hasil produksi menjadi lebih cepat serta ongkos angkut lebih efisien.

Dengan capaian tersebut, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor di harapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.

(Jingga Sonjaya)

Tolak Tawaran Profesor di Jerman, Brigjen  Bangkit Widodo Pilih Mengabdi untuk Negara

0
Bangkit Widodo fokusjabar.id
Direktur Pendidikan Sesko TNI Brigjen Bangkit Rahmat Tri Widodo (foto: Ist)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Keberhasilan akademis dan dedikasi pada negara seringkali menuntut pengorbanan yang tidak main-main. Hal ini di buktikan oleh Direktur Pendidikan Sesko TNI Brigjen Bangkit Rahmat Tri Widodo.

Dia merupakan seorang perwira TNI yang baru menuntaskan pendidikan Doktoral (S3) bidang Political Science di Jerman dengan predikat Magna Cumlaude.

BACA JUGA:

Inilah Karya Dari Panglima TNI Bagi Masyarakat Cijulang Pangandaran

Di Jerman, aturan Kementerian Pendidikan menetapkan bahwa predikat Summa Cumlaude hanya di peruntukkan bagi rumpun ilmu Sains, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM).

Sehingga bagi jurusan ilmu sosial seperti Ilmu Politik, Magna Cumlaude adalah nilai absolut tertinggi yang bisa di capai.

Menariknya, sejak tahun 2017, belum ada satu pun mahasiswa di fakultas tersebut yang mampu meraih nilai absolut tersebut. Hingga akhirnya rekor tersebut di pecahkan oleh seorang mahasiswa asing (Ausländer) dari Indonesia.

Namun, di balik pencapaian gemilang pada akhir Januari 2026, tersimpan kisah panjang tentang keteguhan hati memilih tugas negara, ujian berat keluarga hingga perjuangan bertahan hidup di negeri orang.

Mendahulukan Panggilan Negara

Pencapaian akademis ini sejatinya bisa di raih lebih cepat jika Bangkit Tri Widodo tidak memilih mendahulukan tugas kedinasan.

Pada 1 Januari 2024, Dia memutuskan kembali ke Tanah Air, mendahului jadwal sidang Defense Disertasi yang seharusnya di gelar pada pertengahan April 2024.

Kepulangan tersebut bukan tanpa alasan. Dia menerima amanat besar untuk merancang dan mengeksekusi sistem werving (penerimaan) Taruna Akademi TNI tahun 2024.

BACA JUGA:

Penanggulangan Terorisme, Pelibatan TNI Harus Diposisikan Sebagai Support To Civil Authority

Tugas tersebut menuntut transparansi, akuntabilitas dan harus bersih dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Alhamdulillah amanat ini dapat kami tunaikan secara amanah dan memenuhi norma transparansi, akuntabel dan bebas KKN. Hal yang menjadi kepuasan kami pribadi sebagai prajurit yang menunaikan tugas dengan sebaik mungkin,” kata Bangkit.

Dedikasi ini memaksanya menunda sidang doktoral berkali-kali. Dari April mundur ke Juli untuk mengawal werving PSDP Penerbang TNI. Kemudian mundur lagi ke Desember 2024 demi mengawal penerimaan Pa PK TNI.

Memasuki tahun 2025, Dia berpindah satuan ke Sesko TNI dan harus menata proses pendidikan di sana. Karenanya, jadwal sidangnya semakin tertunda.

Barulah pada awal tahun 2026, setelah mendapat izin dari Panglima TNI, Dia berhasil menuntaskan proses akademisnya.

Bertahan di Tengah Badai Ujian dan Pandemi

Meraih gelar doktor di Jerman bukanlah perkara mudah. Tingkat kelulusan program ini hanya sekitar 30 persen. Sejak awal, Bangkit mengaku hanya menargetkan “yang penting lulus.” Terlebih, ia harus menghadapi badai ujian keluarga yang sangat berat.

Sang istri tercinta sempat mengalami koma selama empat bulan dan harus menjalani perawatan intensif di Jerman.

Kondisi tersebut memaksanya mengambil cuti akademik (terminal) selama satu tahun (dua semester).

BACA JUGA:

Integritas dan Profesionalitas TNI untuk Menjaga Kedaulatan Negara

Praktis dari 3,5 tahun izin tugas belajar yang di berikan, Dia harus memeras otak dan tenaga untuk menyelesaikan riset hanya dalam waktu 2,5 tahun.

Tantangan finansial juga membayangi. Di masa lockdown akibat pandemi Covid-19, ia harus membagi fokus antara mengurus keluarga, mengerjakan disertasi dan bekerja untuk menyambung hidup.

Saat itu, gaji dan remunerasi non-jabatannya berpangkat Kolonel berada di kisaran Rp11 juta. Sementara kebutuhan hidup minimum di Jerman mencapai Rp40 juta per bulan.

“Namun Alhamdulillah, dengan niat sederhana, sluman, slumun, slamet yang penting selesai dan lulus serta berkat doa semua pihak, penghargaan yang tidak pernah kami bayangkan ini justru dapat kami raih,” ungkapnya.

Mendobrak Teori Demokrasi Barat dan Menolak Tawaran Profesor

Momen sidang doktoral menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Selama hampir empat jam, Bangkit “di kuliti habis” oleh para profesor penguji.

Riset disertasinya mengusung topik inovatif tentang “elites’ political cohesion,” sebuah pemahaman baru yang menjelaskan anomali dalam proses demokratisasi dan menantang relevansi teori-teori demokrasi Barat yang selama ini menempatkan elite sebatas latar belakang, bukan kunci esensial dalam kontrol sipil.

BACA JUGA:

Pelibatan TNI Dalam Penanggulangan Terorisme Bukan Cerita Baru

Hasilnya luar biasa. Baik disertasi tertulis maupun hasil sidang mendapatkan nilai absolut sempurna (Magna Cumlaude).

Para profesor penguji bahkan sempat bergurau karena rekor fakultas yang bertahan bertahun-tahun justru di pecahkan oleh seorang mahasiswa asing.

Pencapaian luar biasa ini membuat Bangkit mendapat tawaran bergengsi untuk melanjutkan pendidikan professorships (gelar profesor) selama empat tahun di Jerman. Namun, dengan penuh hormat tawaran emas itu ia tolak.

“Kami memilih untuk mengutamakan pengabdian kami di TNI,” pungkasnya.

Kisah Bangkit Tri Widodo menjadi bukti nyata bahwa prajurit TNI tidak hanya tangguh di medan tugas. Namun juga mampu mengharumkan nama bangsa di mimbar akademik internasional, tanpa pernah melupakan sumpah setianya pada Ibu Pertiwi.

(Anthika Asmara)

Bangunan Pengolahan Makroni di Sadananya Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Rp75 Juta

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Kebakaran yang menimpa bangunan pengolahan makroni di Desa Werasari Ciamis milik Suratman

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kebakaran melanda bangunan pengolahan makroni milik Suratman (60) di Desa Werasari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Kamis (20/2/2026) malam. Api menghanguskan bangunan seluas 8 x 10 meter dan menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp75 juta.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Pemilik bangunan hanya mengalami kerugian materi akibat seluruh area pengolahan makroni terbakar.

Baca Juga: Pemkab Ciamis Kembangkan Kacang Tanah Terintegrasi, Bidik Pasar Industri Nasional

Dugaan sementara, api muncul dari wajan berisi minyak panas yang tersambar api dari kayu bakar. Api kemudian dengan cepat merambat ke dinding bangunan hingga membesar.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, menjelaskan laporan kebakaran Ia terima sekitar pukul 19.00 WIB.

“Begitu petugas piket Damkar UPTD Ciamis menerima laporan dari pemilik bangunan, kami langsung bergerak ke lokasi,” ujar Trisyanto.

Petugas mengerahkan dua unit mobil tangki pancar dengan empat personel untuk memadamkan api. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman karena api sudah membesar dan membakar hampir seluruh bangunan.

“Personel kami berjibaku di lokasi dan berhasil memadamkan api yang membakar bangunan pengolahan makroni tersebut,” jelasnya.

Setelah api berhasil terpadamkan, petugas Damkar UPTD Ciamis bersama warga, aparat desa, serta unsur TNI dan Polri melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api tersisa.

“Setelah api benar-benar padam dan kondisi aman, seluruh personel kembali ke markas untuk bersiaga,” pungkas Trisyanto.

(Husen Maharaja)

Pemkab Ciamis Kembangkan Kacang Tanah Terintegrasi, Bidik Pasar Industri Nasional

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Pemkab Ciamis Kembangkan Kacang Tanah Terintegrasi, Bidik Pasar Industri Nasional

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis memantapkan langkah penguatan sektor pertanian melalui Program Pengembangan Kacang Tanah Terintegrasi. Program ini mengusung kolaborasi multipihak dari hulu hingga hilir sebagai strategi mendorong ekonomi lokal dan membangun kemitraan pertanian berkelanjutan berbasis pasar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menyampaikan bahwa Ciamis memiliki potensi lahan pertanian yang luas serta sumber daya petani yang siap berdaya. Pemerintah daerah memilih kacang tanah sebagai komoditas unggulan karena permintaan industri yang stabil dan berkelanjutan.

Baca Juga: TPT Longsor Timpa Kolam Warga Desa Mekarjaya Ciamis

“Kacang tanah kami tetapkan sebagai komoditas strategis karena memberikan kepastian pasar bagi petani melalui kebutuhan industri yang konsisten,” ujar Andang, Jumat (20/2/2026).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Andang mengikuti pertemuan itu didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, dari Ruang ULP Sekretariat Daerah.

Rapat koordinasi melibatkan perwakilan Kementerian Pertanian, perusahaan offtaker industri nasional, serta kelompok tani sebagai pelaku utama di lapangan. Sinergi lintas sektor ini bertujuan untuk menyatukan kebijakan pemerintah pusat dengan implementasi konkret di daerah.

Manfaat Strategis

Andang mengaku bangga karena Kabupaten Ciamis terpilih sebagai lokasi pelaksanaan Program Pengembangan Kacang Tanah Terintegrasi. Ia menilai program ini membawa sejumlah manfaat strategis, terutama jaminan pasar bagi petani melalui kemitraan langsung dengan offtaker industri nasional.

Selain itu, program ini terarah untuk meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan petani, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian secara produktif, memperkuat koperasi desa sebagai lembaga ekonomi lokal, serta mendukung agenda ketahanan pangan dan substitusi impor nasional.

“Program ini kami harapkan menjadi penggerak ekonomi lokal. Karena itu, pelatihan dan pendampingan petani menjadi kunci agar Ciamis mampu berkembang sebagai sentra kacang tanah di tingkat Jawa Barat bahkan nasional,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, Desa Panjalu ditetapkan sebagai lokasi pengembangan. Lahan tanam telah pemerintah siapkan seluas 50 hingga 200 hektare yang kelompok tani setempat kelola. Pemerintah daerah menargetkan kawasan ini menjadi proyek percontohan bagi kecamatan lain di Ciamis.

“Program ini kami rancang sebagai model kemitraan pertanian terintegrasi yang berkelanjutan dan berorientasi pasar. Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian, kami optimistis produktivitas dan kesejahteraan petani akan meningkat. Sekaligus memperkuat sistem agribisnis kacang tanah yang kompetitif,” pungkas Andang.

(Husen Maharaja)