spot_imgspot_img
Selasa 31 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 107

Macet Jadi PR Utama, Pemkot Bandung Dorong Infrastruktur dan Transportasi Terpadu

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Macet Jadi PR Utama, Pemkot Bandung Dorong Infrastruktur dan Transportasi Terpadu

BANDUNG,FOKUSJabar,id: Kemacetan lalu lintas masih menjadi persoalan krusial di Kota Bandung. Kepadatan kendaraan tak hanya memicu keluhan warga, tetapi juga menghambat sektor pariwisata serta menekan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Kota Bandung pun menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan persoalan tersebut. Penanganan kemacetan masuk dalam agenda besar pembenahan sistem transportasi perkotaan secara menyeluruh.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Kejahatan di Polda Jabar

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan strategi itu dalam Wawancara Khusus Berita Satu Spesial B-Tv bertema Satu Tahun Kepala Daerah, Sinergi Pusat dan Daerah, Jumat (20/2/2026).

Farhan menilai Bandung memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Namun, persoalan klasik seperti kemacetan dan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang berpengaruh terhadap pencapaian target pembangunan.

“Ada tiga langkah utama yang kami siapkan untuk menghadapi kemacetan di Kota Bandung,” ujarnya.

Langkah pertama menitikberatkan pada peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan. Pemerintah kota menggandeng pemerintah pusat dan provinsi untuk mempercepat pembangunan serta perbaikan ruas jalan strategis.

Peningkatan Penerangan Jalan Umum

Pemerintah pusat telah merampungkan dua jalan layang utama. Meski demikian, Bandung masih membutuhkan enam flyover tambahan di perlintasan kereta api serta tiga jembatan konektivitas di sekitar Stasiun KCIC Tegaluar dan kawasan Gedebage. Selain itu, Pemkot juga memberi perhatian serius pada peningkatan penerangan jalan umum, khususnya di koridor timur Jalan Soekarno-Hatta.

Strategi kedua mengarah pada penerapan ATCS (Automatic Traffic Control System) berbasis kecerdasan buatan. Sistem ini dirancang agar pengaturan lampu lalu lintas lebih adaptif terhadap kondisi kendaraan di lapangan.

“Pengadaannya tidak mudah karena membutuhkan perencanaan matang dan melibatkan tiga entitas besar, yakni pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota,” jelas Farhan.

Langkah ketiga menyasar penguatan transportasi massal. Pemkot Bandung bersama Kementerian Perhubungan serta dukungan World Bank mendorong pengembangan BRT untuk koridor timur–barat. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan studi kelayakan LRT jalur utara–selatan.

Angkutan kota akan direvitalisasi dan difungsikan sebagai feeder agar sistem transportasi terintegrasi dapat berjalan lebih optimal.

“Terus terang, kualitas transportasi umum di Kota Bandung saat ini masih jauh dari layak,” ungkap Farhan.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota menjadi kunci percepatan seluruh program tersebut. Pemkot berharap pembenahan transportasi tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi serta memperkuat posisi Bandung sebagai kota tujuan wisata unggulan.

(Jingga Sonjaya)

Dedi Mulyadi Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Kejahatan di Polda Jabar

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Dedi Mulyadi Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Kejahatan di Polda Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Aparat kepolisian memusnahkan barang bukti hasil tindak pidana di Polda Jawa Barat, Rabu (18/2/2026). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Kapolda Jabar Rudi Setiawan hadir dalam kegiatan ini, sebagai wujud komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

Agenda pemusnahan tersebut menegaskan keseriusan aparat dalam menindak berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Pemerintah daerah dan kepolisian memperkuat sinergi sebagai fondasi utama menjaga stabilitas dan rasa aman di Jawa Barat.

Baca Juga: Setahun Berjalan, Program Sirkular Bandung Utama Perkuat Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari sejumlah pengungkapan kasus pidana. Aparat mengambil langkah ini untuk mencegah peredaran ulang barang berbahaya di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan itu, petugas memusnahkan 28,9 kilogram sabu, sekitar 160 ribu butir obat-obatan terlarang, lebih dari 69 ribu botol minuman keras, serta hampir 5.000 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.

Selain pemusnahan, kepolisian juga mengembalikan hampir 1.000 unit kendaraan roda dua dan roda empat kepada pemiliknya. Pengembalian tersebut berlangsung setelah seluruh kendaraan melewati proses pemeriksaan administrasi.

Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran kepolisian yang cepat merespons keluhan warga dan konsisten menegakkan hukum.

“Semua ini terwujud karena respons kepolisian terhadap berbagai keluhan masyarakat serta penegakan hukum yang konsisten. Spirit seperti ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan,” ujar Dedi Mulyadi di halaman Gedung Reskrim Polda Jabar.

Ketertiban Merupakan Tanggung Jawab Seluruh Masyarakat

Ia juga menegaskan bahwa ketertiban bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Kita perlu mendorong kesadaran bahwa ketertiban milik kita semua. Tidak boleh seseorang menjaga ketertiban hanya untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain,” tegasnya.

Kapolda Jabar Rudi Setiawan menyatakan kegiatan tersebut menjadi langkah nyata melindungi masyarakat dari dampak kejahatan, khususnya penyalahgunaan narkotika dan kriminalitas jalanan.

“Hari ini kita memutus mata rantai kejahatan sekaligus menghidupkan kembali kehidupan warga yang terganggu karena kendaraannya dicuri,” kata Rudi.

Ia menambahkan, kegiatan ini terwujud berkat kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, DPRD, serta Kejaksaan Tinggi. Aparat berharap langkah tersebut mampu menekan potensi konflik sosial, mengembalikan rasa aman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

(Jingga Sonjaya)

Takjil dan Menu Berbuka Puasa Favorit Masyarakat Indonesia

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Taksil Kurma, Sumber Gambar: Freepik

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjelang adzan magrib di bulan suci Ramadan, suasana di berbagai wilayah Indonesia selalu terasa lebih hidup. Deretan lapak takjil memenuhi pinggir jalan, sementara di rumah-rumah, keluarga sibuk menyiapkan hidangan untuk menyambut waktu berbuka.

Berbuka puasa tidak sekadar mengakhiri lapar dan dahaga. Momen ini juga menjadi ajang berkumpul yang sarat makna, ditemani sajian khas yang terus hadir dari tahun ke tahun dan digemari lintas generasi.

Baca Juga: Alasan Gorengan Jadi Menu Favorit Buka Puasa

Kekayaan kuliner Nusantara memberi warna tersendiri pada meja berbuka. Ragam rasa manis hingga gurih berpadu dengan cerita daerah asalnya masing-masing, menjadikan waktu berbuka semakin istimewa.

Sejumlah menu berikut kerap menjadi pilihan favorit saat Ramadan:

  • Kolak
    Hidangan berbahan santan dan gula aren ini berisi pisang, ubi, atau labu. Cita rasa manis dan hangat membuat kolak lekat dengan suasana Ramadan.
  • Bubur Sumsum
    Teksturnya lembut dengan siraman kuah gula merah. Menu ini ringan dan sering menjadi pembuka sebelum santap utama.
  • Bubur Pedas
    Sajian khas Kalimantan ini memadukan beras, aneka sayuran, dan rempah, menghadirkan rasa gurih yang kuat.
  • Es Buah
    Perpaduan potongan buah segar, sirup, dan es menjadi pelepas dahaga setelah seharian berpuasa.
  • Kurma
    Buah yang identik dengan berbuka puasa ini mengandung gula alami yang membantu memulihkan energi dengan cepat.
  • Gorengan
    Bakwan, tahu isi, tempe mendoan, hingga risoles selalu menjadi incaran menjelang magrib.
  • Biji Salak
    Olahan ubi berbentuk bola dengan kuah gula merah dan santan menawarkan rasa manis legit yang mengenyangkan.
  • Bubur Kampiun
    Hidangan khas Sumatra Barat ini menyajikan beberapa jenis bubur dalam satu mangkuk.
  • Bongko Kopyor
    Kue kukus berbahan santan dan tepung yang dibungkus daun pisang ini populer di Gresik.
  • Mi Glosor
    Mi kenyal khas Bogor ini biasanya hadir dengan bumbu ringan sebagai pelengkap berbuka.

Ragam menu tersebut menegaskan bahwa tradisi berbuka puasa di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan makanan. Di balik setiap sajian, tersimpan nilai budaya dan kebersamaan yang terus terjaga dari generasi ke generasi.

(Jingga Sonjaya)

Buka Puasa di Atas Perahu Nelayan, Sensasi Unik Ramadhan Ceria Horison Palma Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana buka puasa di Hotel Horison Palma Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Hotel Horison Palma Pangandaran menyuguhkan pengalaman berbuka puasa berbeda melalui paket All You Can Eat bertajuk “Ramadhan Ceria”. Program ini memadukan kekayaan kuliner Nusantara, konsep penyajian unik, serta panorama laut lepas Pangandaran.

Manajemen hotel menyiapkan ragam menu khas dari berbagai daerah di Indonesia dan menggantinya setiap hari. Tim dapur menyajikan hidangan-hidangan tersebut di atas perahu nelayan, sehingga menghadirkan nuansa pesisir yang kental dan berkesan.

Baca Juga: Limbah Dapur SPPG Cimerak Pangandaran Bikin Resah Jamaah Masjid 

Hotel menggelar acara ini di area rooftop. Dari lokasi tersebut, tamu menikmati pemandangan Pantai Barat Pangandaran dengan sudut pandang 180 derajat ke arah laut dan garis pantai. Saat senja tiba, panorama matahari terbenam menciptakan suasana tenang sambil menanti adzan magrib.

Sebagai menu unggulan tahun ini, hotel menghadirkan Ayam Panggang Pananjung. Hidangan khas tersebut mengandalkan racikan rempah otentik Pangandaran yang meresap hingga ke dalam daging, sehingga menawarkan cita rasa lokal yang kuat dan menggugah selera.

Meski menyajikan fasilitas premium dan pemandangan eksklusif, manajemen hotel tetap mematok harga paket berbuka dengan nilai yang kompetitif dan ramah bagi berbagai kalangan.

General Manager Hotel Horison Palma Pangandaran, Dicki Teja Kusumah, menjelaskan tema “Ramadhan Ceria” bertujuan membangun suasana berbuka yang hangat dan penuh kebahagiaan.

“Kami ingin para tamu tidak hanya menikmati kelezatan menu andalan seperti Ayam Panggang Pananjung, tetapi juga merasakan ketenangan batin lewat panorama sunset. Selain itu, kami siapkan hadiah menarik agar pengalaman berbuka semakin berkesan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Tak hanya soal kuliner, program ini juga menawarkan total hadiah senilai Rp10 juta. Hotel menyiapkan THR uang tunai sebesar Rp5 juta bagi satu pemenang utama. Serta berbagai voucher menginap, voucher makan, dan fasilitas hotel eksklusif lainnya dengan total nilai Rp5 juta.

Dicki menambahkan, manajemen hotel akan mengumumkan para pemenang melalui siaran langsung di akun Instagram resmi Hotel Horison Palma Pangandaran. Waktunya pada malam takbiran melalui mekanisme undian.


(Sajidin)

Kenapa Karbohidrat Berlebih Saat Sahur Bikin Cepat Lapar? Ini Penjelasannya

0
Badnung, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Freepik

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama tubuh, termasuk saat sahur. Namun, porsi karbohidrat yang terlalu besar terutama dari jenis sederhana seperti nasi putih berlebihan atau makanan manis justru dapat membuat rasa lapar muncul lebih cepat saat berpuasa.

Tubuh mencerna karbohidrat sederhana dengan sangat cepat lalu mengubahnya menjadi glukosa. Proses ini menyebabkan kadar gula darah melonjak dalam waktu singkat setelah makan.

Baca Juga: River Hongbao 2026 Rayakan 40 Tahun Festival Imlek Ikonik di Singapura

Lonjakan tersebut mendorong tubuh melepaskan hormon insulin untuk menurunkan gula darah kembali ke level normal. Ketika penurunan terjadi terlalu cepat, tubuh segera mengirimkan sinyal lapar meski jarak waktu menuju berbuka masih panjang.

Fluktuasi gula darah yang tajam ini berkaitan erat dengan indeks glikemik makanan. Pangan berindeks glikemik tinggi memicu naik-turun gula darah lebih drastis dibandingkan makanan yang dicerna secara perlahan.

Sebaliknya, karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum utuh, ubi, dan jagung mengandung serat lebih tinggi. Kandungan serat tersebut memperlambat proses pencernaan sehingga tubuh melepaskan energi secara bertahap dan menjaga gula darah tetap stabil.

Stabilnya gula darah membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Saat energi tersedia secara perlahan, otak tidak cepat menerima sinyal lapar.

Faktor lain yang tak kalah penting ialah keseimbangan gizi. Protein dan lemak sehat memperlambat pengosongan lambung sehingga makanan bertahan lebih lama di sistem pencernaan.

Mengandalkan porsi besar semata tidak selalu efektif. Menu yang didominasi karbohidrat sederhana tanpa dukungan protein dan serat tetap berisiko memicu rasa lapar lebih awal.

Oleh karena itu, sahur ideal memerlukan komposisi gizi yang seimbang. Perpaduan karbohidrat kompleks, sumber protein, sayuran, serta asupan cairan yang cukup membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang puasa.

Dengan memahami cara kerja tubuh dalam memproses makanan, sahur tidak lagi sekadar soal makan banyak, melainkan soal memilih nutrisi yang tepat agar kenyang bertahan lebih lama.

(Jingga Sonjaya)

Hujan Deras Picu Longsor di Raksabaya Ciamis, Akses Cimaragas–Cidolog Lumpuh

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Personel BPBD Kabupaten Ciamis saat berada di lokasi tebing longsor di wilayah Desa Raksabaya Cimaragas Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Longsor tebing di ruas jalan penghubung Kecamatan Cimaragas–Kecamatan Cidolog menghentikan total arus lalu lintas dua arah, Sabtu (21/2/2026). Peristiwa ini terjadi di wilayah RT 19/05 Dusun Cikupa, Desa Raksabaya, Kabupaten Ciamis.

Material longsoran berupa tanah, batu, dan aliran air deras menutup badan jalan. Kondisi tersebut membahayakan pengendara yang nekat melintas sehingga aparat setempat mengimbau warga untuk menghindari jalur tersebut.

Baca Juga: Bangunan Pengolahan Makroni di Sadananya Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Rp75 Juta

Saluran air di tepi jalan yang tersumbat memicu penumpukan debit air. Tekanan air yang terus meningkat akhirnya merobohkan tebing dan menyeret material longsor ke jalan.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Cimaragas dan sekitarnya sejak siang hingga petang memperparah kondisi tanah hingga kehilangan daya ikat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan pihaknya menerima laporan dari aparatur Desa Raksabaya dan segera menurunkan personel ke lokasi.

“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lapangan untuk penanganan awal dan asesmen,” ujarnya.

Petugas BPBD saat ini masih melakukan pendataan dampak dan pengukuran material longsoran sebagai dasar laporan lanjutan. Hasil asesmen tersebut menjadi acuan langkah penanganan berikutnya.

Berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah setempat, akses jalan Cimaragas–Cidolog ditutup sementara. Panjang material longsor yang menimbun bahu jalan membuat pembersihan membutuhkan waktu, sehingga arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif.


(Husen Maharaja)

Setahun Berjalan, Program Sirkular Bandung Utama Perkuat Ketahanan Pangan dan Lingkungan

0
Program Sirkular Bandung Utama
Program Sirkular Bandung Utama menunjukkan dampak nyata dalam satu tahun pelaksanaannya dengan membangun sistem terpadu pengelolaan sampah, ketahanan pangan, dan pemenuhan gizi masyarakat di tingkat kelurahan. (Istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Sirkular Bandung Utama menunjukkan dampak nyata dalam satu tahun pelaksanaannya dengan membangun sistem terpadu pengelolaan sampah, ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat di tingkat kelurahan.

Melalui integrasi program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan), inovasi urban farming Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis), serta Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting), warga kini dapat mengolah sampah menjadi kompos, menanam bahan pangan, hingga memanfaatkannya untuk kebutuhan dapur sehat keluarga.

Konsep tersebut membentuk siklus berkelanjutan. Sampah organik di olah menjadi kompos untuk menanam bahan pangan, hasil panen untuk dapur sehat, dan sisa dapur kembali untuk sistem pengelolaan sampah.

BACA JUGA: Muhammad Farhan Setahun Memimpin Kota Bandung

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan tantangan utama saat ini adalah memastikan keberadaan Dashat merata di seluruh wilayah.

“Kalau Buruan SAE dan pengolahan sampah rata-rata sudah ada. Yang kita pastikan sekarang adalah Dapur Sehat Atasi Stunting di tingkat kelurahan,” kata Farhan, Sabtu (21/2/2026).

Perhatian khusus juga untuk wilayah dengan keterbatasan lahan. Terutama dalam pengelolaan sampah, melalui skema khusus agar seluruh kelurahan tetap dapat terlibat dalam sistem sirkular.

Manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh Warga Kelurahan Mekarjaya, Opi S. Inayah mengatakan, Buruan SAE kini menjadi sumber pangan keluarga.

“Kami bisa menanam, memanen, dan hasilnya di manfaatkan untuk dapur sehat. Ini gerakan yang terintegrasi dan sangat bagus,” kata Opi.

BACA JUGA: Anggaran Jalan Rp300 M, Wali Kota Bandung Cegah Korupsi

Sementara itu, waraga lainnya Ujang Mamat mengatakan, bahwa program Kang Pisman membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata.

“Sampah organik dan non-organik sudah dikelola. Lingkungan jadi lebih nyaman,”kata Ujang.

(Yusuf Mugni)