CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Barat menganugerahi Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, sebagai Juara 1 Kategori Desa Terbaik.
Anggota Komisi XI DPR RI, Sohibul Iman, menyerahkan langsung penghargaan prestisius tersebut kepada Kepala Desa Gegempalan, Wawan Munawar. Momen ini berlangsung dalam acara Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga: Bukan Sekadar Berkemah, Perjusa MI Cikarang Ciamis Gembleng Mental dan Karakter Siswa
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Kepala Perwakilan BPKP Jawa Barat Iwan Mulyawan, Kepala Kanwil DJPb Jawa Barat, serta Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis Heru Kamarullah menyaksikan langsung prosesi penyerahan trofi tersebut.
Jajaran pimpinan OPD, para camat, hingga kepala desa se-Kabupaten Ciamis turut menghadiri agenda tahunan ini.
Kades Gegempalan, Wawan Munawar, menyampaikan rasa syukur mendalam atas pencapaian luar biasa ini. Ia mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang konsisten membangun tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel.
“Alhamdulillah, Saya selaku Kepala Desa Gegempalan mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada segenap masyarakat Desa Gegempalan,” kata Wawan, Kamis (5/11/2026).
Buah Kekompakan Aparatur dan Lembaga Desa
Wawan menyoroti peran penting sinergi yang terjalin harmonis antara jajaran pemerintah desa dan berbagai lembaga swadaya masyarakat.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada jajaran BPD, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pengurus RT/RW, lembaga desa, para kader, hingga aparatur Desa Gegempalan.
“Anugrah ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan Desa Gegempalan yang transparan sebagai modal untuk membangun Desa Gegempalan yang maju, sejahtera dan mandiri,” tegas Wawan.
Pacu Transparansi Pengelolaan Anggaran
Wawan menaruh harapan besar agar trofi Juara 1 ini menjadi kebanggaan bersama seluruh warga Desa Gegempalan.
Prestasi tingkat provinsi ini memicu semangat baru bagi jajaran perangkat desa. Tentunya untuk terus memperkuat transparansi penggunaan anggaran desa di masa mendatang.
(Diky)




