spot_imgspot_img
Sabtu 7 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

1,5 Juta Liter Air Bersih Disalurkan BPBD Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) telah menyalurkan hampir 1,5 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan.

Penyaluran tersebut di lakukan BPBD Pangandaran sejak awal musim kemarau hingga Sabtu (7/11/2026).

BACA JUGA:

Ida Nur Laila Dorong Bantuan Peralatan Bagi Produsen Pupuk Organik Pangandaran

Jika di hitung dengan kapasitas satu tangki 5.000 liter, jumlah tersebut setara dengan lebih dari 200 tangki air bersih.

“Kita sudah hampir 1.500.000 liter untuk yang BPBD saja. Kalau satu tangki 5.000 liter, berarti sudah di atas 200-an tangki,” ujar Restu Kabid Darlog BPBD Pangandaran.

Meski demikian, distribusi air bersih saat ini mulai berkurang. Hal itu seiring dengan mulai turunnya hujan di beberapa wilayah, meskipun masih jarang terjadi.

Saat ini, BPBD rata-rata menyalurkan empat tangki air bersih per hari. Jumlah tersebut menurun di bandingkan sebelumnya yang bisa mencapai delapan hingga 10 tangki dalam sehari.

“Kalau sekarang paling sehari rata-rata empat tangki. Kalau sebelumnya bisa sampai delapan,” katanya.

Adapun wilayah yang masih memerlukan dukungan distribusi air bersih di antaranya Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, dan Cimerak.

Dalam proses distribusi, BPBD mengaku terkendala jarak tempuh yang cukup jauh. Untuk satu rit pengiriman ke wilayah Mangunjaya misalnya, membutuhkan waktu hingga lima jam.

“Untuk satu rit itu bisa 5 jam karena memang jarak jauh. Dua jam perjalanan ditambah 2 sampai 3 jam distribusi ke masyarakat,” ujarnya.

Selain jarak, medan jalan yang curam juga menjadi kendala di beberapa desa, salah satunya Desa Kalajati. Kendaraan tangki yang membawa muatan penuh dikhawatirkan tidak kuat menanjak.

BACA JUGA:

Pupuk Subsidi di Pangandaran Lancar, Petani Diajak Pastikan Tepat Sasaran

“Kondisi jalannya bukan rusak, tapi medannya yang curam. Bawa kosong saja goyang,” katanya.

Untuk mempercepat distribusi, BPBD sempat mengakses pengambilan air di PDAM Kota Galuh yang berada di Ciawitali.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru