spot_imgspot_img
Kamis 5 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jalan Pamegatan–Singajaya Garut Dibangun Program IJD 2026

GARUT, FOKUSJabar.id: Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat sosialisasi dan Pre-Construction Meeting (PCM) pekerjaan preservasi Jalan Pamegatan–Singajaya Kabupaten Garut melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengapresiasi di mulainya pembangunan infrastruktur jalan yang telah lama di nantikan masyarakat.

BACA JUGA:

BPKP Jabar Workshop Evaluasi Keuangan Desa 2026 di Garut

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Menteri Pekerjaan Umum (PU), serta Anggota Komisi V DPR RI, Ade Ginanjar yang telah mengawal usulan perbaikan Jalan Pamegatan–Singajaya.

Bupati menekankan pentingnya dukungan masyarakat selama proses pembangunan.  Pasalnya, pekerjaan tersebut di targetkan selesai dalam waktu 60 hari.

Ia meminta masyarakat bersabar dan memahami kemungkinan terjadinya kemacetan maupun rekayasa lalu lintas selama proses pengecoran jalan.

“Saya sekali lagi mohon bantuannya Pak Camat, tolong sosialisasi ke masyarakat karena dugaan saya pasti macet,” katanya.

Ia berharap, pembangunan jalan tersebut dapat mendukung aktivitas masyarakat. Termasuk kegiatan pendidikan, pekerjaan, dan perdagangan.

Perbaikan jalan Jalan Pamegatan–Singajaya juga diharapkan dapat menekan biaya transportasi dan distribusi barang dari Banjarwangi ke daerah lain.

Anggota Komisi V DPR RI, Ade Ginanjar, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan hasil perjuangan di tingkat nasional.

Dari total anggaran Inpres Jalan Daerah sebesar Rp12 triliun secara nasional, pada tahap ini dialokasikan Rp4 triliun untuk berbagai daerah di Indonesia.

Ade juga menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat berkunjung langsung ke Kecamatan Banjarwangi sejak dirinya dilantik sebagai anggota DPR RI.

BACA JUGA:

Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana 2026, Bupati Garut Tekankan 6 Langkah

“Jadi walaupun saya tidak pernah ke sini, Pak Bupati sering menyampaikan ke saya bagaimana kondisi jalan infrastruktur di Banjarwangi. Itu menjadi catatan saya di Komisi V. Jadi orang Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy mah ulah sieun (jangan takut). Saya pasti akan terus memperjuangkan,” ucapnya.

Ade juga berpesan kepada penyedia jasa agar melaksanakan pekerjaan preservasi jalan secara maksimal.

“Saya titip pekerjaan ini harus benar-benar bisa maksimal dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan puas kondisi jalan Banjarwangi-Singajaya ini,” ungkap Ade.

Plt Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Ibnu Kurniawan menjelaskan, pekerjaan preservasi Jalan Pamegatan–Singajaya dibagi menjadi empat paket dengan total panjang penanganan 6,5 kilometer.

Pekerjaan menggunakan konstruksi beton kaku (rigid pavement) setebal 20 sentimeter, lapis beton kurus (lean concrete) 10 sentimeter, serta Lapis Pondasi Atas (LPA). Lebar jalan berkisar 4–4,5 meter, menyesuaikan ketersediaan lahan.

“Preservasi Jalan Pamegatan–Singajaya ini itu terbagi 4 paket. Dengan total panjang penanganan itu 6,5 km. Alokasi anggaran untuk pengadaannya sendiri sebenarnya Rp43 miliar, tapi nilai kontraknya itu sekitar Rp38 miliar,” jelas Ibnu.

BACA JUGA:

DWP Garut Gelar Lomba Hijab dan Tata Rias Pesta

Ibnu meminta jajaran dan para kontraktor menyusun strategi pelaksanaan yang matang serta mempercepat pekerjaan.

Hal ini mengingat waktu pengerjaan yang terbatas, kondisi geografis Banjarwangi yang menantang, dan musim penghujan yang mulai datang.

“Jadi harapannya nanti hasil pekerjaan ini tuh bukan cuman bertahan setahun dua tahun. Tapi bertahan panjang sesuai dengan umur rencana yang sudah kita rencanakan,” tutup Dia.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru