BANDUNG,FOKUSJabar.id: KONI Jawa Barat memproyeksikan Porprov XV Jabar 2026 sebagai ajang evaluasi pembinaan atlet daerah. Ketua Umum KONI Jawa Barat M. Budiana meninjau langsung pelaksanaan pertandingan di Kota Bandung.
KONI Jabar menyerahkan pengelolaan Panitia Besar (PB) kepada kota dan kabupaten tuan rumah.
Baca Juga: SDN 021 Ciporeat dan SDN 075 Jatayu Sandingkan Gelar MLSC Bandung Serie 1 2026
Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok memegang peran sebagai tuan rumah utama. KONI Jabar bertindak sebagai Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) pendamping kegiatan.
“KONI Jabar hanya bertindak sebagai Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) yang memberikan pendampingan agar pelaksanaan bisa berjalan lancar dan sukses. Untuk kepanitian sendiri diserahkan kepada Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Depok sebagai tuan rumah utama serta beberapa kota/kabupaten sebagai tuan rumah pendamping,” kata Budiana di gedung KONI Jabar, Senin (2/11/2026).
Semangat Tuan Rumah dan Modal Menuju PON XXII 2028
Budiana menyebut penyelenggaraan multi-event empat tahunan ini berlangsung di tengah efisiensi anggaran.
Pemerintah daerah tetap menjaga komitmen tinggi demi menyukseskan gelaran Porprov XV Jabar.
“Meski demikian, setiap tuan rumah sudah menyatakan komitmen untuk menyukseskan Porprov XV Jabar. Semangat mereka tidak pudar karena kondisi efisiensi, moal mundur satunjang beas,” Budiana menegaskan.
Porprov XV Jabar menjadi batu loncatan penting menuju babak kualifikasi PON 2027. KONI Jabar membidik raihan prestasi maksimal pada PON XXII 2028 di NTB dan NTT.
“Usai Porprov XV Jabar ini, kita akan dihadapkan pada babak kualifikasi PON XXII di tahun 2027 sebagai pintu awal untuk tampil pada PON XXII tahun 2028 di NTB dan NTT,” Budiana menuturkan.
Budiana meminta pengurus cabang olahraga menjaring talenta terbaik dari setiap nomor pertandingan.
Para atlet wajib menunjukkan performa puncak dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Jadikan pertandingan Porprov XV Jabar sebagai ajang untuk melihat kemampuan dari setiap atlet sekaligus evaluasi teknis. Untuk setiap atlet, silakan bersaing dengan ketat dengan menunjukkan performa terbaik tetapi tetap dalam koridor fair play dan sportivitas sehingga bisa ikut dalam BK PON,” pungkas Budiana.
(Ageng)



