spot_imgspot_img
Jumat 30 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

APBN Sudah Terserap Rp7,13 Triliun, KPPN Tasikmalaya Ingatkan Anggaran Harus Berdampak

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tasikmalaya menggelar Press Release APBN Periode September 2026, Kamis (29/10/2026). Acara berkonsep talkshow ini menghadirkan para Kepala Unit Kerja Kemenkeu Satu Priangan Timur.

Kegiatan ini bertujuan menyampaikan informasi kinerja APBN dan perkembangan ekonomi secara transparan kepada publik.

Baca Juga: Sawarga Tasikmalaya 2026 Dibuka, Ada 93 UMKM hingga Pasar Sembako Murah

Pertumbuhan ekonomi wilayah Priangan Timur pada Triwulan II 2026 mencatatkan angka 5,94 persen (yoy). Capaian ini melampaui pertumbuhan kumulatif Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, laju inflasi September 2026 berada pada angka 3,05 persen (yoy).

Kepala KPPN Tasikmalaya Dani Ramdani menegaskan komitmen Kemenkeu Satu dalam mengawal anggaran negara. Pihaknya mencatat penyerapan anggaran dan pertumbuhan ekonomi berjalan sangat positif.

“Sampai dengan 30 September 2026, realisasi Belanja Negara di wilayah Priangan Timur mencapai Rp7,13 triliun atau 78,20% dari pagu Rp9,12 triliun. Sementara penerimaan dalam negeri mencapai Rp980 miliar atau 69,56% dari target Rp1,41 triliun. Penerimaan tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan Rp655 miliar, Bea dan Cukai Rp45,20 miliar, serta PNBP Rp279,14 miliar. Capaian PNBP bahkan telah mencapai 127,76% dari target,”ungkap Dani Ramdani dalam keterangannya Jumat (30/10/2026) sore.

Percepatan Belanja Pusat dan Penyaluran TKD

Dani merinci realisasi Belanja Pemerintah Pusat yang mencapai Rp1,79 triliun atau 63,58 persen dari pagu. Sedangkan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) menyentuh angka Rp5,34 triliun atau 84,72 persen.

“Percepatan penyerapan belanja pemerintah pusat, khususnya belanja barang dan modal, serta penyampaian dokumen persyaratan penyaluran DAK Fisik menjadi perhatian bersama menjelang akhir tahun anggaran, ini untuk mempercepat proses penyerapan anggaran,”tegasnya.

Masing-masing unit Kemenkeu Satu turut memaparkan kontribusi kinerjanya:

  • DJP: Menjelaskan perkembangan penerimaan pajak dan kebijakan tahun 2026.
  • DJBC: Menindak 487 kasus kepabeanan, termasuk mengamankan 2,94 juta batang rokok ilegal.
  • KPKNL Tasikmalaya: Mengelola Barang Milik Negara (BMN) bernilai buku Rp14 triliun pada 182 satuan kerja.

Sokong Program Prioritas dan Pembiayaan UMKM

Kemenkeu Satu juga mengawal pelaksanaan program prioritas pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Priangan Timur telah melibatkan 702 SPPG dan 24.064 relawan. Program ini menjangkau 800.124 penerima manfaat.

Pemerintah juga menyalurkan subsidi Rp1,14 triliun serta bantuan sosial sebesar Rp1,16 triliun. Selain itu, program pembiayaan KUR dan UMi telah menyalurkan Rp3,68 triliun kepada 104.913 debitur UMKM.

“Melalui release kinerja APBN, Kemenkeu Satu Priangan Timur berkomitmen akan terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengawal penerimaan negara, mengoptimalkan belanja, mengelola kekayaan negara, serta memastikan penyaluran TKD berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,”tegas Dani Ramdani.

Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan esensi utama pengucuran anggaran negara.

“APBN tidak sekedar mampu terserap oleh Satker, namun harus memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat, serta dapat mendorong pertumbuhan dan kemandirian ekonomi, demi mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan sejahtera,”pungkasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru