spot_imgspot_img
Jumat 30 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kabar Gembira dari Pangandaran, Anak Banteng Jawa Kembali Lahir di Cagar Alam Pananjung

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa) menyampaikan kabar gembira dari Cagar Alam Pananjung.

Induk Banteng Jawa (Bos javanicus) melahirkan seekor anak berjenis kelamin jantan, Selasa (27/10/2026) malam sekitar pukul 22.23 WIB.

Baca Juga: Tiga Jam Demi Satu Galon Air, Perjuangan Yoyoh Bertahan di Tengah Kekeringan Pangandaran

Anak banteng tersebut merupakan hasil perkawinan induk betina Bindi dengan pejantan Senta.

Anggota BKSDA TWA Cagar Alam Pangandaran Hadiat Kelsaba membenarkan berita bahagia tersebut.

“Alhamdulillah, iya, kemarin selasa malam jam setengah 11,” ujar Hadiat saat dikonfirmasi fokususjabar.id, Jumat (30/10/2026).

Momen Kelahiran Ketiga Sejak Program Reintroduksi Berjalan

Momen ini mencatatkan kelahiran ketiga sejak Purbajapa menjalankan program reintroduksi Banteng Jawa.

Sebelumnya, induk Uchi melahirkan anak pertama pada 27 Juli 2025. Induk Bindi kemudian melahirkan anak kedua pada 7 Agustus 2025.

Tim Purbajapa mencatat perkawinan Bindi dan Senta pada 5 Januari 2026. Petugas terus memantau perkembangan masa bunting Bindi secara berkala hingga persalinan.

Kelahiran terbaru ini meningkatkan populasi Banteng Jawa di Purbajapa dari 4 individu awal menjadi 7 ekor.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melepasliarkan 4 individu awal saat meresmikan Purbajapa pada 11 Desember 2024. Aksi ini menandai kembalinya Banteng Jawa ke Pananjung setelah sempat menghilang sejak 2003.

Konsep Pengembangbiakan Semi-Alami Kawasan 5 Hektare

Purbajapa menerapkan konsep pengembangbiakan semi-alami menggunakan 4 indukan utama.

Dua betina berasal dari Taman Safari Indonesia Bogor (Uchi) dan Taman Safari Indonesia Prigen (Bindi). Dua jantan bernama Bejo dan Senta berasal dari Taman Safari Indonesia Gianyar, Bali.

Pusat reintroduksi ini mengelola area seluas 5 hektare. Sebanyak 9 petugas lapangan mengawasi kawasan ini setiap hari.

Petugas rutin memberi pakan tambahan, memeriksa kesehatan, memantau masa birahi, serta merawat pagar dan padang gembala.

Kementerian Kehutanan menjalankan program ini melalui Balai Besar KSDA Jawa Barat. Program ini mendapat dukungan penuh Taman Safari Indonesia, PT Star Energy Geothermal Darajat II Limited, dan Pemkab Pangandaran.

Tim medis saat ini terus memantau kondisi kesehatan anak banteng dan induk Bindi secara intensif.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru