MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Tata kelola profesional menjadi syarat mutlak dalam mengelola lembaga keuangan daerah. Pengelola BPR wajib memprioritaskan kualitas kredit dan menjaga keberlanjutan usaha.
Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan hal tersebut saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPR Majalengka, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga: Potensi Startup Anak Muda Cirebon Raya Terbuka, Majalengka Bisa Ambil Peluang
Eman sekaligus mengukuhkan Direktur Operasional baru di Kantor BPR Majalengka.
Dalam arahannya, Eman meminta manajemen BPR Majalengka mengutamakan prinsip kehati-hatian, memperkuat pengawasan internal, dan meningkatkan profesionalisme.
Eman mengingatkan manajemen untuk mengimbangi pertumbuhan kinerja dengan pengelolaan risiko yang ketat. Kualitas kredit dan tingkat kepatuhan debitur menentukan keberhasilan BPR secara nyata.
“PT BPR Majalengka harus dikelola secara sehat, pruden atau penuh kehati-hatian, dan berorientasi pada hasil yang nyata. Kinerja usaha harus terus ditingkatkan, termasuk penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas serta memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat dan pelaku UMKM,” tegas Eman.
Eman juga meminta manajemen tidak mengabaikan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi mengejar keuntungan semata.
“Jangan sampai ambisi untuk mengejar keuntungan justru mengabaikan manajemen risiko. Perusahaan juga harus memperkuat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan OJK,” tambahnya.
Isi Kekosongan 18 Bulan, Odi Muplihudin Jabat Direktur Operasional
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham meresmikan Odi Muplihudin sebagai Direktur Operasional PT BPR Majalengka. Pengisian posisi ini mengakhiri kekosongan jabatan selama kurang lebih 18 bulan.
Odi sebelumnya menjabat Pimpinan Cabang Bantarujeg. Ia telah melampaui tahapan seleksi Pemkab Majalengka dan fit and proper test OJK.
Direktur PT BPR Majalengka Asep Muhamad Jamaludin menyambut positif kehadiran Odi untuk memperkuat efektivitas perusahaan.
“Agenda RUPS hari ini khusus untuk pengukuhan dan penetapan Direktur Operasional. Selama kurang lebih 18 bulan saya menjalankan jajaran direksi sendirian. Alhamdulillah, Pak Odi Muplihudin dinyatakan layak, memenuhi syarat, dan lulus sehingga hari ini resmi dikukuhkan oleh Pak Bupati,” ungkapnya.
Bidik Laba Rp4,7 Miliar dan Setor PAD Rp1,9 Miliar
Manajemen BPR Majalengka menargetkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,9 miliar hingga akhir tahun 2026. Perusahaan juga membidik raihan laba bersih mencapai Rp4,7 miliar.
Asep sangat optimistis dapat merealisasikan target tersebut berdasarkan capaian posisi keuangan per Oktober 2026.
“Untuk target konsolidasi tahun ini hingga Desember, target PAD kita sebesar Rp1,9 miliar dengan target laba Rp4,7 miliar. Melihat posisi per Oktober ini, kami optimistis target tersebut dapat terpenuhi,” jelasnya.
Penguatan struktur direksi ini membawa BPR Majalengka semakin optimal memperluas pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal.
(Jilly Ortega)



