TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Tasikmalaya menyisakan rasa kecewa mendalam bagi warga RT 04 RW 05 Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung. Warga merasa Pemkot Tasikmalaya mengabaikan agenda pesta rakyat dan aksi sosial buatan masyarakat setempat.
Kekecewaan warga mencuat usai Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan kembali absen dalam acara tersebut. Padahal, pemuda dan warga Nagarawangi sudah merancang acara megah selama dua hari, Sabtu dan Minggu (24–25/10/2026).
Baca Juga: Khitanan Massal Meriahkan HUT ke-25 Tasikmalaya, IDI Buka Peluang Peserta Lebih Banyak
Warga menggelar berbagai kegiatan menarik, seperti jalan santai, bazar UMKM, santunan anak yatim dan lansia, hingga gelaran Tabligh Akbar.
Swadaya Murni Tanpa Bantuan Pemkot Tasikmalaya
Rasa kecewa warga makin memuncak karena Pemkot Tasikmalaya maupun Pihak Kelurahan Nagarawangi tidak memberikan bantuan dana sama sekali. Seluruh biaya acara murni berasal dari kantong dan gotong royong masyarakat setempat.
Ketua Karang Taruna Unit Kelurahan Nagarawangi, Rizky Fauzi Muharam, menyayangkan sikap dingin para pimpinan daerah. Ia menilai pimpinan kota tidak mengapresiasi antusiasme tinggi warga dalam merayakan hari jadi kotanya.
“Ini kali kedua Pak Wali Kota Tasikmalaya tidak menghadiri undangan warga. Tahun lalu dengan agenda yang sama beliau tidak hadir. Dan sekarang juga tidak hadir, hanya mewakilkan kepada pihak lain. Padahal agenda yang dikemas warga untuk memeriahkan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya ini semua anggarannya murni dari masyarakat,” ujar Rizky, Sabtu (24/10/2026).
Rizky mengungkapkan bahwa kejadian ini mengulang kekecewaan momen HUT Kota Tasikmalaya ke-24 tahun lalu. Warga Nagarawangi saat itu menggelar acara serupa dengan harapan bisa bersilaturahmi langsung bersama kepala daerah, tetapi harapan tersebut kembali sirnah.
Sedot Ratusan Warga dan Puluhan Pelaku UMKM
Padahal, acara jalan santai warga ini sukses memikat perhatian publik secara luas. Lebih dari 500 peserta memadati jalanan kota untuk mengikuti jalan santai.
Selain itu, sebanyak 30 pelaku UMKM lokal ikut memamerkan dan memasarkan produk unggulan mereka. Panitia juga membagikan santunan kepada anak yatim dan lansia serta menggelar Tabligh Akbar untuk mempererat silaturahmi warga.
Rizky menegaskan, momen perayaan hari jadi kota seharusnya menjadi panggung utama kepala daerah untuk menyapa masyarakat secara langsung.
Karang Taruna dan warga Nagarawangi tetap berkomitmen menuntaskan seluruh rangkaian acara hingga sesi Tabligh Akbar dengan khidmat, meski tanpa kehadiran pemimpin daerah.
(Abdul Latif)



