spot_imgspot_img
Rabu 21 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ditinggal Berdagang, Dua Rumah Panggung di Tasikmalaya Hangus Terbakar

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Nasib malang menimpa dua warga Kampung Cijengkol, Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Si jago merah melahap habis hunian mereka saat pemilik sedang berdagang, Rabu (21/10/2026) siang.

Kebakaran hebat sekitar pukul 11.30 WIB itu meratakan dua rumah panggung milik Sahli (52) dan Kurniasih (61).

Baca Juga: Dicky Candra Usulkan Bidang Kehutanan di Pemkot Tasikmalaya, Begini Respon Kadis LH

Awal mula kobaran api berasal dari area dapur milik Sahli. Sebelum berangkat berdagang keliling, Sahli memasak menggunakan tungku kayu tradisional atau hawu.

Namun, ia menduga bara api di dalam hawu belum padam sepenuhnya saat ia pergi.

Kapolsek Tanjungjaya Ipda Hendi Herdiansyah mengonfirmasi pemicu awal kemunculan si jago merah tersebut.

“Korban Sahli sedang berdagang keliling. Diduga hawu belum padam total, kemudian api membesar dan membakar rumahnya, lalu merambat ke rumah di sebelahnya,” terang Ipda Hendi Herdiansyah pada Rabu (21/10/2026).

Angin Kencang dan Gang Sempit Menyulitkan Pemadaman Api

Sengatan terik matahari dan hembusan angin kencang memicu amukan api kian membesar. Material panggung dari kayu kering membuat si jago merah melahap seluruh bangunan dalam waktu singkat.

Percikan api dari dapur Sahli dengan cepat merembet ke rumah Kurniasih yang berdiri berdempetan.

Warga sekitar berhamburan berusaha memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya. Namun, posisi rumah di dalam gang sempit serta keterbatasan air menyulitkan aksi gotong royong warga.

Sarip (61), salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, menceritakan kedahsyatan amukan si jago merah tersebut.

“Cuaca panas dan angin kencang. Rumahnya berbahan panggung kayu, jadi api sangat cepat merembet,” ujar Sarip di lokasi kejadian.

Kerugian Mencapai Rp70 Juta, Polisi Imbau Warga Padamkan Hawu

Kobaran api baru mereda setelah meratakan dua unit rumah panggung berukuran 6×4 meter dan 5×7 meter.

Kedua korban gagal menyelamatkan perabotan rumah tangga, pakaian, dokumen penting, hingga barang dagangan.

Meski tidak menelan korban jiwa, musibah ini menelan kerugian materiil cukup besar. Sahli menanggung kerugian Rp30 juta, sedangkan Kurniasih mengalami kerugian Rp40 juta.

Aparat kepolisian langsung memasang garis polisi, menggelar olah TKP, serta menghimpun keterangan para saksi di lokasi.

Ipda Hendi mengingatkan warga agar selalu memeriksa sarana dapur sebelum meninggalkan rumah.

“Kami mengimbau warga yang masih menggunakan tungku tradisional (hawu) agar memastikan api dan bara benar-benar padam setelah digunakan. Bila perlu, siram dengan air hingga tidak ada sisa bara yang menyala,” imbau Ipda Hendi.

Saat ini, kedua keluarga korban mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.

spot_img

Berita Terbaru