spot_imgspot_img
Rabu 21 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Sumedang Perkuat Standar Kebersihan SPPG

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungmekar yang berlokasi di Dusun Depok, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Tanjungkerta.

Kunjungan tersebut di lakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas dan pelaksanaan operasional pelayanan pemenuhan gizi.

BACA JUGA:

Pemkab Sumedang Cek Kesehatan Gratis dan Layanan Pajak

Dalam peninjauan itu, Bupati Sumedang memeriksa sejumlah bagian penting. Mulai dari area dapur, tahapan pengolahan makanan hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh fasilitas pendukung berfungsi dengan baik dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan keamanan pangan menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan tersebut.

Dony menekankan, operasional SPPG harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) serta ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) agar kualitas makanan dan kondisi lingkungan tetap terjaga.

Menurut Dony, pengelola SPPG perlu memperhatikan sejumlah komponen dalam menjalankan pelayanan pemenuhan gizi.

Aspek tersebut meliputi kebersihan dan higienitas dapur, keamanan pangan, kelengkapan fasilitas, keberadaan tenaga ahli gizi, serta kejelasan alur pengolahan makanan.

“Higienitas dan kebersihannya harus terjaga. Kedua, keamanan pangannya. Ketiga, kelengkapan dapur, ahli gizinya, serta peta alur prosesnya. Kemudian, IPAL harus berfungsi dengan baik dan tempat sampah harus dipilah,” tegasnya.

Bupati Sumedang menjelaskan, kualitas makanan yang di hasilkan SPPG tidak dapat di pisahkan dari kondisi tempat pengolahan dan penerapan standar kebersihan.

Karena itu, setiap tahapan pengolahan makanan perlu di perhatikan agar hidangan yang di berikan kepada penerima manfaat tetap bersih, aman, dan bergizi.

Selain memastikan keamanan makanan, pengelola juga di minta menjaga kelayakan seluruh fasilitas dapur.

Kondisi ruangan dan peralatan harus di rawat secara berkala agar kebersihan tetap terpelihara serta lingkungan kerja mendukung proses pengolahan makanan.

Dony turut mengingatkan bahwa pemeliharaan kebersihan tidak cukup di lakukan di dalam dapur saja.

Seluruh area SPPG perlu mendapatkan perhatian agar kebersihan dan higienitas lingkungan tetap terjaga.

Perawatan bangunan juga menjadi bagian dari hal yang perlu di perhatikan oleh pengelola.

Bagian fasilitas yang catnya mulai mengelupas perlu segera di perbaiki atau di cat ulang agar kondisi bangunan tetap bersih dan terawat.

BACA JUGA:

Petani Milenial Sumedang Kembangkan Labu Siam, Pasokan Capai 10 Ton per Hari

Di samping persoalan kebersihan, fungsi IPAL menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut. Dony menegaskan, fasilitas ini harus berfungsi dengan baik untuk mendukung pengelolaan limbah yang di hasilkan dari kegiatan operasional SPPG.

Pengelolaan sampah juga perlu di lakukan secara teratur melalui pemilahan berdasarkan jenisnya.

Langkah ini di nilai penting agar sampah yang masih memiliki nilai guna tidak langsung di buang. Namun dapat di manfaatkan kembali sesuai dengan karakteristiknya.

Untuk mendukung upaya tersebut, pengelola SPPG didorong menjalin kemitraan dengan masyarakat di sekitar lokasi.

Kerja sama dapat dilakukan dengan peternak, pemilik kolam, maupun pelaku usaha pengelolaan sampah agar berbagai jenis sampah yang masih dapat dimanfaatkan memiliki nilai tambah.

“Jangan sampai semua sampah berakhir di tempat pembuangan akhir. Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak atau maggot. Sedangkan plastik dan kertas bisa dijual ke bank sampah. Dengan begitu, volume sampah yang dibuang bisa berkurang dan biaya pengangkutannya juga dapat ditekan,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Cegah Bantuan Salah Sasaran, Sekda Sumedang Minta ASN Percepat Digitalisasi Perlinsos

Pemanfaatan sampah organik untuk pakan ternak atau maggot serta penyaluran sampah plastik dan kertas ke bank sampah, di harapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Upaya ini juga berpotensi menekan biaya pengangkutan sampah melalui pengelolaan yang lebih efektif.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru