DEPOK, FOKUSJabar.id: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok mengintensifkan penanganan saluran air di enam lokasi menjelang musim hujan.
Pekerjaan normalisasi ini di lakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan dan banjir.
BACA JUGA:
Sempat Ditutup 6 Bulan, Kini DOS 3 Depok Dibuka dengan Fasilitas Baru
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran penanganan meliputi saluran, kali, hingga situ yang membutuhkan normalisasi.
Upaya tersebut melibatkan puluhan personel satuan tugas (satgas) yang di terjunkan untuk menangani kondisi saluran di berbagai wilayah Kota Depok.
Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menyampaikan bahwa pengerjaan di lakukan di enam titik dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing lokasi.
Beberapa di antaranya berada di Kali Cabang Timur, Pancoran Mas, Situ Pengarengan, Kecamatan Sukmajaya, serta saluran di Jalan Raya Pendowo, Kecamatan Limo.
“Kami melibatkan puluhan satgas untuk melakukan kegiatan normalisasi di enam titik. Di antaranya Kali Cabang Timur Pancoran Mas, Situ Pengarengan Kecamatan Sukmajaya dan saluran di Jalan Raya Pendowo Kecamatan Limo,” ujarnya di kutip depok.go.id.
Selain tiga lokasi tersebut, DPUPR Kota Depok juga melakukan normalisasi saluran di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya. Penanganan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan infrastruktur saluran air di wilayah tersebut.
Pekerjaan serupa turut di laksanakan di Jalan Curug Agung, Kecamatan Beji. Lokasi lainnya yang masuk dalam agenda normalisasi berada di Jalan Pekapuran, Kecamatan Tapos.
Dengan demikian, terdapat enam titik yang menjadi sasaran pengerjaan normalisasi.
Penanganan di lokasi-lokasi tersebut di harapkan dapat membantu memperlancar aliran air. Terutama ketika curah hujan meningkat.
Yodi menjelaskan bahwa metode pengerjaan di sesuaikan dengan situasi dan kebutuhan di lapangan.
Petugas melakukan normalisasi secara manual pada lokasi tertentu. Sementara pekerjaan lainnya memerlukan dukungan alat berat.
BACA JUGA:
Polres Metro Depok Juara 1 Road Safety Partnership Action 2026
“Beberapa pekerjaan di lakukan secara manual. Namun ada juga yang menggunakan alat berat, amphibi PC 210, truxor, spider R65, Mini Spider dan amphibi PC200,” jelasnya.
Penggunaan berbagai jenis alat tersebut menjadi bagian dari penyesuaian teknis dalam menangani saluran, kali, dan situ.
Sementara itu, keterlibatan puluhan personel satgas mendukung pelaksanaan pekerjaan di enam lokasi yang telah ditentukan.
Di samping penanganan infrastruktur, DPUPR Kota Depok juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kondisi lingkungan.
Warga diimbau untuk tidak membuang sampah ke kali maupun situ karena kebiasaan tersebut dapat menghambat aliran air.
Sampah yang menumpuk di saluran air berpotensi mengganggu kelancaran aliran dan meningkatkan risiko terjadinya genangan hingga banjir.
Karena itu, menjaga kebersihan saluran dan badan air perlu dilakukan bersama sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak musim hujan.
Yodi mengingatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari. Termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Ia secara khusus menyoroti sampah plastik yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Mudah-mudahan kita bisa saling menghargai sesama maupun lingkungan dengan tidak membuang sampah. Terutama sampah plastik yang sulit terurai,” pungkasnya.
(Jingga Sonjaya)



