DEPOK, FOKUSJabar.id: Kota Depok terus mendorong perkembangan olahraga padel melalui pembinaan yang lebih terarah dan berorientasi pada prestasi.
Upaya ini di perkuat melalui kolaborasi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Depok dalam mempersiapkan cabang olahraga tersebut menghadapi Porprov Eksebisi Jawa Barat 2026.
BACA JUGA:
Depok Kids Run Festival 2026 Hadirkan Family Fun Run 2.5K dan Kids Dash 40M
Kerja sama kedua organisasi tersebut di harapkan mampu memperkuat fondasi pengembangan padel. Mulai dari peningkatan kualitas pemain hingga penyelenggaraan kompetisi.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan, padel di Kota Depok di harapkan dapat berkembang melampaui olahraga rekreasi dan menjadi cabang olahraga yang mampu mencetak atlet berprestasi.
Ketua Umum PBPI Kota Depok, Prasetyo Aldiansyah menilai, perkembangan padel membutuhkan dukungan yang lebih luas daripada sekadar penambahan jumlah pemain dan fasilitas lapangan.
Menurutnya, pembinaan yang terstruktur, kompetisi secara berkelanjutan, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk mendorong kemajuan olahraga tersebut.
Salah satu langkah yang telah di tempuh PBPI Kota Depok untuk memperluas partisipasi sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding para pemain adalah menggelar Wali Kota Depok Padel Cup 2026.
Turnamen yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Court Dept Hause Siliwangi tersebut di ikuti 264 peserta.
Kompetisi ini mempertandingkan enam kategori. Yakni, Rookie Men’s, Rookie Women’s, Beginner Upper Men’s, Beginner Upper Women’s, Beginner Pasutri, serta Bronze by PBPI Kota Depok.
Keberagaman kategori tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang kompetisi bagi pemain dengan tingkat kemampuan yang berbeda.
Prasetyo menyebut, turnamen tersebut memiliki peran dalam membangun ekosistem padel di Kota Depok.
Melalui kompetisi, masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat lebih aktif. Sedangkan para pemain dapat mengukur kemampuan dan memperoleh pengalaman menghadapi lawan dalam pertandingan.
“Bagi PBPI Kota Depok, ini bukan hanya tentang menyelenggarakan sebuah turnamen. Tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama membangun ekosistem dan budaya padel di Kota Depok,” ujarnya.
Pelaksanaan Wali Kota Depok Padel Cup 2026 juga memberikan pengalaman yang dapat di jadikan bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kompetisi berikutnya.
Evaluasi tersebut mencakup sejumlah aspek. Mulai dari teknis pertandingan, kesiapan tempat pelaksanaan, operasional kegiatan, hingga koordinasi antarpihak yang terlibat.
Evaluasi ini menjadi penting karena Kota Depok di jadwalkan menjadi tuan rumah Porprov Eksebisi Jawa Barat 2026.
Ajang tersebut akan berlangsung pada 12–15 November 2026 di Court Dept Hause Siliwangi. Sehingga persiapan penyelenggaraan perlu di lakukan secara matang.
BACA JUGA:
UI Half Marathon 2026 Diikuti 5 Ribu Peserta, Kapolres Metro Depok Turut Hadir
Dalam menghadapi agenda tingkat provinsi tersebut, PBPI Kota Depok terus memperkuat sinergi dengan KONI yang di pimpin Herry Suprianto.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan organisasi sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan dan pengembangan padel di daerah.
Bagi Prasetyo, Porprov Eksebisi Jawa Barat 2026 memiliki arti penting bagi perkembangan padel di Kota Depok.
Selain menjadi kesempatan untuk menyelenggarakan kompetisi tingkat provinsi, ajang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan olahraga padel kepada masyarakat yang lebih luas.
Persiapan menuju kompetisi juga membutuhkan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak.
Karena itu, komunikasi dan kerja sama dengan KONI, pemerintah daerah, komunitas padel, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan menghadapi Porprov Eksebisi Jawa Barat 2026.
Di sisi lain, PBPI Kota Depok turut menaruh perhatian pada penguatan komunitas dan pembinaan pemain.
BACA JUGA:
Kota Depok Pilot Project Pengelolaan Sampah Organik 2026
Kompetisi yang diselenggarakan secara rutin diharapkan dapat membantu pemain mengembangkan keterampilan, menambah jam terbang, serta membuka peluang bagi munculnya atlet-atlet potensial yang dapat dibina lebih lanjut.
“Kami berharap, padel di Kota Depok tidak hanya berkembang sebagai olahraga rekreasi. Tetapi juga memiliki pembinaan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan pemain-pemain berprestasi. Porprov Eksebisi Jawa Barat 2026 menjadi salah satu momentum penting untuk mewujudkan hal tersebut,” tutup Prasetyo.
(Jingga Sonjaya)



