spot_imgspot_img
Selasa 20 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Menko Muhaimin Dorong UMKM Andalkan Bahan Baku Lokal

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan bahan baku lokal untuk memperkuat produksi dalam negeri di tengah gejolak ekonomi global.

Selain memperkuat rantai pasok domestik, pemerintah berupaya meningkatkan daya beli masyarakat dan memperluas akses permodalan agar UMKM mampu bertahan sekaligus meningkatkan daya saing.

Muhaimin mengatakan, dinamika geoekonomi dan geopolitik global perlu direspons dengan memperkuat kemampuan produksi dalam negeri. Kondisi tersebut juga dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk bangkit dan mengembangkan usaha.

Baca Juga: Pemkot Bandung Pastikan Pasokan BBM Pertamina Tetap Aman

“Situasi ini juga menjadi momentum bagi UMKM untuk bangkit, terutama ketika kondisi geoekonomi dan geopolitik global sedang mengalami gejolak,” kata Muhaimin dalam kegiatan Perintis Berdaya Connect Bandung (PBC) di Bandung Creative Hub, Jalan Laswi Kota Bandung Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memenuhi kebutuhan bahan baku dari dalam negeri. Upaya tersebut perlu didukung pertumbuhan industri pertanian agar mampu memasok kebutuhan produksi sekaligus memperkuat rantai pasok UMKM.

“Hari ini, kami mendorong agar kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari dalam negeri. Kami juga mendorong pertumbuhan industri pertanian agar mampu mendukung kebutuhan produksi dan memperkuat pasokan domestik,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya meningkatkan daya beli masyarakat untuk memperluas pasar produk UMKM. Pertumbuhan jumlah masyarakat kelas menengah dinilai penting dalam mendorong permintaan terhadap produk lokal.

Terus Bekerja Keras

“Kedua, kami terus bekerja keras agar jumlah masyarakat kelas menengah bertambah dan daya beli meningkat. Itulah yang terus dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Penguatan UMKM juga membutuhkan dukungan akses pembiayaan, teknologi, pelatihan, dan pemasaran. Melalui program Perintis Berdaya Connect, pemerintah berupaya membangun ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai kebutuhan untuk mengembangkan bisnis.

Muhaimin menjelaskan, upaya tersebut memerlukan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, badan usaha, inkubator bisnis, dan lembaga filantropi. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas dukungan bagi UMKM, mulai dari pemenuhan bahan baku hingga pemasaran produk.

Selain itu, peningkatan kualitas produk menjadi salah satu fokus agar UMKM mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global. Pemerintah juga mendorong dukungan bagi inkubator bisnis untuk meningkatkan mutu produk dan kapasitas usaha masyarakat.

Baca Juga: Buky Wibawa Terpilih Aklamasi Pimpin Asprov PSSI Jawa Barat

“Ketiga, seluruh kolaborasi tersebut harus bermuara pada peningkatan kualitas produk agar mampu menembus pasar global,” jelasnya.

Muhaimin menambahkan, Kota Bandung kembali menjadi lokasi penyelenggaraan Perintis Berdaya Connect untuk kedua kalinya. Keberadaan Creative Hub dinilai berpotensi menjadi model pengembangan pemberdayaan usaha masyarakat yang dapat diterapkan di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.

“Ke depan, kami berharap model pemberdayaan yang mengintegrasikan akses bahan baku, pembiayaan, peningkatan kualitas produk, dan pemasaran dapat diperluas ke berbagai daerah. Dengan ekosistem usaha yang lebih kuat, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru