TASIKMALAYA,FOKUSJAbar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menghadirkan konsep unik untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Tasikmalaya.
Pemkot memadukan promosi produk UMKM lokal dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Plaza Asia Tasikmalaya.
Baca Juga: BI Tasikmalaya Fasilitasi UMKM Priangan Timur Unjuk Gigi di ISEF 2026
Kegiatan seru pada Minggu (18/10/2026) ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar.
Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM, Tiar Nabila Karbala, turut mendampingi Penjabat Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.
Para pejabat memantau langsung stan kerajinan khas, area kuliner UMKM, hingga bilik pemeriksaan kesehatan warga.
Program CKG memfasilitasi pemeriksaan mata, kesehatan gigi dan mulut, hingga deteksi dini potensi kanker.
Stafsus Presiden Tiar Nabila Karbala Puji Inovasi Pemkot Tasikmalaya
Staf khusus Presiden RI Tiar Nabila Karbala menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor tersebut.
Ia menilai pendekatan ekonomi kreatif sangat ampuh memperluas jangkauan program prioritas pemerintah ke masyarakat luas.
“Peran Ekraf ini sangat penting untuk mengakselerasi supaya program bisa lebih dikenal dan partisipasinya juga bisa lebih meningkat,” kata Tiar pada Minggu (18/10/2026).
Tiar turut memuji kehadiran maskot HUT Kota Tasikmalaya, Cep Tata dan Neng Titi, yang memikat perhatian pengunjung.
Keramaian pengunjung di Plaza Asia membuka peluang emas bagi pelaku UMKM untuk mendongkrak omzet penjualan produk.
Jumlah Peserta CKG Tembus Target Hingga Luar Wilayah Tasikmalaya
Penjabat Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengungkapkan antusiasme warga melampaui target awal panitia.
“Target 150 per hari, kemarin saja sudah 200. Peserta CKG bukan hanya warga Kota Tasikmalaya, melainkan ada warga yang dari Garut, Ciamis, Banjar hingga Pangandaran,” terang Viman.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah.
Irene mendorong pelaku industri kreatif memperkuat penggunaan identitas lokal pada setiap karya serta produk UMKM.
“Kita tidak mau hanya sesuatu yang seremonial, yang sekali doang lalu berhenti. Kita ingin ada sesuatu yang berkelanjutan,” tegas Irene.
(Seda)



