spot_imgspot_img
Kamis 15 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Garut Perketat Pengawasan TPA Pasir Bajing

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing hampir sepenuhnya tuntas.

Kendaraan pengangkut sampah kini sudah dapat kembali masuk dan beroperasi secara normal.

BACA JUGA:

Setetes Darah Sejuta Harapan, Donor Darah DPC Demokrat Garut

Bupati Garut menyebut, titik api di kawasan TPA Pasir Bajing sudah jauh berkurang dan penanganan kebakaran telah mencapai hampir 99 persen.

“Sudah hampir 99 persen tertangani,” ungkap Syakur.

Menanggapi kekecewaan masyarakat yang berujung pada krisis kepercayaan terhadap pengelolaan TPA, Syakur menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut memahami kondisi tersebut.

Pihaknya akan memberikan bantuan dan mencari solusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bupati juga menyoroti ketimpangan antara volume sampah yang masuk dan anggaran pengelolaan yang tersedia. Setiap hari, sekitar 300 ton sampah masuk ke TPA Pasir Bajing.

“Kita bisa bayangkan sehari ada 300 ton sampah yang masuk. Sedangkan anggaran cuma Rp12 milyar,” ungkapnya.

Syakur merinci, dari total anggaran Rp17 milyar yang di kelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hanya Rp5 milyar di alokasikan untuk pengelolaan TPA Pasir Bajing. Sedangkan Rp12 milyar digunakan untuk biaya mobilisasi.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Garut akan menambah anggaran pengelolaan TPA Pasir Bajing. Termasuk memperluas zona penyangga atau buffer zone.

Tambahan anggaran direncanakan melalui anggaran perubahan dan kembali ditingkatkan pada 2027.

Terkait penyebab kebakaran, Bupati menyebutkan adanya dugaan kelalaian, seperti pembuangan puntung rokok yang dapat memicu api. Tumpukan sampah juga berpotensi menghasilkan gas metana yang mudah terbakar jika terkena sumber api.

BACA JUGA:

Bupati Garut Siapkan Penanganan Darurat TPA Pasir Bajing

Karena itu, ia meminta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) memperketat pengawasan dan lebih aktif melibatkan warga setempat dalam menjaga keamanan lingkungan TPA.

“Kita juga tidak serta-merta menyalahkan satu pihak, tapi ini menjadi pembelajaran untuk kita semua dan pasti kita evaluasi semuanya. Evaluasi mulai dari UPTD, dinasnya, semuanya kita evaluasi. Ini butuh waktu serta tidak bisa diselesaikan dengan waktu yang sangat singkat,” pungkas Bupati.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru