BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penertiban parkir liar di Jalan Kebon Jati, Kecamatan Andir, Kota Bandung, memicu masalah baru. Aktivitas parkir kini bergeser dan memadati kawasan permukiman warga, khususnya di Gang Adibrata dan Jalan Kelenteng.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan hasil komunikasinya dengan lurah serta para ketua RW setempat. Pihaknya mengonfirmasi bahwa warga bersama karang taruna mengelola secara langsung area parkir di permukiman tersebut.
Baca Juga: Pemkab Bogor Perkuat Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
“Saya sudah bicara langsung dengan lurahnya, dengan para ketua RW-nya. Itu sebetulnya dikelola oleh warga setempat dan karang taruna. Ini pengakuan dari para RW nya,” kata Farhan, Rabu (14/10/2026).
Imbas Perbaikan Jalan dan Beban Tarif Parkir Mal
Farhan menjelaskan bahwa pergeseran tempat parkir ini terjadi menyusul penertiban dan proyek perbaikan jalan di kawasan Kebon Jati.
Wali Kota Bandung menduga kuat bahwa kendaraan yang memenuhi gang-gang warga merupakan milik para karyawan pusat perbelanjaan Paskal 23. Mahalnya tarif parkir di dalam mal mendorong para pekerja mencari alternatif di luar area gedung.
“Siapa sih yang parkir sebanyak itu di situ dan berlama-lama? Sudah pasti karyawan dari Paskal. Kenapa enggak parkir di dalam Paskal para karyawannya,” tegas Farhan.
Dua Alasan Utama Pekerja Memilih Parkir di Luar Area Mal
Menurut analisis Farhan, ada dua faktor utama yang membuat para karyawan enggan menggunakan fasilitas parkir dalam mal:
- Tarif Parkir Tinggi: Biaya parkir harian di dalam mal tergolong mahal bagi para pekerja.
- Prioritas Pengelola: Manajemen pusat perbelanjaan lebih mengutamakan lahan parkir dalam gedung untuk para pengunjung.
“Dua alasan. Satu, mahal. Kedua, pengelola itu lebih mendorong pekerja parkir di luar karena parkir di dalam diutamakan untuk pengunjung,” ucapnya.
Langkah Pemkot Bandung: Musyawarah Warga hingga Opsi Investor
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bandung meminta warga sekitar segera menggelar musyawarah demi merumuskan solusi sementara.
Di sisi lain, Pemkot Bandung menyiapkan strategi jangka panjang dengan mencari investor untuk membangun gedung parkir terpadu. Rencana penataan fasilitas parkir ini akan berjalan sejajar dengan penanganan proyek Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung.
“Nah, makanya sekarang saya sudah minta warga sok badami, cari solusi sementara sambil kita bereskan BRT. Insyaallah kita akan cari investor untuk membangun tempat parkir yang maslahat,” pungkas Farhan.
(Yusuf Mugni)



