spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pesan Ketua Balad Galuh untuk PSGC Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kekalahan telak PSGC Ciamis dari Adhyaksa FC Bekasi memantik reaksi keras dari suporter. Ketua Balad Galuh, Dian Soleh Wardana alias Dian Ghozin, mengingatkan pemain dan pelatih agar tidak baper menghadapi kritik, tetapi segera berbenah demi mengembalikan performa Laskar Singacala.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikan suporter harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki performa Laskar Singacala, terutama menjelang pertandingan kandang yang menjadi kesempatan untuk bangkit dan mengamankan tiga poin.

Menurutnya, reaksi suporter seusai pertandingan merupakan bentuk kepedulian terhadap tim kebanggaan masyarakat Ciamis. Karena itu, pemain maupun pelatih diharapkan bisa menerima kritik secara dewasa dan menjadikannya motivasi untuk tampil lebih baik.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Awiluar Ciamis, 1 Orang Luka

“Jadikan itu motivasi. Pemain dan pelatih jangan baper atau apa pun itu. Jadikan kritikan untuk membangun agar bisa lebih baik. Jangan mental tempe. Ini Liga 2, harus sudah siap juga secara mental saat ada cacian dan hujatan,” tegas Ghozin.

Selain menyoroti mentalitas pemain, Ghozin meminta jajaran pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap permainan PSGC, khususnya dalam penempatan pemain dan penerapan strategi.

Ia menilai, keputusan menempatkan pemain di luar posisi aslinya turut memengaruhi performa tim. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu koordinasi serta komunikasi antarpemain di lapangan.

“Kekalahan kemarin jadikan pembelajaran. Terutama evaluasi pada posisi pemain. Karena kemarin kacaunya terjadi lantaran ada pemain yang tidak dimainkan pada posisi aslinya. Semua mungkin bisa menilai permainan PSGC kemarin saat kalah oleh tim papan bawah, dan saya tidak ingin banyak berkomentar dalam hal ini,” ujarnya.

Pertimbangkan Skema Permainan

Ghozin berharap pelatih kembali mempertimbangkan skema permainan yang sebelumnya dinilai mampu membuat PSGC tampil solid. Menurutnya, eksperimen formasi maupun penempatan pemain harus dilakukan secara cermat, terlebih ketika menghadapi pertandingan penting.

Ia mengingatkan, setiap lawan harus dihadapi dengan keseriusan yang sama. Jangan sampai rasa percaya diri berlebihan membuat PSGC meremehkan lawan dan kehilangan keseimbangan permainan.

Tak hanya persoalan taktik, Ghozin juga menyoroti pentingnya kedisiplinan seluruh pemain. Ia berharap pelanggaran indisipliner yang sebelumnya terjadi tidak kembali terulang karena setiap pemain memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik tim.

Menurutnya, PSGC harus segera berbenah agar tidak kehilangan lebih banyak poin dalam persaingan kompetisi Liga 2. Hasil pertandingan yang buruk juga dapat berdampak terhadap posisi pelatih, sehingga evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secepatnya.

Baca Juga: Gerak Suci Ciamis Cetak Pesilat Berprestasi

“Pokonamah kumaha carana PSGC maen alus jeung bisa menang, mawa tiga poin di kandang. Ingat, di Liga 2 ini sudah ada dua pelatih yang dipecat. Itu semata-mata karena hasil buruk dari kekalahan,” katanya.

Meski melontarkan kritik, Ghozin menegaskan dukungan Balad Galuh terhadap PSGC Ciamis tidak akan surut. Ia berharap seluruh elemen tim bisa menjadikan kekalahan terakhir sebagai momentum untuk memperbaiki permainan dan meraih hasil positif pada laga berikutnya.

“Walaupun hasil buruk kemarin, kita akan selalu ada untuk tim kebanggaan,” pungkasnya.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru