spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Golkar dan PAN Dukung Prabowo Subianto Capres 2029

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan akan mendukung Prabowo Subianto untuk kembali maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Sikap kedua partai tersebut di sampaikan melalui pernyataan petinggi masing-masing pada Oktober 2026, ketika pembicaraan mengenai pencalonan presiden untuk periode berikutnya mulai mengemuka.

BACA JUGA:

Kepala Bakom RI Bicara Soal Kabut Asap Karhutla

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menegaskan dukungan partainya pada Jumat, 9 Oktober 2026. Sementara itu, pernyataan Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Kedua partai sama-sama menyebut Prabowo Subianto sebagai tokoh yang akan mereka dukung dalam Pilpres mendatang.

Kendati telah menyampaikan dukungan, belum ada keputusan mengenai sosok yang akan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden.

Golkar masih membuka pembahasan mengenai pasangan calon bersama partai pendukung. Sedangkan PAN menyerahkan penentuan calon wakil presiden kepada Prabowo.

Partai Gerindra juga menyambut dukungan tersebut dan menyatakan masih berfokus pada pelaksanaan program pemerintahan.

Ahmad Doli Kurnia menjelaskan, Golkar telah menentukan arah dukungannya untuk Pilpres 2029.

Menurutnya, Prabowo menjadi calon presiden yang akan di usung. Sementara pembahasan mengenai calon wakil presiden belum menjadi prioritas untuk di putuskan saat ini.

“Standing position Golkar kan jelas. Kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo,” ujar Ahmad Doli Kurnia.

Doli mengatakan, pembahasan mengenai calon wakil presiden akan di lakukan pada waktu yang tepat. Proses tersebut akan melibatkan komunikasi dengan partai-partai yang turut mendukung Prabowo.

Dengan demikian, belum ada nama yang dapat di pastikan menjadi pendamping Prabowo karena penentuan pasangan calon masih membutuhkan pembicaraan lebih lanjut.

Juru Bicara Gerindra, Sugiat Santoso mengapresiasi dukungan yang partai politik lain kepada Prabowo untuk menghadapi Pilpres 2029.

Ia juga mengungkapkan bahwa keinginan agar Prabowo kembali mencalonkan diri telah di suarakan oleh kader Gerindra di berbagai daerah.

“Ya, prinsipnya kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan dari kawan-kawan partai lain terhadap Pak Prabowo pada Pilpres 2029,” ujar Sugiat Santoso.

Ia menegaskan, keputusan strategis terkait pencalonan, termasuk pemilihan calon wakil presiden menjadi kewenangan Prabowo sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Gerindra.

Dari kubu PAN, Viva Yoga Mauladi menyatakan bahwa sikap partainya dalam mendukung Prabowo untuk Pilpres 2029 tetap konsisten.

Ia sekaligus menegaskan bahwa PAN tidak menetapkan sendiri sosok calon wakil presiden, melainkan menyerahkan keputusan tersebut kepada Prabowo.

BACA JUGA:

Kejagung Serahkan 5 Tersangka Korupsi Motor Listrik MBG

“Sikap PAN soal Pilpres 2029 sudah jelas, tidak tergoyahkan. Soal calon wapres, kita serahkan kepada calon presiden PAN,” ujar Viva Yoga Mauladi.

Viva juga menyinggung pengalaman pemilihan presiden sebelumnya ketika penentuan pasangan calon dapat berlangsung mendekati pelaksanaan pemilu.

Menurutnya, pembahasan mengenai calon presiden dan wakil presiden tidak selalu menghasilkan keputusan jauh sebelum tahapan pencalonan di mulai.

“Dari pengalaman empiris pilpres, penentuan pasangan calon seringkali di putuskan saat last minute, menjelang pelaksanaan pilpres,” katanya.

Ketika membahas sosok yang berpotensi mendampingi Prabowo, termasuk kemungkinan Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi calon wakil presiden, Viva menegaskan bahwa PAN mengikuti pilihan Prabowo.

“PAN pokoknya tergantung kepada calon presiden, siapa yang di pilih. Karena hal itu pilihan terbaik dalam perjuangan bersama,” tegas Viva.

Selain membicarakan arah dukungan politik, PAN mengarahkan kadernya untuk memperkuat organisasi dan melaksanakan program PAN Bantu Rakyat di daerah pemilihan masing-masing.

Arahan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan tersebut menjadi bagian dari kegiatan partai di tengah persiapan menuju pemilu berikutnya.

Di sisi lain, Golkar mulai memperkuat konsolidasi dan jaringan pemenangan pemilu. Termasuk di wilayah Jawa dan Kalimantan, dengan target menyelesaikan konsolidasi pada akhir 2026.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

spot_img

Berita Terbaru