spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tiga Dekade Menanam Tembakau Tarisi, Juhendra Jaga Warisan Leluhur di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Tiga dekade sudah Juhendra menekuni budidaya tembakau Tarisi di Dusun Maruyungsari, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Bagi Juhendra, tanaman tembakau Tarisi bukan sekadar komoditas pertanian penopang ekonomi. Tanaman ini menyimpan nilai sejarah sebagai warisan leluhur yang wajib ia lestarikan hingga kini.

Baca Juga: Berkas Mandek 6 Bulan Hingga Penolakan Bupati, Ini Kilas Balik Perjuangan Pemekaran Pangandaran

Di tengah arus modernisasi, tradisi menanam tembakau Tarisi tetap mengakar kuat di kalangan petani Maruyungsari. Para petani secara turun-temurun mengoperkan tata cara budidaya tanaman ini dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Melestarikan tembakau Tarisi berarti merawat tradisi sekaligus menyokong kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.

“Saya sudah sekitar 30 tahun menanam tembakau Tarisi. Tanaman ini sudah ada sejak zaman orang tua dulu, jadi kami meneruskan apa yang sudah diwariskan,” kata Juhendra, Sabtu (10/10/2026).

Tantangan Cuaca dan Jangkauan Pasar Luar Daerah

Pengalaman puluhan tahun mengolah lahan membuat Juhendra paham betul berbagai tantangan pertanian, terutama ketidakpastian cuaca yang memengaruhi volume produksi.

Jumlah hasil panen kerap berubah setiap musim. Kondisi tanaman, cuaca ekstrem, serta luas lahan menjadi faktor penentu utama hasil panen petani.

Meski demikian, tembakau Tarisi memiliki daya serang pasar yang sangat kuat. Para petani sukses memasarkan hasil panen hingga ke Kabupaten Cilacap dan beberapa kawasan di Jawa Tengah.

Pasar yang terbuka luas inilah yang memicu semangat para petani lokal untuk terus mempertahankan budidaya tembakau Tarisi.

Identitas Pertanian Masyarakat Pangandaran

Saat ini, sekitar 32 petani di Dusun Maruyungsari menggarap komoditas tembakau Tarisi di atas lahan seluas 15 hektare.

Catatan luas lahan tersebut membuktikan bahwa tradisi bercocok tanam tembakau masih menjadi urat nadi perekonomian warga setempat.

Bagi masyarakat Padaherang, keberlanjutan tembakau Tarisi tidak hanya bersumber dari nilai jual semata. Terdapat kearifan lokal, pengalaman panjang, dan sejarah keluarga yang melekat erat pada setiap lembar daun tembakau.

Selama para petani terus menanam dan menurunkan ilmu budidayanya, tembakau Tarisi akan selalu menjadi identitas kebanggaan pertanian Pangandaran. Lewat tangan dingin petani seperti Juhendra, warisan nenek moyang ini terus tumbuh subur dan memberi penghidupan bagi warga.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru