spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jelang Milangkala ke-14, Ketua DPRD Pangandaran Soroti Fasilitas Wisata yang Terbengkalai

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin menyuarakan keprihatinannya atas kondisi sejumlah fasilitas umum yang terbengkalai jelang peringatan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran. Keterangan tersebut mengemuka saat rapat koordinasi rapat pembahasan Milangkala ke-14 bersama jajaran SKPD di Gedung DPRD Pangandaran, Senin (5/10/2026).

Asep mendorong seluruh instansi agar menggunakan momen hari jadi ini sebagai ajang mempercantik tampilan kota. Pihaknya menegaskan bahwa persiapan Milangkala wajib menyentuh pembenahan nyata fasilitas publik yang menjadi perhatian warga serta turis, bukan sebatas agenda seremonial semata.

Baca Juga: DPRD Minta Milangkala ke-14 Pangandaran Tak Meniru Daerah Lain, Angkat Potensi Laut dan Wisata

Ia mengibaratkan perayaan daerah seperti penyelenggaraan hajatan keluarga yang menuntut pemilik rumah merapikan tempat tinggal sebelum menyambut kedatangan tamu.

“Orang mau hajat itu pasti beres-beres rumah. Orang mau hajat itu pasti persiapan,” katanya.

Fasilitas Wisata Utama yang Luput dari Perhatian

Pembenahan elemen sederhana di kawasan publik ternyata masih minim perhatian pemerintah setempat. Asep menunjuk kondisi cat trotoar hingga area pintu masuk objek wisata yang tampak kusam.

“Enggak ada satu anggaran pun misalkan merapikan cat trotoar, di pintu gerbang masuk objek wisata saja enggak ada. Padahal kita mau hajat,” ujarnya.

Kondisi pos peninggian pengawas pantai di sepanjang pesisir juga tidak luput dari kritikan keras legislatif.

“Pantai kita, tower pengawas, kita enggak pernah membangun. Sekaligus ngecat mah enggak bisa,” katanya.

Fokus Anggaran untuk Dampak Berkelanjutan

Perbaikan infrastruktur dasar semacam ini akan berdampak panjang hingga masa libur akhir tahun. Asep meminta jajaran dinas memangkas pos kegiatan yang kurang berdaya guna.

“Hal-hal yang tidak begitu manfaat, jangan lakukan,” ujarnya.

Ia berharap konsep acara Milangkala ke-14 benar-benar mencerminkan karakter asli daerah serta peka terhadap kebutuhan riil warga.

“Kalau kita mau ngahiji jeung masyarakat tentang rasa, dengarkan apa yang sedang dirasa oleh masyarakat,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru