TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tim SAR Gabungan resmi mengakhiri operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan laut di perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (3/10/2026) malam.
Penutupan operasi tersebut menandai akhir dari perjuangan panjang tim penyelamat saat menerjang gelombang laut demi mencari nelayan terakhir yang hilang.
Baca Juga: Polres Tasikmalaya Turun ke Pos Ronda, Ngariung Kamtibmas Jadi Ruang Warga Sampaikan Aspirasi
Insiden tenggelamnya kapal nelayan lokal tersebut menimpa tiga orang korban. Pada awal kejadian, tim SAR menyelamatkan satu korban, sementara dua nelayan lainnya tersapu gelombang tinggi.
Laporan Warga Mengarah pada Penemuan Korban Terakhir
Perjuangan tanpa kenal lelah unsur SAR gabungan bersama warga membuahkan hasil pada hari keempat pencarian.
Titik terang penemuan korban berawal saat warga pesisir memberikan laporan penting kepada Tim SAR pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB. Warga melihat indikasi kemunculan benda asing yang mengapung di permukaan air laut.
Respons cepat tim penyelamat langsung mengarah pada posisi koordinat laporan warga.
Hasil penyisiran mengonfirmasi jasad korban mengapung di atas air, sejauh 18 kilometer ke arah timur dari titik awal tenggelamnya kapal. Arus bawah laut dan gelombang tinggi perairan selatan Jawa Barat membawa jasad korban hingga terseret jauh.
Tim penyelamat tiba di lokasi penemuan sekitar pukul 16.37 WIB. Petugas mengevakuasi jasad korban ke darat pada pukul 17.40 WIB, lalu membawanya menuju Puskesmas Cipatujah untuk menjalani proses identifikasi medikolegal.
Basarnas Bandung Serahkan Jenazah ke Pihak Keluarga
Tim medis bersama pihak berwenang langsung memeriksa fisik jasad korban di fasilitas kesehatan. Hasil identifikasi mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan Ending (58), nelayan lokal yang menjadi target pencarian hari terakhir.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung Ade Dian Permana mengonfirmasi bahwa penemuan Ending sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasi SAR di pesisir selatan Tasikmalaya. Tim SAR menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk menjalani proses pemakaman.
“Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan operasi ini,” ujar Ade Dian Permana.
Evaluasi Tim dan Imbauan Waspada Gelombang Tinggi
Usai menyerahkan jenazah korban, Tim SAR Gabungan menggelar sesi evaluasi akhir pada pukul 18.15 WIB. Komandan operasi mengembalikan seluruh personel gabungan ke kesatuan masing-masing setelah menyelesaikan tugas misi kemanusiaan selama empat hari.
Menanggapi insiden ini, Basarnas Bandung menerbitkan imbauan penting kepada para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di kawasan pantai selatan Jawa Barat. Basarnas mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan serta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di Samudra Hindia.
(Abdul Latif)



