spot_imgspot_img
Rabu 30 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wawalkot Bandung Minta Mahasiswa Lakukan Edukasi Cegah HIV

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Bandung Erwin mendorong mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung terlibat langsung dalam upaya pencegahan HIV dan pergaulan berisiko di masyarakat.

Erwin meminta mahasiswa tidak berhenti membahas persoalan tersebut di lingkungan kampus. Pengetahuan yang diperoleh, menurutnya, perlu diterapkan melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dengan melibatkan pemerintah kewilayahan serta tenaga kesehatan.

Hal itu disampaikan Erwin saat menjadi keynote speaker dalam Talk Show Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas dan Bahaya HIV di Aula Fakultas Ushuluddin, Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan Cimincrang, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: Pemilik Baliho Roboh di Buah Batu, Dipanggil Satpol PP Bandung

“Saya berharap ilmu-ilmu kalian ini dikeluarkan. Kalian turun ke masyarakat, berkolaborasi dengan kelurahan dan kecamatan, bagaimana kalian mengedukasi hal ini,” kata Erwin.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi mengenai HIV kepada masyarakat. Terlebih, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki bekal keilmuan sekaligus nilai-nilai keagamaan yang dapat digunakan dalam memberikan edukasi.

Ia menilai, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga perlu menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Saya sangat menyambut baik inisiatif ini. Memang seperti inilah ekosistem kampus, berani menyentuh realita sosial yang ada di lingkungan masyarakat,” katanya.

Kolaborasi Mahasiswa Dengan Pemerintahan

Erwin mengatakan, edukasi mengenai HIV dapat dilakukan melalui kolaborasi mahasiswa dengan kelurahan, kecamatan, puskesmas, maupun tenaga kesehatan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat mengenai HIV, kesehatan, serta upaya mencegah perilaku berisiko.

Pemkot Bandung, lanjut Erwin, siap membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa untuk memperluas edukasi hingga ke lingkungan masyarakat.

Selain meningkatkan pengetahuan, Erwin menekankan pentingnya mencegah stigma terhadap orang dengan HIV. Menurutnya, persoalan HIV tidak semata-mata berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial seseorang.

“Kita tidak sedang bicara soal angka saja, tapi soal masa depan, generasi muda seperti mahasiswa,” ujarnya.

Erwin mengingatkan, minimnya pengetahuan dapat membuat informasi keliru mengenai HIV mudah berkembang. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan informasi dengan menyampaikan edukasi yang benar kepada lingkungan sekitarnya.

“Jangan biarkan informasi sesat mengenai HIV beredar begitu saja,” ucapnya.

Gerakan Pendampingan Sebaya

Erwin juga mendorong mahasiswa membangun gerakan pendampingan sebaya. Menurutnya, lingkungan mahasiswa dapat menjadi ruang untuk saling mengingatkan mengenai kesehatan, pergaulan, serta perilaku yang berisiko.

Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam membangun karakter generasi muda.

“Bagaimana menjaga jiwa, bagaimana menjaga akal, bagaimana menjaga keturunan. Ini perlu kita jaga,” ungkapnya.

Erwin berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi dilanjutkan dengan program konkret berupa wadah edukasi dan pendampingan sebaya.

Baca Juga: Bangunan Liar di Ciumbuleuit Bandung Dibongkar, Ciroyom Masuk Sasaran

“Alhamdulillah, saya berharap dari sini lahir langkah-langkah konkret buat wadah diskusi dan pendampingan sebaya. Pemerintah Kota Bandung siap mendukung,” katanya.

Erwin pun mengajak mahasiswa memulai upaya pencegahan dari lingkungan terdekat dengan saling menjaga antarteman.

“Jaga diri kalian, jaga teman kalian. Mari kita wujudkan generasi muda yang jauh dari pergaulan bebas,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru

Lewat ke baris perkakas