TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: DPRD Kota Tasikmalaya menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 pada Rapat Paripurna ke-5. Persetujuan ini menentukan arah kebijakan fiskal daerah di sisa tahun anggaran 2026.
Penyesuaian postur anggaran berlangsung akibat tekanan fiskal daerah yang cukup signifikan.
Baca Juga: Satlantas Polres Tasikmalaya Borong Penghargaan, Aksi Badut Jadi Cara Unik Edukasi Lalu Lintas
Penyesuaian Postur Anggaran dan Rekomendasi Banggar
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Tasikmalaya melaporkan penurunan proyeksi pendapatan daerah dari Rp1,8 triliun menjadi Rp1,48 triliun. Penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang angka pangkasan sebesar Rp4,32 miliar sehingga menjadi Rp449 miliar.
Pemerintah daerah menyesuaikan belanja daerah dari Rp1,555 triliun menjadi Rp1,514 triliun, atau berkurang Rp31 miliar.
Perwakilan Banggar, Djahya Wandhana, mendorong penguatan ekonomi kreatif, dukungan UMKM, pengembangan wisata lokal, serta efisiensi belanja non-produktif.
Seluruh fraksi di DPRD Kota Tasikmalaya akhirnya menyetujui Raperda Perubahan APBD 2026 tersebut untuk ditetapkan menjadi Perda Perubahan.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Strategi Lobi Pusat
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menilai persetujuan ini sebagai wujud kemitraan cepat dalam menghadapi tantangan keuangan daerah.
“Penyelenggaraan pemerintahan daerah saat ini memang menghadapi kondisi fiskal yang cukup berat. Namun kita harus terus berupaya dengan prinsip efisiensi, menyesuaikan kebutuhan belanja dengan kemampuan pendapatan daerah, termasuk melakukan kerja sama Pemerintah pusat maupun dunia usaha,” kata Viman, Selasa (29/9/2026) malam.
Viman memaparkan rincian postur APBD Perubahan 2026 yang meliputi Pendapatan Daerah Rp1,48 triliun, Belanja Daerah Rp1,51 triliun, dan Pembiayaan Netto Rp31,25 miliar. Skema ini memenuhi prinsip anggaran berimbang atau selisih nihil.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Tasikmalaya, Nurul Awalin, mengapresiasi kelihaian Wali Kota dalam melakukan lobi ke pemerintah pusat saat kedatangan sejumlah menteri demi membawa suntikan APBN ke Tasikmalaya.
(Seda)



