TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggalakkan komitmen pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) secara masif. Langkah ini bertujuan merangkul warga yang pernah putus sekolah atau belum sempat mengenyam pendidikan.
Pemerintah daerah memfokuskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) agar berjalan seimbang dengan pembangunan infrastruktur fisik.
Baca Juga: Kemarau Makin Panjang, Perumda Tirta Sukapura Salurkan 15 Tangki Air Bersih Setiap Hari
Kuliah dan Sekolah Gratis Lewat PKBM
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengoptimalkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai jalur pendidikan nonformal. Pemerintah menanggung seluruh biaya pembelajaran sehingga masyarakat dapat belajar secara gratis.
“Yang penting mau, tidak perlu iuran asal mau belajar. Nah, itu yang harus terus disosialisasikan,” tegas Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, Selasa (29/9/2026).
Skema bebas biaya ini menjadi solusi nyata bagi warga yang terkendala masalah ekonomi maupun keterbatasan geografis.
Pemerataan Akses dan Sinergi Lintas Sektor
Pemerintah daerah mendorong pembentukan unit PKBM di berbagai titik strategis. Langkah taktis ini memudahkan jangkauan warga dari kawasan pelosok desa.
Penanganan masalah pendidikan ini membutuhkan sinergi erat antara pemerintah daerah, aparat wilayah, tokoh masyarakat, hingga pihak swasta.
“Konsep ini sudah benar, semangatnya sudah benar. Tinggal betul-betul kita turun ke lapangan dan koordinasi terintegrasi,” imbuh Asep.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya meyakini bahwa peningkatan keterampilan warga lewat PKBM mampu membuka peluang kerja baru sekaligus memutus rantai kemiskinan daerah.
(Abdul Latif)



