CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis menempati posisi kedua terbaik se-Jawa Barat dalam capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Berdasarkan rilis Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada Februari 2026, IPLM Kabupaten Ciamis mencapai angka 18,92.
Capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk terus memperkuat budaya membaca dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai program literasi.
Upaya itu salah satunya dilakukan melalui Festival Literasi Kabupaten Ciamis 2026 yang digelar di Halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: Festival Literasi Ciamis 2026 Buka Ruang Kolaborasi Pegiat dan Masyarakat
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha, mengatakan festival tersebut digelar untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus kompetensi masyarakat.
“Festival ini memang kita arahkan untuk meningkatkan budaya literasi dan kompetensi sumber daya manusia di Ciamis,” kata Okta.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan membuat gerakan literasi tidak hanya berlangsung di lingkungan perpustakaan, tetapi berkembang di berbagai sektor.
“Pesertanya kita libatkan dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, akademisi, pengelola perpustakaan, penggiat literasi, pelaku UMKM, seniman sampai budayawan. Semuanya kita kolaborasikan di sini,” ujarnya.
Semakin Gemar Membaca
Menurut Okta, keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin gemar membaca dan memanfaatkan berbagai sumber pengetahuan.
“Kita berharap minat baca dan budaya literasi masyarakat Ciamis semakin meningkat. Kalau budaya literasinya meningkat, tentu capaian indeks pembangunan literasi masyarakat juga bisa terus kita dorong,” katanya.
Okta menyebut capaian IPLM Ciamis saat ini menempatkan daerah tersebut di posisi kedua di Jawa Barat.
“Alhamdulillah, untuk tingkat Jawa Barat, Ciamis sekarang berada di peringkat kedua,” ujarnya.
Namun, Okta menilai capaian tersebut bukan menjadi alasan untuk berhenti. Sebaliknya, posisi tersebut harus menjadi motivasi untuk memperluas akses literasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat.
“Ini tentu menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan budaya literasi. Jangan sampai berhenti di angka indeks, tetapi harus terlihat dari semakin banyak masyarakat yang membaca, belajar dan memanfaatkan perpustakaan,” katanya.
Karya dan Kreativitas Masyarakat
Festival Literasi Ciamis 2026 berlangsung selama tiga hari, 22-24 September 2026. Kegiatan diisi pameran, talkshow, edukasi, diskusi, pentas seni serta berbagai aktivitas yang melibatkan komunitas dan penggiat literasi.
Okta mengatakan festival tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai fungsi perpustakaan.
“Kita ingin mengubah pandangan bahwa perpustakaan itu bukan hanya tempat menyimpan atau membaca buku. Perpustakaan juga menjadi ruang informasi, ruang pengetahuan, ruang belajar dan ruang untuk berdiskusi dengan masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Wamenkes Cek Langsung RSUD Ciamis, Soroti Pentingnya Cegah Penyakit Sebelum Terlambat
Ia berharap ruang tersebut dapat mendorong lahirnya berbagai karya dan kreativitas masyarakat Ciamis.
“Dari ruang-ruang seperti ini kita ingin muncul karya, kreativitas dan talenta-talenta baru. Jadi perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga tempat masyarakat belajar dan menghasilkan sesuatu,” ujarnya.
Festival Literasi Ciamis 2026 menargetkan sekitar 1.000 pengunjung dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antarkomunitas sekaligus membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Ciamis.
(Mia)



