BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kemacetan terjadi di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, tepatnya di sekitar perempatan Jalan Soekarno-Hatta. Arus lalu lintas tersendat akibat proyek crossing drainase yang mengharuskan badan jalan digali hingga kedalaman sekitar 2,8 meter.
Kepala Bidang (Kabid) Drainase dan Trotoar DSDABM Kota Bandung Kiki Rosani Rifqi mengatakan, proyek tersebut dikerjakan pihak ketiga dan telah berlangsung sekitar satu bulan.
“Di Jalan Ibrahim Adjie itu crossing drainase, itu memang oleh pihak ketiga. Baru satu bulan ini pelaksananya. Dijadwalkan pelaksanaannya empat bulan sampai bulan Desember awal,” kata Kiki Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: Pemkot Bandung Siapkan Teknologi SRF di Gedebage, Ini Tujuannya
Menurutnya, proyek tersebut dilakukan dengan memasang box culvert sebagai saluran air. Saluran dibuat dengan kemiringan tertentu agar aliran air dari kawasan depan Uninus dapat diarahkan ke seberang jalan.
“Jadi pemasangan box culvert untuk saluran air itu kita elevasikan atau pemiringannya mengalir ke arah seberang itu. Yang aliran air yang dari depan Uninus itu ada saluran,” ujarnya.
Mengurangi Potensi Banjir
Aliran air tersebut nantinya diarahkan menuju sungai di kawasan Saba. Pekerjaan itu ditujukan untuk membantu mengurangi potensi banjir di wilayah Ciwastra. Oleh karna itu, penggalian badan jalan dilakukan hingga hampir tiga meter untuk mengejar kemiringan saluran.
“Dari sana dialirkan ke arah situ untuk mengurangi banjir di Ciwastra. Kedalamannya hampir tiga meter, 2,8 meter kalau nggak salah karena mengejar kemiringannya. Nanti airnya mengalir ke sana ke sungai di Saba,” katanya.
Kiki mengatakan, bahwa proyek tersebut hampir memasuki tahap akhir. Namun, pengerjaan terganggu setelah alat berat mengalami kerusakan sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, kontraktor disebut hanya tinggal memasang empat box culvert sebelum lubang galian kembali ditutup.
“Antisipasinya memang ini di luar perkiraan. Tadi perkiraan mereka pihak pelaksana, setelah kita wawancara semuanya berjalan lancar, tidak ada hambatan apa. Ternyata pada saat jam 2 malam tiba-tiba mesinnya rusak. Jadi tinggal masang box culvert berapa buah itu, empat buah, langsung ditutup tanah lagi nanti. Ternyata alatnya rusak. Ada selang hidrolik yang pecah, jadi alatnya berhenti di situ,” ucapnya.
Kondisi tersebut membuat galian belum dapat segera ditutup. Pihak pelaksana harus menunggu alat diperbaiki sebelum pekerjaan dilanjutkan.
“Sudah tanggung digali, sudah siap dipasang box. Tiba-tiba mesinnya rusak seperti itu. Jadi untuk itu mungkin pihak pelaksananya menunggu perbaikan dulu alatnya,” jelasnya.
Telah Melalui Proses Perizinan
Terkait pengaturan lalu lintas, Kiki mengatakan pekerjaan tersebut sebelumnya telah melalui proses perizinan. Namun, kerusakan alat yang terjadi secara tiba-tiba membuat kondisi di lapangan tidak sesuai perkiraan.
“Ya kita sudah sebetulnya izin. Kemarin pihak pelaksana sudah melakukan izin ke sana,” katanya.
Kiki menyebut, proyek crossing drainase serupa juga terdapat di Jalan Turangga. Namun, pekerjaan di lokasi tersebut berjalan lancar dan saat ini sudah ditutup kembali.
Baca Juga: HJKB ke-216 Pemkot Bandung Siapkan Pawai Jampana
“Kalau crossing-an seperti itu baru ada satunya lagi di Jalan Turangga. Tapi kalau Turangga lancar-lancar saja, tidak ada kendala, sudah dicor lagi, sudah ditutup,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk pekerjaan galian lainnya di Kota Bandung, Kiki menyebut mayoritas berkaitan dengan utilitas kabel.
“Kalau selain crossing, galian lainnya itu mungkin harus ke pihak BII karena galian kabel paling banyak. Kalau crossing cuma dua itu saja,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



