spot_imgspot_img
Senin 21 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Antara Doa Ibu dan Beban Bupati Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Menjadi Bupati Pangandaran membuat Citra Pitriyami harus berhadapan dengan beragam persoalan yang harus Dia hadapi.

Namun tidak banyak yang tahu bagaimana perempuan yang kini memimpin Kabupaten Pangandaran itu menghadapi semua beban tersebut.

BACA JUGA:‎

Sebelum Jadi Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami Pernah Jual Keripik Sukun hingga Tidur di Masjid

Di mata sang ibu, Entih Trisuyahmi (Nenek Ail), Citra adalah sosok anak yang hampir tidak pernah mengeluh.‎

‎Sebagai seorang ibu, Dia bisa merasakan ketika putrinya sedang menghadapi persoalan.

Ia tahu Citra memiliki banyak beban. Namun tidak pernah memperlihatkan beban tersebut kepada keluarga maupun orang-orang yang di cintainya.

‎Justru sebaliknya, Citra selalu berusaha membuat sang ibu merasa tenang.

‎Setiap kali Nenek Ail melihat/membaca pemberitaan mengenai persoalan yang berkaitan dengan putrinya dan kemudian menanyakannya, Citra selalu memberikan jawaban yang menenangkan.

‎“Aman, Nek. Tenang saja, semua ada caranya.” kata Nek Ail menirukan ucapan Bupati Pangandaran.

Kalimat sederhana itu, menurut Nenek Ail hampir selalu menjadi jawaban Citra. Sebagai ibu, ia sebenarnya tahu bahwa tidak semua persoalan yang di hadapi putrinya benar-benar selesai.

‎Nenek Ail bahkan menyadari bahwa di balik jawaban tenang tersebut, ada banyak hal yang sedang di pikirkan Citra. Namun, putrinya memilih untuk tidak memperlihatkannya.

‎“Dia kayaknya tidak mau memperlihatkan beban kepada ibu atau kepada orang-orang yang di cintainya. Itu yang luar biasa. Saya salut dengannya,” tutur Nenek Ail kepada wartawan.‎

‎Bagi Nenek Ail, sikap tersebut menjadi salah satu karakter Citra yang paling ia kagumi.

‎Citra di sebut lebih memilih menanggung persoalannya sendiri daripada membuat ibunya ikut khawatir.

‎“Dia banyak masalahnya, banyak bebannya. Tapi jarang, hampir tidak pernah mengeluh,” katanya.

‎Karena itu, Citra bukan hanya seorang anak yang kini di percaya memimpin daerah. Ia tetap melihat sosok putrinya yang berusaha menjaga hati ibunya agar tidak ikut terbebani.

‎Tak Mengatur Jalan Politik Sang Anak

‎Sebagai ibu, Nenek Ail tentu memiliki harapan terhadap masa depan Citra.

Namun ketika di tanya mengenai kemungkinan Citra melanjutkan perjalanan politiknya lima tahun mendatang, ia memilih tidak menentukan jalan tersebut.

BACA JUGA:

Usai Pensiun Jadi Guru, Ibu Bupati Pangandaran dan Cakra Khan Pilih Beternak Maggot

‎Jika Citra memang menghendaki untuk kembali melanjutkan langkah di dunia politik, Nenek Ail mengatakan, dirinya akan memberikan doa dan dukungan.

‎Ada satu syarat yang selalu ia pegang sejak Citra masih kecil. Yakni, harus bertanggung jawab atas pilihan yang di ambil.

‎“Kalau Citra memang menghendaki ke sana, seorang ibu hanya akan berdoa dan mendukung. Syaratnya, dia harus siap bertanggung jawab,” ujarnya.

‎Bagi Nenek Ail, seorang ibu tidak seharusnya memaksakan keinginan kepada anaknya.

‎Ia memilih memberikan ruang bagi Citra untuk menentukan sendiri jalan hidupnya. Sementara dirinya berada di belakang, memberikan doa dan dukungan.

‎Menariknya, Nenek Ail mengaku tidak memiliki doa khusus yang secara spesifik meminta sesuatu untuk Citra.

‎Doanya justru sederhana, menggunakan bahasa sehari-hari dan di panjatkan kepada Tuhan dengan penuh rasa syukur.

‎Ia tidak ingin mengatur Tuhan tentang apa yang harus di berikan kepada anak-anaknya.

‎“Saya serahkan kepada Yang Maha Segalanya, yang tahu skenario yang terbaik untuk anak-anak saya,” ucapnya.

‎Bagi Nenek Ail, tugasnya sebagai seorang ibu adalah terus mendoakan, bersyukur dan memberikan energi positif kepada anak-anaknya.

‎Ia percaya, ketika seseorang terus memancarkan energi positif, maka hal-hal positif pula yang akan datang.

‎Karena itu, ia memilih menyerahkan seluruh perjalanan hidup Citra kepada Tuhan. Termasuk ketika putrinya harus menghadapi berbagai persoalan sebagai seorang kepala daerah.

‎Di mata publik, Citra adalah Bupati Pangandaran dengan segala tanggung jawab dan persoalan yang melekat pada jabatannya.

‎Namun bagi Nenek Ail, Citra tetaplah putrinya. Anak yang mungkin sedang menghadapi banyak beban, tetapi memilih tetap tersenyum dan berkata kepada ibunya, “Tenang Nek, semua ada caranya.”

‎Dan bagi seorang ibu, mungkin kalimat sederhana itulah yang membuatnya tetap tenang untuk terus mendoakan anaknya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru