CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perpustakaan tak lagi cukup berfungsi sebagai tempat menyimpan dan membaca buku semata. Di tengah derasnya arus informasi digital, perpustakaan dituntut bertransformasi menjadi ruang belajar inklusif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.
Pesan tersebut mengemuka saat peringatan Hari Kunjung Perpustakaan, Senin (14/9/2026). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis menjadikan momentum ini sebagai pemantik untuk memperkuat budaya literasi warga.
Baca Juga: Maulid Nabi di Ciamis Jadi Momen Bahagia, 2 Pasangan Menikah Gratis dan 65 Anak Dikhitan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha, menegaskan bahwa Hari Kunjung Perpustakaan tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata.
“Harapan utama dari Hari Kunjung Perpustakaan adalah meningkatnya budaya membaca, minat dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan. Perpustakaan juga harus semakin kuat fungsinya sebagai pusat atau sumber belajar yang inklusif bagi masyarakat,” ujar Okta pada Senin (14/9/2026).
Tanamkan Budaya Membaca Sejak Dini
Okta menilai kebiasaan membaca perlu tumbuh sejak usia dini. Generasi muda menjadi sasaran utama agar mereka tidak lagi menganggap membaca sekadar kewajiban akademis saat mengerjakan tugas sekolah.
“Bagaimana anak-anak semakin termotivasi menjadikan buku dan aktivitas membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Membaca harus menjadi kebiasaan, bukan hanya ketika ada kebutuhan tertentu,” tegasnya.
Transformasi Layanan Menghadapi Arus Digital
Perkembangan teknologi informasi membawa tantangan sekaligus peluang besar. Masyarakat kini dapat mengakses informasi secara cepat melalui internet. Oleh karena itu, perpustakaan harus menawarkan layanan inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Perpustakaan modern perlu memfasilitasi kegiatan pembelajaran interaktif, ruang kreativitas, pelatihan literasi digital, hingga wadah kegiatan positif warga.
Okta menambahkan bahwa kenaikan angka kunjungan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan kelengkapan koleksi buku. Langkah ini menjamin masyarakat memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Benteng Informasi di Tengah Era Disrupsi
Kemampuan membaca, memilah, dan mengolah informasi menjadi benteng utama di tengah maraknya persebaran kabar bohong. Pemkab Ciamis terus memperluas akses perpustakaan agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Momentum Hari Kunjung Perpustakaan ini menjadi ajakan terbuka bagi keluarga, sekolah, serta komunitas untuk kembali memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Kehadiran ruang belajar yang adaptif harapannya mampu mencetak generasi Ciamis yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.
(Mia)



