spot_imgspot_img
Senin 14 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KSAD Maruli Ungkap Biaya Bangun Ulang Jembatan Pongpet Pangandaran, Sekitar Rp360 Juta

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan besaran anggaran perbaikan Jembatan Pongpet yang anjlok di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Maruli menyebutkan biaya perbaikan awal jembatan tersebut menyedot dana di kisaran Rp360 juta.

Baca Juga: KSAD Maruli Simanjuntak Minta Maaf soal Jembatan Pongpet Anjlok di Pangandaran

“Ya sekitar Rp 360 sekian juta,” ujar Maruli saat memberikan keterangan pada Senin, 14 September 2026.

Pihak TNI AD kini cenderung memilih langkah membongkar total struktur bangunan lama demi menjamin kekuatan konstruksi. Maruli memastikan total biaya pembangunan ulang jembatan baru tersebut tidak akan menembus angka Rp500 juta.

“Enggak nyampe Rp 400 juga lah ya. Tidak nyampe Rp 500 mungkin. Enggak, kita enggak pernah lebih Rp 500. Ya, silakan cari yang harganya segitu,” katanya.

Pola Padat Karya dan Swakelola Putarkan Ekonomi Warga

TNI AD menerapkan sistem padat karya dengan mengikutsertakan warga lokal dalam proses pengerjaan Jembatan Pongpet. Skema ini membuat alokasi anggaran belanja proyek secara langsung memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

“Padat karya masyarakat, biaya makan, biaya bekerja semua dengan masyarakat,” ucapnya.

Maruli memaparkan bahwa jajarannya telah merampungkan sekitar 3.400 jembatan di seluruh Indonesia. Jenis bangunan mencakup jembatan Bailey, Armco, struktur beton, hingga jembatan gantung. Porsi jembatan gantung sendiri porsinya mencapai 30 persen atau lebih dari 1.000 unit.

“30 persen itu gantung berarti kali 3.400 sekitar 1.000-an lebihlah itu gantung. Sisanya itu beton dengan Bailey-Bailey,” katanya.

Model pembangunan kini makin masif menggunakan sistem swakelola tipe II bersama warga. Pola ini terbukti berhasil memangkas biaya operasional sekaligus menghidupkan kembali tradisi gotong royong di daerah.

“Jadi, bekerja dengan masyarakat. Jauh lebih murah. Uang beredar di daerah, masyarakat menghidup lagi gotong-royong,” ujarnya.

Target Rampung Dua Bulan dan Harapan Hikmah Musibah

TNI AD menargetkan proses pembangunan ulang Jembatan Pongpet selesai dalam kurun waktu dua bulan. Namun, masa pengerjaan bisa rampung lebih cepat jika tim di lapangan bekerja secara maksimal.

“Ini tadi sudah diperkirakan dua bulan. Jadi kalau bekerjanya pagi, siang, malam mudah-mudahan bisa lebih cepat,” katanya.

Keputusan membongkar total jembatan dari awal diambil demi menghasilkan struktur yang jauh lebih kokoh, aman, dan berkualitas bagi masyarakat pengguna.

“Lebih baik kita bongkar awal aja. Lebih konstruksinya lebih baik,” ujarnya.

Maruli berharap musibah anjloknya jembatan ini menjadi bahan evaluasi bersama yang pada akhirnya mendatangkan kebaikan dan hikmah bagi warga Desa Margacinta.

“Jadi musibah yang jadi apa namanya, jadi rezeki. Mudah-mudahan lebih membawa hikmah jadinya,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru