spot_imgspot_img
Sabtu 12 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sampah di Bandung Bisa Ditukar jadi Voucher Belanja

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Warga Kota Bandung kini bisa berbelanja di bazar dengan menggunakan sampah yang telah di pilah.

Sampah yang di setorkan akan di timbang dan di konversi menjadi voucher belanja hingga berbagai layanan gratis.

BACA JUGA:

Gerakan Pramuka Kwarda Jabar Pantau Patriot Panca Waluya

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin Great Bandung dalam mendorong masyarakat ikut menangani persoalan sampah.

Farhan memberikan contoh dengan menukarkan 8 kilogram sampah kertas dan 0,5 kilogram sampah plastik bersih. Sampah tersebut memiliki nilai total Rp22 ribu.

“Dari Rp22 ribu itu di konversi menjadi empat voucher, masing-masing Rp5 ribu. Kemudian ada voucher-voucher lain. Termasuk pemeriksaan kesehatan sebagai bonus,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Farhan, program tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan tidak bisa hanya di bebankan kepada pemerintah.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan inisiatif dari warga ini bisa memberikan nilai tambah tersendiri kepada upaya kita untuk memastikan bahwa penanganan sampah adalah penanganan bersama, tidak hanya di lakukan oleh pemerintah saja,” ujarnya.

Farhan berharap, gerakan tersebut dapat berkembang hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Pemerintah akan berperan memberikan ruang dan dukungan bagi komunitas untuk mengembangkan kreativitasnya.

“Saya sangat berharap, komunitas Great Bandung yang pencapaiannya sudah luar biasa ini bisa berkembang sampai wilayah kecamatan dan kelurahan. Kalau pemerintah, pokoknya akan menyediakan tempat dan memberikan dukungan sebisa mungkin agar kolaborasi antara komunitas dan masyarakat dengan program pemerintah berjalan. Jadi, keren pokoknya,” kata Farhan.

Ketua Great Bandung, Kiki Wirianti Sugata mengatakan, program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah.

“Kami merasakan juga dukungan dari pemerintah. Kita bersama-sama bisa berkolaborasi bagaimana masyarakat juga dapat membantu karena beban sampah itu bukan hanya pemerintah saja,” kata Kiki.

Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah. Sehingga memiliki nilai dan tidak langsung di buang.

BACA JUGA:

Fun Run HUT ke-81 TNI di Cimahi Targetkan Ribuan Peserta dan Rekor MU

“Semua dari kita, masyarakat harus ada kesadaran, harus ada edukasi untuk memilah-milah sampah. Sehingga tidak terbuang begitu saja,” ujarnya.

Kiki menyebut, terdapat sekitar 70 jenis sampah yang dapat di terima dalam kegiatan tersebut. Jenisnya antara lain kertas, plastik, logam, kaca dan karton.

“Sampah itu ada dua macam (organik dan anorganik). Dua-duanya sebetulnya bisa. Hanya kalau di bazar ini kita lebih mengedepankan kepada yang anorganik. Seperti kertas, plastik, logam, kaca, karton. Bermacam-macam, ada 70 jenis,” jelasnya.

Namun sampah harus di pilah terlebih dahulu. Sampah yang masih tercampur akan memiliki nilai lebih rendah.

“Plastik pun, misalnya tadi Aqua, enggak bisa kalau begitu saja. Lebih murah, jadi campuran cuma Rp1.500,” ucapnya.

Menurutnya, bagian-bagian pada botol plastik juga harus di pisahkan agar memiliki nilai sesuai jenisnya.

“Kalau dari Aqua, tutupnya beda, kan tebal. Kemudian ada yang menempel mereknya, itu harus di lepas. Jadi, kalau plastik berapa, dari kertas berapa, tutupnya lain begitu. Artinya bermanfaat,” ujarnya.

Selain voucher belanja, masyarakat juga dapat memperoleh manfaat lain dari sampah yang di tukarkan. Seperti pemeriksaan kesehatan dan kacamata gratis.

“Bukunya juga bisa di tukar dengan cek kesehatan gratis. Kacamata gratis di kasih juga,” ucapnya.

Kiki menegaskan, edukasi pemilahan sampah oleh Great Bandung tidak hanya di lakukan saat kegiatan bazar berskala besar. Edukasi juga di lakukan secara rutin di berbagai wilayah.

BACA JUGA:

NEO rheumacyl Peduli UMKM 2026 Buka Kesempatan bagi 20 Pelaku Usaha untuk Jualan Bebas Komisi

“Kita dari Great Bandung bukan skala setiap tahun. Tetapi setiap minggu kita melakukan edukasi kepada kecamatan, kelurahan dan pasar,” ungkapnya.

Kiki menambahkan, kegiatan serupa sebelumnya telah di lakukan di sejumlah kecamatan. Termasuk Kiaracondong dan Astana Anyar.

“Di kecamatan sudah pernah terjadi juga di Kiaracondong, di Astana Anyar, dan di kecamatan-kecamatan lainnya. Kalau ini dalam skala besar karena dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru