spot_imgspot_img
Kamis 10 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

344 Pelajar SD di Pangandaran Ikut Olahraga Tradisional

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Sebanyak 344 pelajar dari 44 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) mengikuti invitasi olahraga tradisional.

‎Kegiatan olahraga tradisional menjadi upaya mengenalkan kembali permainan zaman dulu sekaligus mengurangi aktivitas anak bermain gadget.

BACA JUGA:

5 Permainan Tradisional Dihidupkan Kembali di Pangandaran

‎Beragam permainan tradisional seperti sumpitan, hadang, bakiak, dogongan dan egrang di lombakan dalam kegiatan yang di gelar sebagai agenda tahunan tersebut.

‎Ketua KKG PJOK Kecamatan Padaherang, Wahyudi Yulianto mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mencari bibit berprestasi di bidang olahraga.

Namun juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpelajar sekaligus melestarikan kearifan lokal.

“Ini kegiatan agenda tahunan. Tentunya kami di Kecamatan Padaherang setiap tahunnya mengadakan invitasi olahraga tradisional,” kata Wahyudi kepada FOKUSJabar, Kamis, (10/9/2026).

Menurutnya, olahraga tradisional yang sudah di kenal sejak zaman dulu kini mulai di perkenalkan kembali kepada generasi muda.

Para pelajar di ajak mengenal permainan yang tidak hanya menyenangkan. Tetapi juga memiliki nilai kebersamaan.

‎”Tujuannya dalam rangka mempererat tali silaturahmi antarpelajar SD se-kecamatan Padaherang. Kemudian untuk melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal,” ujarnya.

‎Wahyudi menilai, permainan tradisional juga dapat menjadi alternatif aktivitas anak di tengah maraknya penggunaan gadget.

‎Dia berharap, kegiatan tersebut membuat anak-anak kembali aktif bergerak dan bermain bersama teman-temannya, bukan hanya menghabiskan waktu dengan telepon genggam.

‎”Insyaallah dengan adanya kegiatan olahraga tradisional, apalagi sekarang di lombakan, ini akan mengurangi anak bermain HP,” tuturnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, terdapat lima cabang olahraga tradisional yang di pertandingkan. Yakni, sumpitan, hadang, bakiak, dogongan, dan egrang.

BACA JUGA:

Resmi Berganti! Ini Sosok Wakapolres dan Kasat Reskrim Baru Polres Pangandaran

‎Untuk peserta seluruhnya berasal dari pelajar SD di Kecamatan Padaherang. Total terdapat 44 SD dengan jumlah peserta mencapai 344 pelajar.

Kegiatan tersebut di gelar setahun sekali. Namun, pelestarian olahraga tradisional tidak berhenti di tingkat kecamatan.

‎Menurut Wahyudi, para peserta berpeluang melanjutkan kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi. Mulai dari kabupaten hingga provinsi.

‎BACA JUGA:

‎”Untuk kegiatan olahraga tradisional ini berkelanjutan. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan juga sampai tingkat provinsi,” ungkapnya.

‎Para pemenang juga mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar terus berprestasi di bidang olahraga.

‎”Untuk kategori juara satu tentunya kami memberikan penghargaan untuk memotivasi agar selalu berprestasi pada bidang olahraga. Ada piala, sertifikat dan juga bonus tambahan,” jelasnya.

‎Wahyudi menambahkan, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan. Bahkan, pihak dinas mendorong agar kegiatan serupa terus di laksanakan. Sehingga olahraga tradisional semakin di kenal masyarakat.

‎”Dari dinas tentunya mendukung. Bahkan menyarankan untuk selalu mengadakan kegiatan dan menyosialisasikan kegiatan Gebyar Olahraga di kemasyarakat,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru