BOGOR,FOKUSJabar.id: Aktivitas pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, resmi beroperasi kembali. Pemkab Bogor membuka kembali layanan ini setelah sebelumnya menutup kawasan TPA akibat fokus penanganan kebakaran.
Meski demikian, Pemkab Bogor membatasi dan mengatur ketat alur keluar masuk kendaraan pengangkut sampah. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran mobilitas armada pemadam kebakaran di area TPA.
Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga, Dinkes Bogor Turun Langsung Layani Warga Terdampak
Pengaturan arus armada ini mencegah truk sampah menghambat ruang gerak mobil damkar serta kendaraan Dinas Sosial yang masih bersiaga di lokasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bogor, Agus Budiarso, membenarkan pembukaan kembali operasional TPA Galuga atas instruksi pimpinan.
“Atas arahan Bupati Bogor, mulai hari ini kegiatan operasional TPA Galuga sudah kembali berjalan. Namun, sesuai arahan pimpinan, pengaturan terhadap armada yang masuk ke TPA tetap dilakukan agar tidak menghambat mobil pemadam kebakaran maupun armada dari Dinas Sosial yang masih membantu penanganan kebakaran di wilayah TPA Galuga,” ujar Agus, Rabu (9/9/2026).
Titik Api Terisolasi di Ujung Area TPA
Agus mengungkapkan bahwa petugas pemadam kebakaran masih menemukan beberapa titik api di kawasan TPA. Namun, tim damkar dapat mengendalikan dan menjangkau seluruh titik api tersebut dengan cepat.
“Informasi yang kami terima, masih terdapat beberapa titik api. Namun, titik-titik tersebut masih dapat petugas pemadam kebakaran tangani,” jelasnya.
Ia menjamin bahwa lokasi kebakaran berada di area terpisah dan jauh dari zona utama pembuangan sampah. Hal ini membuat aktivitas bongkar muat sampah dapat berjalan normal dan aman.
“Kondisi secara umum masih aman. Lokasi kebakaran berada di bagian ujung area TPA. Jadi, masih merupakan bagian dari kawasan TPA, tetapi bukan berada di lokasi operasional utama TPA,” katanya.
Guna mengantisipasi antrean panjang truk sampah, DLH Kabupaten Bogor menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengurai arus kendaraan di sekitar kawasan TPA Galuga.
Langkah ini penting untuk mencegah penumpukan armada sekaligus memastikan jalur evakuasi penanganan kebakaran tetap terbuka.
“Kami juga meminta bantuan dari Dinas Perhubungan, sesuai arahan pimpinan, untuk membantu mengatur pergerakan armada yang masuk ke TPA agar tidak terjadi kemacetan dan tidak mengganggu proses penanganan kebakaran,” tandasnya.
(Jingga Sonjaya)



