BANJAR, FOKUSJabar.id: Sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan kepada para pengayuh becak di Kota Banjar. Sebagai bentuk bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Bantuan unit becak listrik produksi PT Pindad tersebut diserahkan secara simbolis melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Bekerja sama dengan DPC Partai Gerindra Kota Banjar dan Pemerintah Kota Banjar di BCH, Senin (7/9/2026).
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan. Menjelaskan bahwa penyaluran ini berasal dari bantuan pribadi Presiden dan bukan berasal dari dana APBN.
Baca Juga: Mobil Pickup Terbakar di Kota Banjar, Pengemudi Luka Berat
Program bantuan ini ditargetkan mencapai 25.000 unit di seluruh Indonesia hingga tahun 2026. Dengan penyaluran tahap awal diprioritaskan untuk wilayah Pulau Jawa.
“Hingga saat ini sudah terdistribusi sekitar 10.000 unit di Pulau Jawa. Kota Banjar menjadi salah satu daerah penerima kuota terbanyak pada tahap pertama ini, yaitu sebanyak 200 unit. Nilai total bantuan untuk 200 unit di Kota Banjar. Ini mencapai Rp4,4 miliar, di mana harga per unitnya sekitar Rp22 juta,” ujar Firman.
Firman memaparkan, becak listrik ini beroperasi menggunakan baterai yang membutuhkan waktu pengisian daya (charging) selama 2 jam. Untuk jarak tempuh hingga 40 kilometer.
Setara Dua Orang Penumpang
Kapasitas muat maksimal kendaraan ini dirancang hingga 150 kilogram atau setara dua orang penumpang. Penerima bantuan juga mendapatkan fasilitas garansi unit serta layanan servis dan pergantian suku cadang selama satu tahun. Yang ditangani oleh tim teknisi khusus.
Untuk menunjang operasional harian, Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan PLN. Akan menyiapkan fasilitas terminal pengisian daya listrik (charging station) secara gratis.
Selain di stasiun pengisian daya khusus, pemilik becak juga dapat melakukan pengisian daya secara mandiri di rumah masing-masing. Terkait kriteria penerima manfaat, bantuan ini ditujukan bagi pengayuh becak yang terdata oleh Pemda. Dengan prioritas batas usia tertentu seperti kelompok usia 55 tahun ke atas.
Pihak YGSN dan Pemkot Banjar menegaskan bahwa seluruh unit bantuan dilarang keras untuk diperjualbelikan, digadaikan, direntalkan, atau dipindahtangankan.
“Ini adalah amanah untuk membantu pencari nafkah keluarga. Jika ada pelanggaran terkait aturan pemindahtanganan, nanti ada regulasi serta pengawasan dari Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian,” tegas Firman.
Untuk Usia lanjut
Wali Kota Banjar Sudarsono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas perhatian Presiden Prabowo terhadap kesejahteraan warga Kota Banjar. Khususnya para pengayuh becak usia lanjut.
Bantuan teknologi ramah lingkungan ini diharapkan mampu mengurangi beban fisik para pekerja tangguh di jalan raya.
“Ini bukan sekadar modernisasi alat transportasi, tetapi wujud nyata kepedulian untuk meringankan beban fisik saudara-saudara kita. Yang sudah lanjut usia agar tetap produktif mencari nafkah secara mandiri,” kata Sudarsono.
Baca Juga: Tina Wiryawati Dorong Laskar Gerindra jadi Penghubung Aspirasi Warga
Lebih lanjut, Wali Kota Banjar mengungkapkan gagasan agar pemanfaatan becak listrik ini tidak hanya terbatas pada pengangkut penumpang.
Tetapi juga dikembangkan untuk mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Seperti pedagang keliling, serta penunjang transportasi di kawasan wisata daerah.
Pemkot Banjar bersama Dishub dan Satlantas Polres Banjar juga akan melakukan pendampingan serta pemantauan. Terkait ketertiban lalu lintas dan aturan penggunaan jalan bagi para pengemudi becak listrik.
(Agus Purwadi)



