spot_imgspot_img
Senin 7 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kereta Api Banjar-Cijulang Pangandaran Aktif Kembali?

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang kembali mencuat. Jalur peninggalan zaman Belanda itu didorong segera dikaji dan direalisasikan untuk memperkuat konektivitas serta ekonomi di Jawa Barat.

‎Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah, mengatakan isu reaktivasi jalur tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rapat pimpinan Kepala Dinas Perhubungan se-Jawa Barat.

‎Menurutnya, jalur kereta Banjar-Cijulang memiliki nilai strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menopang perekonomian Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Harhubnas Jabar “Merenah Ngumbata” Digelar di Pangandaran

‎“Ini juga menjadi dorongan Pemerintah Jawa Barat bagaimana kita bisa mengaktifkan kembali kereta api dari Banjar ke Cijulang,” kata Ghaniyy saat ditemui, Senin (7/9/2026).

‎Ghaniyy menyebut reaktivasi bukan hanya untuk menghidupkan kembali moda transportasi lama, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan potensi ekonomi daerah.

‎Ia mencontohkan, Pangandaran memiliki sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan yang potensial untuk dipasarkan ke luar negeri. Salah satunya kapulaga yang saat ini sudah diekspor ke China.

‎“Jadi ada beberapa komoditas pertanian, komoditas perkebunan yang berada di Kabupaten Pangandaran yang secara potensial saat ini ada beberapa komoditas yang memang ekspor ke China seperti kapulaga,” ujarnya.

‎Dengan adanya jalur kereta api, distribusi komoditas dari Pangandaran ke luar daerah maupun pelabuhan bisa lebih efisien. Jalur ini juga dapat mendukung mobilitas masyarakat.

‎Ghaniyy menjelaskan, wacana menghidupkan kembali jalur Banjar-Cijulang sebenarnya bukan hal baru. Sekitar setahun lalu, sejumlah kementerian sudah turun langsung meninjau.

‎Di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Bappenas, serta Kementerian Perhubungan. Sejumlah bangunan peninggalan juga telah ditinjau, termasuk Jembatan Cikacepit dan Terowongan Wilhelmina.

‎“Memang secara sejarah, tahun 80 itu ketika gunung meletus, jalan rel kereta api ini amblas,” ucapnya.

Sejarah, Potensi Konektivitas

‎Karena memiliki nilai sejarah dan potensi konektivitas, ia menilai wacana ini perlu terus didorong.

‎Ia berharap Pemprov Jabar bersama Pemkab Pangandaran segera berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

‎“Mudah-mudahan secepatnya Pemerintah Jawa Barat, dalam hal ini Pak Dedi Mulyadi, untuk bisa mendorong ke Bappenas. Ibu Bupati juga bisa berkomunikasi lebih lanjut kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk bisa mempercepat, mengakselerasi moda transportasi kereta api,” katanya.

Baca Juga: Warga Pangandaran Laporkan Partikel Diduga Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

‎Meski demikian, Ghaniyy menegaskan hingga saat ini belum ada kepastian kapan reaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang akan dilakukan.

‎Realisasi proyek tersebut membutuhkan dorongan dari berbagai pihak karena menyangkut kewenangan dan penganggaran pemerintah pusat.

‎“Memang sifatnya harus tetap didorong. Mengapa? Karena memang kalau dilihat dari struktur anggaran itu kewenangan pemerintah pusat,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru