spot_imgspot_img
Senin 7 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Fespin ke-13, Payung Geulis Kota Tasikmalaya Tampil Mempesona di Taman Balekambang Solo

SOLO, FOKUSJabar.id: Ribuan payung karya kreatif nan trampil dari berbagai daerah di seluruh Indonesia tampil mempesona di gelaran bergensi Festival Payung Indonesia (Fespin) ke-13 tahun 2026.

Event skala global dengan kehadiran sejumlah negara tersebut berlangsung di Taman Balekambang, Solo Jawa Tengah (Jateng) 4 hingga 6 September 2026.

BACA JUGA:

Pangandaran AirShow Bakal Digelar Setiap Tahun, Dedi Mulyadi: Mulai Sekarang Saya Support

Acara Fespin ke-13 mengusung tema”Catra Padi-Sepayung Dewi Sri.”

Lebih dari 40 Kota dan Kabupaten se-Indonesia membawa karya kreatif Payung. Termasuk Kota Tasikmalaya membawa karya kreatif lokal yakni Payung Geulis.

Bukan hanya peserta dari dalam negeri yang berpartisipasi, sejumlah delegasi dari luar negeri (Thailand, Jepang, Polandia, Mongolia India, Korea Selatan dan Pakistan) ikut andil untuk menyemarakkan Fespin ke-13 di Solo yang di juluki Kota Budaya.

Keikutsertaan Kota Tasikmalaya di festival tersebut menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya mengikutsertakan produk kriya ikonik Payung Geulis.

Payung di ketahui selama ini sebagai alat untuk melindungi diri dari hujan dan panas. Kini di festival payung Indonesia di hadirkan sebagai ajang seni budaya sekaligus gelaran demi merawat budaya karya Nusantara.

Fespin ke-13 di ikuti lebih dari 5.000 payung kreasi dengan melibatkan sekitar 3.000 seniman dan artis dari 150 grup pegiat seni di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:

44 Hafizh Diwisuda, Program OHAN Hafizh Tasikmalaya Beri Jalan ke Sekolah hingga Kuliah

Keikutsertaan Payung Geulis Tasikmalaya di inisiasi Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya bersama Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), Deddy Mulyana, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Sofyan Jaenal Mutaqin.

Selain itu di dukung penuh pimpinan bank bjb Tasikmalaya, Fina Petrina Ahmad yang ikut serta membersamai Ketua Dekranasda ke Solo.

Fespin agenda tahunan yang mempertemukan berbagai produk-produk industri kreatif yang berbasis seni dan budaya.

Acara tersebut pertama kali di gagas Heru Prasetya melalui lembaga kebudayaan yang ia dirikan dengan nama Mataya Art & Heritage.

Penyelenggaraan festival ini di kolaborasikan dengan Kementerian Pariwisata melalui Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Kemenpar RI.

Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya, Elvira Kamarrow Putri mengungkapkan, keikutsertaannya dalam ajang festival bergensi nasional sebagai bentuk dukungan dan apresiasi untuk kemajuan dan pengembangan industri kreatif sebagai kekayaan daerah.

Ia menuturkan, Kota Tasikmalaya merupakan satu-satunya dari Jawa Barat yang ikut andil dalam festival payung Indonesia di Taman Balekambang Solo.

“Kami hadirkan produk kreatif Payung Geulis yang menjadi ciri khas, dan telah di kenal di seluruh Indonesia. Kita menjadi pusat perhatian ribuan tamu saat tampil dalam festival,” ungkapnya, Senin (7/9/2026).

Ia mengatakan, event terbesar itu pun menjadi ajang untuk memperkenalkan produk-produk kreatif daerah. Karenanya, Dekranasda Kota Tasikmalaya pun memboyong produk kreatif ke Balekambang Solo untuk di pamerkan.

BACA JUGA:

Wali Kota Tasikmalaya Datangi Rumah Duka Korban Penganiayaan, Minta Patroli Malam Diperketat

“Bukan hanya Payung Geulis yang di bawa, sejumlah produk kreatif unggulan Tasikmalaya juga di bawa. Mulai dari kebaya bordir, batik bordir, daster bordir, produk rajutan kriya mendong, tarumpah hingga aksesori dari kayu olahan,” tuturnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam festival payung Indonesia sebagai upaya Dekranasda Kota Tasikmalaya untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan potensi kriya daerah. Dengan begitu semakin di kenal masyarakat luas.

“Ini momentum yang bagus bagi kita untuk bisa memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk kreatif lokal daerah ke masyarakat luas agar mampu naik kelas dan bisa tembus pasar global,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, produk-produk kriya hasil karya para pengrajin di Kota Tasikmalaya memiliki kualitas yang bagus, berciri khas, unik dan mempesona serta sesuai dengan trend kekinian.

“Ini kesempatan strategis kita untuk memperkuat dan memperluas jejaring pemasaran serta promosi produk kriya ke pasar nasional maupun internasional sekaligus mengenalkan budaya kearifan lokal yang menjadi identitas Kota Tasikmalaya,” paparnya.

BACA JUGA:

Deden Khairul Rizal Fadli Pimpin GEKRAFS Kota Tasikmalaya, Bidik Perda Ekonomi Kreatif

Dia mengaku bangga dan percaya diri menampilkan produk-produk Kriya Kota Tasikmalaya.

Pihaknya juga mengapresiasi Disporabudpar dan Diskoperindag Kota Tasikmalaya yang terus konsisten dalam mengembangkan dan mempromosikan produk-produk kreatif asli daerah.

“Terima kasih kepada Dinas terkait. Termasuk bank bjb yang terus berkolaborasi dalam mengembangkan industri kreatif lokal daerah sebagai potensi ekonomi masyarakat.”

“Insyaallah Kami akan melaunching kriya baru yakni Payung Kreasi Geulis di hari jadi ke-25 Kota Tasikmalaya di bulan Oktober 2026,” pungkasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru