spot_imgspot_img
Minggu 6 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemenhut Fokus Pengendalian Karhutla di 6 Provinsi

JAKARTA FOKUSJabar.id: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di enam provinsi.

Kemenhut tetap meningkatkan kewaspadaan karena hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi masih terdeteksi di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:

Jepang Kerahkan JS Kunisaki ke Indonesia, Bawa 3 Helikopter CH-47 untuk Karhutla

Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla tersebut, sebaran hotspot high confidence tercatat ada 252 titik di Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan 165 titik, Kalimantan Barat 124 titik, Jambi 14 titik, Riau 13 titik dan Kalimantan Selatan terdapat 4 titik.

“Data tersebut menunjukkan perhatian operasi saat ini. Terutama di arahkan pada Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat yang mencatat hotspot high confidence tertinggi,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, di kutip IDN Time, Minggu (6/9/2026).

Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, hingga Pemda terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, pendinginan serta mencegah penyalaan kembali.

Selain operasi darat, pemerintah mengerahkan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas.

Dari jumlah tersebut, 19 armada di gunakan untuk patroli udara dan mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC). Sementara 34 armada lainnya di kerahkan untuk operasi water bombing.

OMC juga terus di upayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis.

Perkembangan positif terpantau di Kalimantan Barat. Di mana pada Kamis (4/9/2026) lalu, hujan turun di sebagian wilayah dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Turunnya hujan membantu pembasahan lahan dan mendukung upaya pengendalian karhutla, meskipun kondisi tersebut belum berarti seluruh wilayah telah terbebas dari risiko kebakaran,” ungkapnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan udara kabur pada pagi hari dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer sekitar pukul 05.00 WIB dan kurang dari 6 kilometer sekitar pukul 08.00 WIB.

Kondisi di prakirakan membaik pada siang hingga sore hari.

Perkembangan tersebut menunjukkan, kondisi asap dan jarak pandang dapat berubah dalam waktu relatif cepat mengikuti aktivitas kebakaran, curah hujan, arah dan kecepatan angin, kelembapan serta dinamika atmosfer.

BACA JUGA:

Titik Panas Karhutla Naik, Lonjakan di Kalteng dan Kalbar

Karena itu, hotspot, kondisi api di lapangan, kualitas udara, cuaca, sebaran asap dan jarak pandang terus di pantau secara terpadu sebagai dasar penentuan prioritas operasi.

“Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.”

“Masyarakat di wilayah terdampak asap juga di minta terus mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan kondisi cuaca serta menyesuaikan aktivitas apabila kondisi lingkungan memburuk,” kata dia.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, penanganan karhutla di sejumlah daerah mulai teratasi dan termitigasi.

Dia berharap, persoalan tersebut dapat di selesaikan dalam 1-2 minggu ke depan.

Prabowo mengatakan, berbagai upaya untuk menangani karhutla yang terjadi di tengah ancaman El Nino, meliputi puluhan helikopter, belasan pesawat, serta berbagai teknik penanganan di lapangan.

BACA JUGA:

Kepala BGN Sudaryono Soroti Pungli SPPG, Proses Secara Hukum

Kepala Negara juga menyebut, pemerintah telah mengerahkan ratusan bor air, ratusan pompa air dan ribuan personel untuk menangani karhutla.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru