spot_imgspot_img
Sabtu 5 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Soal Insentif SPPG Rp6 Juta, Kepala BGN Bilang Begini

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) menegaskan, insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lagi sama (Rp 6 juta per hari).

Menurut Sudaryono, besaran insentif akan di sesuaikan dengan jumlah porsi yang di produksi.

BACA JUGA:

Kepala BGN: Pengadaan Harus Berbasis Kebutuhan dan Manfaat

“Insentif SPPG sekarang tidak sama. Itu tidak adil,” kata Mas Dar.

Besaran insentif akan di tentukan berdasarkan sejumlah pertimbangan. Termasuk jumlah porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di produksi setiap hari.

“Itu kan aturan di buat oleh pimpinan sebelum saya. Ada dapur bikin 3.000 porsi, ada yang 2.000 porsi, ada yang dapur 2.500 porsi. Di bayar semua Rp 6 juta. Itu tidak adil,” ucapnya.

Kepala BGN menyebut, perubahan skema tersebut merupakan evaluasi terhadap kebijakan sebelumnya yang memberikan insentif dengan besaran sama kepada setiap SPPG.

Ketentuan baru akan di berlakukan dalam waktu dekat. BGN tengah menyiapkan peraturan kepala badan yang menjadi dasar perubahan skema insentif tersebut.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Kepala BGN menegaskan, setiap pengadaan harus di dasarkan pada kebutuhan nyata dan memberikan manfaat yang jelas bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prinsip tersebut menjadi bagian dari komitmen BGN dalam memastikan anggaran negara di gunakan secara efektif, efisien dan dapat di pertanggungjawabkan.

Kepala BGN menegaskan, pengadaan tidak boleh di lakukan hanya karena tersedia anggaran atau semata-mata karena keinginan untuk membeli suatu barang.

BACA JUGA:

Tak Penuhi Syarat SLHS, 455 SPPG Ditutup Permanen

Menurut Dia, setiap rencana pengadaan harus terlebih dahulu di uji berdasarkan kebutuhan dan manfaatnya bagi pelaksanaan tugas BGN.

“Pengadaan itu bukan karena pengen, tapi memang di perlukan dan di butuhkan,” tegas Sudaryono.

Mas Dar menambahkan, pendekatan tersebut juga di terapkan terhadap pengadaan yang sebelumnya ramai di perbincangkan di media sosial. Yakni pengadaan layar LED yang di sebut bernilai lebih dari Rp500 milyar.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru