spot_imgspot_img
Sabtu 5 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ini Hasil Pertemuan Prabowo Subianto-Putin di Vladivostok

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto mengakhiri rangkaian kunjungannya ke Vladivostok, Rusia dan kembali tiba di Indonesia pada Jumat, 4 September 2026.

Pesawat yang membawa Presiden beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 03.00 WIB setelah menjalani sejumlah agenda di Rusia.

BACA JUGA:

Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia via Laut dan Udara

Kunjungan tersebut berlangsung sejak Prabowo bertolak ke Rusia pada Selasa, 1 September 2026.

Ia memenuhi undangan Presiden Rusia Vladimir Putin sekaligus menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 pada 1-4 September 2026 sebagai tamu kehormatan utama.

Forum itu menjadi ruang bagi Indonesia untuk memperkuat pembahasan mengenai perdagangan, investasi, energi, teknologi, dan kerja sama ekonomi dengan Rusia serta kawasan Asia-Pasifik.

Salah satu agenda utama yang di bawa Prabowo adalah peningkatan nilai perdagangan Indonesia-Rusia.

Dia mengusulkan agar kedua negara memiliki target untuk menggandakan nilai perdagangan pada periode awal peninjauan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Nilai perdagangan kedua negara di sebut mencapai sekitar 5 miliar dolar AS pada 2025, naik 21,7 persen di bandingkan 2024. Sementara implementasi perjanjian perdagangan bebas tersebut di rencanakan mulai 2027.

Melalui I-EAEU FTA, produk Indonesia berpeluang memperoleh akses lebih luas ke lima negara anggota Eurasian Economic Union. Yakni Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgizstan.

Sebaliknya, produk dari kawasan Eurasia juga mendapatkan akses menuju pasar Indonesia yang memiliki lebih dari 290 juta konsumen.

Prabowo bahkan menawarkan posisi Indonesia sebagai pintu masuk dunia usaha Eurasia menuju pasar ASEAN yang berpenduduk sekitar 680 juta orang.

“Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas,” ujarnya.

Aspek konektivitas turut menjadi perhatian dalam agenda Prabowo Subianto di Vladivostok.

BACA JUGA:

Garut International Kite Festival Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Presiden mendorong pembukaan pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia.

Jalur tersebut di harapkan memiliki kepastian terkait jadwal, biaya, asuransi serta kargo dua arah.

Selain transportasi laut, Prabowo juga mendorong adanya penerbangan langsung Indonesia-Rusia guna memperbesar mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Dorongan konektivitas tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat aktivitas ekonomi kedua negara.

Prabowo juga mendorong kerja sama antara Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) agar peluang investasi dapat bergerak dari tahap identifikasi menuju pembiayaan proyek yang layak secara komersial.

“Danantara dapat bertindak sebagai jembatan di mana pasar modal Rusia dan Indonesia serta tujuan strategis dapat bertemu,” ujar Presiden Prabowo.

“Danantara dan dana kekayaan berdaulat Rusia, Dana Investasi Langsung Rusia, dapat bergerak dari mengidentifikasi kemungkinan menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara bank, bankable projects,” Dia menambahkan.

Sektor energi menjadi agenda lain yang mendapat perhatian. Indonesia menawarkan 138 blok eksplorasi energi kepada perusahaan Rusia untuk di garap bersama dengan dukungan teknologi.

Peluang kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan kilang minyak dan terminal penyimpanan.

“Kami baru saja memberikan informasi kepada mitra Rusia kami bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi energi dan kami mengundang grup Rusia, korporasi Rusia dengan teknologi mereka di 138 blok ini,” kata Presiden Prabowo.

Pemerintah kembali menyampaikan bahwa investor Rusia dapat mengikuti proses lelang untuk blok-blok migas yang di tawarkan Indonesia.

Dari sektor industri, pembahasan berkembang hingga peluang investasi Pupuk Indonesia di Rusia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia bersama pihak terkait telah menandatangani joint study untuk mengkaji potensi pembangunan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan.

Selain pupuk, pembahasan juga mencakup energi, sumber daya mineral, pertambangan serta peluang kerja sama perkapalan.

Rusia juga menawarkan teknologi kapal pengolahan ikan kepada Indonesia.

Kapal tersebut memiliki panjang lebih dari 102 meter dan di rancang untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.

BACA JUGA:

8 WNI Direkrut Militer Rusia, Ini Respons Kemlu dan Menhan

Indonesia masih akan mempelajari tawaran tersebut melalui tim yang akan di kirim untuk melihat teknologi dan kemungkinan pemanfaatannya.

Artinya, tawaran kapal tersebut masih berada pada tahap kajian dan belum menjadi keputusan pembelian maupun pengoperasian.

Prabowo bertemu dengan Putin di Vladivostok dalam format working lunch. Pertemuan itu menjadi kesempatan kedua pemimpin membahas penguatan hubungan strategis kedua negara.

Putin menyebut Indonesia sebagai mitra penting Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Dia mengatakan, nilai perdagangan kedua negara meningkat 12 persen pada tahun sebelumnya.

“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” ujar Presiden Putin.

Prabowo juga menegaskan bahwa penguatan hubungan dengan Rusia tetap berada dalam kerangka politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Indonesia tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun dan tetap berupaya membangun hubungan baik dengan berbagai kekuatan besar.

Dalam hubungan ekonomi, Prabowo menginginkan kerja sama antarkedua negara tidak hanya bertumpu pada hubungan personal. Tetapi memiliki fondasi kelembagaan yang kuat.

“Tugas di depan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan institusional, aturan yang jelas, pembayaran yang andal, logistik yang dapat di prediksi dan perjanjian yang bertahan melampaui pergantian pemerintah,” kata Presiden Prabowo.

Secara keseluruhan, kunjungan Prabowo ke Vladivostok menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut. Mulai dari target menggandakan perdagangan, percepatan I-EAEU FTA, penguatan konektivitas laut dan udara, hingga penjajakan investasi Danantara-RDIF.

BACA JUGA:

Banjir Bandang Nepal Telan 1.204 Korban Jiwa

Indonesia juga menawarkan 138 blok energi kepada investor Rusia. Sementara Pupuk Indonesia menjajaki pembangunan pabrik urea di Vladivostok dan pemerintah mengkaji tawaran teknologi kapal pengolahan ikan dari Rusia.

Namun, sejumlah agenda tersebut masih berada pada tahap usulan, penjajakan, atau kajian. Sehingga belum seluruhnya dapat di sebut sebagai kerja sama yang telah terealisasi.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru