spot_imgspot_img
Sabtu 5 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia via Laut dan Udara

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan konektivitas antara Indonesia dan Rusia dengan membuka jalur transportasi langsung.

Usulan tersebut mencakup penerbangan serta pelayaran yang menghubungkan kedua negara. Terutama rute antara Indonesia dan Vladivostok, Rusia.

BACA JUGA:

8 WNI Direkrut Militer Rusia, Ini Respons Kemlu dan Menhan

Gagasan itu di sampaikan Prabowo ketika menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok beberapa waktu lalu.

Dalam forum ekonomi tersebut, Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama setelah memenuhi undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut Prabowo, konektivitas yang lebih baik di perlukan untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia.

Jalur transportasi yang memiliki kepastian di harapkan dapat membantu memperlancar pergerakan barang, membuka peluang perdagangan, sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat kedua negara.

Untuk jalur laut, Prabowo mengusulkan agar tersedia pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia.

Ia menilai, keberadaan rute tersebut harus di dukung sistem yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Mulai dari jadwal keberangkatan, biaya, asuransi hingga ketersediaan kargo dari kedua arah.

“Saya percaya di forum ini kita dapat menetapkan pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia, dengan jadwal, biaya, asuransi dan kargo yang dapat di prediksi di kedua arah,” ujar Presiden Prabowo.

Tak hanya mengincar konektivitas laut, Prabowo juga mendorong penguatan hubungan udara antara Indonesia dan Rusia.

Penerbangan langsung di nilai dapat memberikan manfaat di luar aspek transportasi. Terutama dengan membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan dari kedua negara.

“Hubungan udara langsung akan mendatangkan pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia (Russian Far East). Kapal menggerakkan barang, pesawat menggerakkan persahabatan,” kata Prabowo.

Usulan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperluas hubungan perdagangan dan investasi dengan Rusia serta kawasan Eurasia.

Indonesia dan Eurasian Economic Union juga telah menyiapkan Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU) Free Trade Agreement yang di harapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi perdagangan kedua kawasan.

Prabowo menyebut, pelaku usaha Indonesia yang mengikuti forum di Vladivostok mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Persiapan mencakup pengiriman percontohan, pencarian pembeli, pengaturan logistik, hingga mekanisme pembayaran.

Langkah tersebut di perlukan agar ketika hambatan tarif berkurang, aktivitas perdagangan dapat segera berjalan.

BACA JUGA:

Jepang Kerahkan JS Kunisaki ke Indonesia, Bawa 3 Helikopter CH-47 untuk Karhutla

Dalam pandangan pemerintah Indonesia, posisi geografis Indonesia juga dapat di manfaatkan sebagai penghubung Rusia dan negara-negara Eurasian Economic Union dengan pasar ASEAN.

Indonesia memiliki lebih dari 290 juta penduduk, sementara kawasan ASEAN memiliki pasar sekitar 680 juta orang.

Prabowo juga menilai, kawasan Pasifik seharusnya menjadi penghubung ekonomi antara kedua kawasan, bukan menjadi pemisah.

Dorongan memperkuat konektivitas udara Indonesia-Rusia sebenarnya telah memiliki pembahasan sebelumnya.

Dalam pernyataan bersama setelah kunjungan Prabowo ke Rusia pada Juni 2025, pemerintah Indonesia mencatat ketertarikan untuk membangun konektivitas udara langsung.

Pada saat itu, maskapai Rusia telah mengoperasikan penerbangan Moscow-Bali dengan frekuensi tertentu dan Indonesia membuka peluang pengembangan rute langsung menuju kota-kota lain di Tanah Air.

Karena itu, gagasan yang di sampaikan tidak berdiri sendiri. Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas kedua negara, sekaligus mendukung hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata dan hubungan antarmasyarakat yang lebih erat.

Prabowo juga bertemu dengan Putin dalam pertemuan bilateral di Vladivostok.

Pertemuan yang berlangsung dalam format working lunch itu di gelar di sela-sela EEF ke-11 dan menjadi bagian dari pembahasan mengenai penguatan hubungan strategis Indonesia-Rusia.

“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” ujar Presiden Putin.

Putin juga menyampaikan bahwa nilai perdagangan Indonesia dan Rusia meningkat 12 persen pada tahun sebelumnya.

BACA JUGA:

Jabatan Baru Sri Mulyani di Bank Dunia

Kerja sama ekonomi kedua negara terus di kembangkan melalui Komisi Bersama Rusia-Indonesia yang membidangi ekonomi, perdagangan serta kerja sama teknis.

Bagi Prabowo, peningkatan hubungan kedua negara perlu di ikuti dengan penguatan sistem yang dapat menjaga kesinambungan kerja sama.

Ia menilai, hubungan ekonomi membutuhkan dukungan kelembagaan, kepastian aturan, sistem pembayaran serta logistik yang dapat di andalkan agar kerja sama tidak berhenti pada hubungan antarpemimpin.

“Tugas di depan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan institusional, aturan yang jelas, pembayaran yang andal, logistik yang dapat di prediksi, dan perjanjian yang bertahan melampaui pergantian pemerintah,” kata Presiden Prabowo.

Setelah menyelesaikan rangkaian agenda di Vladivostok, Prabowo kembali ke Indonesia.

Kunjungan tersebut mencakup kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama dalam EEF ke-11 serta pertemuan bilateral dengan Putin.

Di tengah agenda tersebut, dorongan membuka konektivitas langsung melalui jalur laut dan udara menjadi salah satu langkah yang di tawarkan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan hubungan antarmasyarakat Indonesia-Rusia.

BACA JUGA:

Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Malaysia, Isu Dibawa ke Tingkat ASEAN

Dengan demikian, usulan penerbangan dan pelayaran langsung yang di sampaikan Prabowo bukan sekadar berkaitan dengan pembukaan rute transportasi baru.

Pemerintah Indonesia menempatkannya dalam kerangka yang lebih luas untuk memperlancar arus barang, mendorong perdagangan dan investasi, membuka peluang pariwisata serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu penghubung Rusia menuju pasar ASEAN.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

spot_img

Berita Terbaru