CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kesehatan remaja putri di wilayah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis mendapat perhatian serius. Kepala Puskesmas Sindangkasih, Dewi Endah Purnamawati, membeberkan bahwa anemia merupakan kondisi saat jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin tubuh merosot di bawah batas standar.
Hemoglobin sendiri berfungsi penting sebagai protein pembawa oksigen dari paru-paru menuju seluruh jaringan tubuh. Penurunan kadar hemoglobin secara drastis memicu organ kekurangan pasokan oksigen, atau awam mengenal kondisi ini sebagai kurang darah.
Baca Juga: Persib Bandung Pinjamkan Bek Muda Faris Abdul Hafizh ke PSGC Ciamis
“Dari hasil CKG Pelajar ditemukan banyak Pelajar Putri di wilayah kerja Puskesmas kami mengidap penyakit Anemia,” ungkap Dewi, Kamis (3/9/2026).
Diet Asal-asalan dan Malas Minum Tablet Tambah Darah
Berdasarkan penelusuran tim Puskesmas, kebiasaan pola makan yang keliru menjadi pemicu utama anemia pada kalangan pelajar perempuan. Keinginan tampil langsing kerap membuat mereka mengabaikan sarapan dan jadwal makan teratur.
“Karena ingin langsing jarang sarapan dan makan teratur, asupan gizi jelas berkurang, akhirnya badan lemas karena kurang darah,” ujarnya.
Pihak Puskesmas Sindangkasih telah mengambil tindakan cepat melalui distribusi vitamin penambah darah. Sayangnya, masalah baru muncul lantaran tingkat kepatuhan konsumsi obat masih tergolong rendah.
“Sudah kami berikan vitamin penambah darah, namun ada ketidakpatuhan juga untuk meminum tablet tambah darah bagi remaja putri,” ujarnya.
Kreatifitas Menu Makan Bergizi Gratis dan Capaian CKG
Guna menekan angka anemia, Dewi mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menyajikan variasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih menggugah selera siswa.
“Agar para pelajar mau mengonsumsi menu MBG, dengan begitu pola makan pelajar ikut terjaga,” ungkap Dewi.
Hingga saat ini, pelaksanaan program Cepat Tanggap Kesehatan (CKG) di Sindangkasih telah menjangkau lebih dari 24,23 persen dari total 50 ribuan warga. Angka penjangkauan ini naik sekitar dua persen dalam kurun waktu satu bulan. Selain kasus anemia, pemeriksaan CKG Pelajar juga banyak menemukan kasus karies gigi pada siswa.
Puskesmas Sindangkasih berjanji terus memperluas penyisiran kesehatan ke seluruh segmentasi usia. Di samping program CKG, pihak Puskesmas juga memuat catatan sukses setelah menuntaskan seluruh rangkaian Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2026.
(Diky)



