spot_imgspot_img
Kamis 3 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hampir Setahun Tinggal di Rumah Darurat, Warga Pangandaran Menanti Bantuan Rutilahu

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Endan Suwandi, warga Dusun Empangsari, Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terpaksa mendiami rumah sementara selama hampir satu tahun. Hujan deras dan angin kencang merobohkan bangunan permanen miliknya hingga rata dengan tanah.

Warga setempat bergotong royong membangun hunian darurat tersebut. Meski begitu, bangunan ala kadarnya ini belum memberikan rasa aman secara maksimal. Pihak desa sebenarnya telah mendaftarkan Endan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), namun hingga kini pencairan bantuan belum membuahkan hasil.

Baca Juga: Karang Taruna Desak Audit Dugaan Monopoli SPPG Sindangwangi Pangandaran

Upaya Desa Terbentur Anggaran Daerah

Kepala Desa Kalipucang Teguh Sugiharto menegaskan bahwa pihaknya sudah menyalurkan permohonan bantuan ke berbagai instansi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial.

“Sudah diajukan. Ke BPBD, Dinsos, sudah,” kata Teguh saat wawancara via telepon, Kamis (3/9/2026).

Instansi terkait sejauh ini baru menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa sembako dan karpet untuk kebutuhan dasar. Sementara itu, program pembangunan ulang rumah masih tertahan. Teguh menduga keterbatasan anggaran Pemkab Pangandaran menjadi penghambat utama pencairan dana tersebut.

“Ya, mungkin anggaran di kabupaten. Mungkin per tahun, mungkin tidak masuk,” ujarnya.

Pihak desa terus memperkuat desakan permohonan tersebut, terlebih setelah Bupati Pangandaran Citra Pitriyami meninjau langsung lokasi pada Sabtu (29/8/2026).

“Kemarin saya perkuat,” kata Teguh.

Penghasilan Serabutan dan Harapan Rumah Layak

Kondisi ekonomi keluarga Endan kini semakin memprihatinkan. Mantan penyadap nira kelapa ini sekarang harus bekerja serabutan demi menafkahi istri dan kedua anaknya.

Pemerintah sebenarnya memasukkan keluarga Endan ke dalam data penerima bantuan sosial (bansos) karena tergolong kelompok masyarakat prasejahtera.

“Memang penerima bansos,” ujarnya.

Endan terus bertahan di hunian sementara yang berdiri persis di samping puing-puing rumah lamanya. Penghasilan serabutan yang tidak menentu menyulitkan Endan untuk mendirikan rumah secara mandiri. Ia sangat berharap pemerintah daerah segera mengucurkan bantuan Rutilahu agar keluarganya bisa kembali mendiami tempat tinggal yang aman.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru