TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemkot Tasikmalaya memperkuat sinergi bersama Pemerintah Pusat menjelang Hari Jadi Ke-25. Pemerintah daerah mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan promosi UMKM. Bahkan, Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menemui Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Kantor Kemenkraf RI, Jakarta Pusat. Selain itu, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM Tiar Nabila Karbala turut hadir.
Baca Juga: Muhamad Abdul Karim Maju sebagai Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Bawa 6 Gagasan Besar
Selanjutnya, Viman menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Langkah tersebut mendorong kebangkitan ekonomi lokal Kota Santri.
“Momentum Hari Jadi Kota harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan, sementara UMKM maupun para pelaku ekonomi kreatif, bisa mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produknya. Jadi satu momentum dapat memberikan manfaat multiplayer, dari sisi kesehatan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan melalui sambungan seluler, Rabu (2/9/2026).
Jadwal Pelaksanaan CKG dan Bazar Unggulan
Di samping itu, Viman mendorong perluasan ruang promosi bagi produk lokal daerah. Sebab, kerajinan batik, kelom geulis, hingga payung geulis memerlukan akses pasar luar.
“Kita ingin potensi Kota Tasikmalaya semakin dikenal. Batik, kelom geulis, payung geulis, produk anyaman, serta berbagai produk industri kreatif lainnya harus mendapatkan ruang promosi yang lebih luas. Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat menjadi penting agar potensi tersebut bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Viman.
Oleh karena itu, Cek Kesehatan Gratis siap beroperasi di Asia Plaza Tasikmalaya. Nantinya, layanan kesehatan ini buka pada 17–20 Oktober 2026 mendatang.
Bahkan, Kemenkraf RI memfasilitasi koordinasi teknis bersama Kementerian Kesehatan. Sebab, kegiatan ini memerlukan dukungan peralatan medis pendukung dari pusat.
Dukungan Pusat dan Sayembara Desain Logo
Sementara itu, Wamen Kemenkraf RI Irene Umar menyambut positif integrasi program tersebut. Menurutnya, kolaborasi intersektoral memberikan dampak sosial-ekonomi yang luas bagi warga.
“Kami sangat mendukung langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mengoptimalkan momentum Hari Jadi Kotanya sebagai ruang yang memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus membuka peluang promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar program pemerintah dapat memberikan dampak nyata yang luas bagi masyarakat,” ungkap Wamen Kemenkraf RI Irene Umar.
Selanjutnya, Pemkot Tasikmalaya menyiapkan sayembara desain logo resmi Hari Jadi Ke-25. Langkah ini memperkuat identitas kebudayaan serta potensi lokal daerah.
“Pemkot Tasikmalaya akan melaksanakan sayembara desain logo Hari Jadi Kota Ke-25 yang direncanakan berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Konsep dan logo selanjutnya akan segera difinalisasi agar dapat digunakan dalam berbagai materi, even, publikasi dan promosi,” jelas Viman Alfarizi.
Viman berharap seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan lancar.
“Melalui koordinasi yang kita bangun dengan pemerintah pusat, kita berharap rangkaian Hari Jadi Kota Tasikmalaya Ke-25 17 Oktober 2026 mendatang, dapat menjadi momentum yang menghubungkan pelayanan publik, kesehatan masyarakat, penguatan identitas daerah, serta pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan yang memberikan dampak serta manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
(Seda)



