CIAMIS,FOKUSJabar.id: Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis merampungkan penyusunan buku Hikayat Cihonje 1828 sebagai langkah nyata mendokumentasikan sejarah wilayah. Langkah ini menjadi tonggak penting untuk menjaga identitas, merawat warisan budaya lokal, sekaligus memberikan sarana edukasi bagi generasi muda.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif penyusunan sejarah desa tersebut. Menurutnya, langkah ini membantu warga mengenal kembali jati diri daerahnya.
Baca Juga: Hikayat Cihonje 1828 Masuk Dispusip Ciamis, Jadi Literasi Sejarah Bangunharja
“Alhamdulillah Desa Bangunharja merupakan salah satu desa yang sudah membuat identitas desanya dengan cara menyusun sebuah buku perjalanan, dari mulai sejarah berdirinya,” kata Dian.
Melalui catatan dalam Hikayat Cihonje 1828, masyarakat dapat melihat perjalanan panjang Desa Bangunharja yang sudah menginjak usia hampir dua abad. Dokumen ini menjadi jembatan penting untuk mengenalkan asal-usul tempat tinggal mereka kepada para penerus.
“Ini 1828, sekarang 2026, tinggal hitung saja sudah berapa ratus tahun berdirinya, yang tadinya di Cihonje menjadi Desa Bangunharja,” ujarnya.
Pegangan Generasi Muda dan Arah Kebijakan Pembangunan
Dian menegaskan bahwa pemahaman sejarah lokal bukan sekadar kegiatan mengingat masa lalu. Pengetahuan sejarah dan budaya daerah memberikan fondasi nilai yang kuat bagi masyarakat dalam menghadapi masa depan.
“Dengan mengenal identitas dari desa atau budaya lokal, ini akan menjadikan salah satu pegangan untuk generasi yang akan datang. Karena warisan-warisan leluhur tentunya sampai dengan saat ini harus bisa dijaga dan dipertahankan,” katanya.
Selain itu, rekam jejak sejarah membantu pemerintah daerah memetakan kearifan lokal. Gambaran mengenai lingkungan, budaya, dan pola hidup masyarakat masa lalu dapat menjadi tolok ukur dalam menentukan arah pembangunan wilayah saat ini.
“Ketika melihat kearifan lokal ini juga bisa menjadi arah kebijakan pembangunan nanti untuk pemerintahan yang ada sekarang,” jelas Dian.
Mendorong Digitalisasi Sejarah dan Potensi Unggulan Desa
Pemerintah Kabupaten Ciamis berencana mengembangkan informasi sejarah desa ini ke dalam sistem digital. Rencana integrasi ini bertujuan menyatukan seluruh data sejarah desa se-Kabupaten Ciamis ke dalam satu platform resmi pemerintah daerah.
“Tidak menutup kemungkinan bahwa hal tersebut satu per satu nanti akan masuk ke digitalisasi yang tentunya kita akan kembangkan untuk kabupaten dengan dinas terkait,” ujarnya.
Langkah digitalisasi ini akan memudahkan publik mengakses rekam jejak setiap kecamatan dan desa langsung dari situs resmi Pemkab. Buku Hikayat Cihonje 1828 pun menjadi data awal yang sangat berharga untuk membangun basis data tersebut.
Platform digital ini nantinya tidak hanya memuat kisah sejarah, tetapi juga merangkum berbagai potensi keunggulan desa. Desa Bangunharja sendiri memiliki potensi besar di sektor perikanan, UMKM, serta kekayaan budaya lokal.
“Tidak hanya sejarah desanya saja, tapi dengan keunggulan-keunggulan desa,” katanya.
Dokumentasi terpadu ini akan sangat membantu berbagai pihak yang membutuhkan data akurat mengenai potensi wilayah, mulai dari kalangan akademisi hingga para investor.
“Ini untuk mempermudah informasi apa yang dibutuhkan oleh para peneliti, ilmuwan maupun para pengusaha nantinya untuk bisa dikembangkan lagi,” pungkasnya.
(Mia)



