GARUT, FOKUSJabar.id: Sedikitnta 24 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) periode 2026–2031 di MAN 1 Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (20/8/2026).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengapresiasi para peserta yang bersedia mendedikasikan diri untuk melayani masyarakat melalui lembaga pengelola zakat.
BACA JUGA:
Bupati Garut-Kementan Bahas Penguatan Irigasi dan Lahan Pertanian
Menurutnya, menjadi pimpinan Baznas merupakan amanah sekaligus tantangan karena tingginya ekspektasi masyarakat terhadap tata kelola lembaga tersebut.
“Baznas lembaga yang harus di laksanakan profesional, transparan, akuntable dan responsible. Maka kita memerlukan orang-orang yang mengerti kemampuan itu untuk melaksanakan tata kelola yang baik. Karena ini adalah implementasi bagaimana negara menghadirkan lembaga keagamaan dalam aktivitas kemasyarakatan,” ujar Syakur Amin.
Bupati juga menekankan pentingnya pelaksanaan seluruh tahapan seleksi secara transparan dan dapat di pertanggungjawabkan.
“Jadi kami akan semaksimal mungkin melakukan pelaksanaan seleksi ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati.
Pihaknya juga memotivasi peserta untuk meniatkan diri secara tulus menjadi pelayan bagi masyarakat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1) Kabupaten Garut, Bambang Hafidz menyampaikan, seleksi berpedoman pada Peraturan Menteri Agama (Permenag) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Seleksi Calon Anggota Baznas, pimpinan Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota.
BACA JUGA:
Pemkab Dukung Penanaman Bawang Putih Polres Garut
Seleksi berbasis komputer (CAT) di lakukan secara terintegrasi melalui Sistem Informasi Zakat (Simzak) Kementerian Agama RI.
“Jadi perlu kami laporkan juga, sampai detik ini kami dari tim panitia tidak mengetahui, mengakses dan membuka bank data soal. Hanya yang bisa membuka hanya para peserta pada waktu pelaksanaan. Jadi bahwa indikasi kebocoran insyaallah 100 persen tidak ada,” jelas Bambang.
Sebanyak 24 peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi mengikuti seleksi kompetensi yang meliputi ujian CAT dan penulisan makalah selama satu hari.
“Dari 24 orang tersebut, sesuai dengan ketentuan hasil konsultasi dengan Kemenag Pusat, nantinya akan di ambil 20 orang dengan nilai tertinggi,” pungkasnya.
(Bambang Fouristian)



